"Syilla!"teriak Vina. Syilla yang mendengar nama nya dipanggil langsung menengok ke sumber suara.
"Lo harus menang!"ucap Vina sambil menepuk bahu Syilla
"Heyy..sejak kapan Arsyilla Romeesa kalah?"ucap Syilla sambil menepis tangan Vina dari bahunya.
"Gue cuma mau ngingetin kalo lawan lo kali ini itu Dani, dia itu belum pernah sekalipun kalah balapan dan satu hal lagi dia itu licik."ucap Vina
"Gue tau santai aja kali"ucap Syilla sambil membuka pintu mobil lalu masuk ke dalamnya.
"Lo itu terlalu santai, lo tau kan kalo lo kalah yang jadi taruhannya itu mobil lo."kata Vina
"I know." Ucap Syilla tanpa melihat ke Vina.
Vina menghembuskan nafas kasar dan merasa pasrah
"Okay good luck" ucap Vina dan pergi meninggalkan Syilla.
"Heyy nona Romeesa apa kau sudah siap?"
Ucap Dani yang tiba-tiba datang menghampiri Syilla.
"Gue selalu siap"ucap Syilla singkat tanpa memandang wajah Dani.
"Apa kau juga siap kehilangan mobil mu ini?"ucap Dani sambil terseyum sinis
Syilla menatap Dani tajam.
"Lo kalo udah ngantuk mending tidur aja deh jangan mimpi lo bisa dapetin mobil gue."ucap Syilla tajam
"Dalam beberapa waktu kedepan mobil ini ada di tangan gue"
Ucap Dani sambil menepuk pintu mobil Syilla.
"Good luck"ucap Dani lalu meninggalkan Syilla dan masuk ke dalam mobilnya.
"Oke semua nya siapp!!"teriak Vina yang berada di tengah-tengah antara mobil Syilla dan mobil Dani.
Syilla menyalakan mobil nya dan bersiap untuk melaju.
"1...2...3...GO"
Kedua mobil itu melaju cepat. Dani berada di posisi pertama sedangkan Syilla tepat dibelakang.
"Siall!"umpat Syilla karena dari tadi ia di halangi mobil Dani untuk melewatinya.
Setelah mendapat celah Syilla langsung menambah kecepatan mobilnya dan dapat menyeimbangi mobil milik Dani.
Dani merasa kesal lalu dia sengaja menabrak mobil Syilla dari samping, alhasil mobil milik Syilla oleng dan..
Brruukkk..
Mobil milik Syilla menabrak pohon. Dan mobil milik Dani melewati garis akhir. Tak lama kemudian polisi datang..
*****
Saat ini Syilla berada di kantor polisi bersama papa dan mama nya karena tadi kepala polisi memanggil orang tua Syilla.
Syilla duduk di luar ruangan kepala polisi dan menunggu orang tua nya keluar.
Ceklekk..
Pintu terbuka dan terlihat papa dan mama Syilla keluar bersama kepala polisi itu.
"Terima kasih pak atas bantuannya"ucap papa Syilla kepada pak polisi itu
"Iyaa pak tapi pastika hal ini tidak terulang lagi" ucap polisi itu lalu berjabat tangan dengan papa Syilla.
"Tentu pak akan saya usahakan"ucap papa Syilla
"Baiklah"
"Sekali terima kasih pak"
Kemudian pak polisi itu masuk kembali ke dalam ruangan nya dan papa mama Syilla datng menghampiri Syilla.
"Arsyilla kita pulang sekarang?"ucap datar papa Syilla
"Mungkin papa marah" gumam Syilla dalam hati sambil mengunyah permen karet nya.
"Udah selesai ngomongnya?" ucap Syilla yang tak kalah datarnya dengan papa nya.
Papa Syilla mendengus kesal.
"Arsyilla ayo kita pulang"ucap mama Syilla.
Syilla hanyak mengangguk dan pergi keluar.
Sesampainya dirumah saat Syilla hendak menaiki tangga menuju kamarnya seseorang memanggil namanya. Alhasil Syilla menegok dan mendapti papanya yang sedang memanggil nya dan menyuruhnya untuk menghampirinya.
"Apa ada? Kalo misalkan papa mau ceramah please jangan dulu. Syilla capek pah" ucap Syilla
"Syilla sudah papa peringati beberapa kali dan kau masih saja balapan liar malam-malam gini. Apa kamu tidak pikir kamu itu perempuan apa ada perempuan yang keluar tengah malam gini? Apalagi kamu masih sekolah" Ucap papa Syilla panjang plus lebar.
"Iya iya udah Syilla minta maaf beres kan lagian besok sekolah libur kok"ucap Syilla lalu membalikan tubuhkan dan hendak pergi.
"Papa belum selesai Arsyilla Romeesa"teriak papa Syilla
"Kalo papa manggil gue nama gue lengkap gini pasti papa lagi bener-bener marah. Habis dah gue. Mendingan gue dengerin aja kali ya?"gumam Syilla dalam hati kemudian Syilla membalikkan tubuh nya kembali menghadap papa nya.
"Papa sudah putuskan mulai besok kamu akan papa pesantren kan"teriak papa Syilla.
"WHAT!"teriak Syilla sambil membelakan mata nya karena terkejut.
"Tapi pa-"
"Tak ada tapi-tapian" ucap papa Syilla memotong ucapan Syilla
"Jangan besok dong pa, tahun depan aja gimana pah" ucap Syilla dan mendapati pelototan papa nya.
"E-Eh.. bulan depan gimana"papa Syilla mengernyitkan alisnya tajam
"Minggu depan pah please"
"Besok!"teriak papa Syilla
Syilla hanya bisa pasrah dan meminta bantuan mama nya namun mamanya hanya menggelengkan kepalanya.
Karena kalau papa nya sudah marah begini gaada yang bisa ngelawan.
"Dan kalo kamu berhasil menjalani semua kegiatan disana dengan baik selama 1 tahun papa akan mengkuliahkan mu di LA gimana"
"Serius pa.."ucap Syilla tak percaya dan papa Syilla hanya menganggukan kepala.
"Oke deh demi kuliah di LA"setelah berpikir panjang akhirnya Syilla setuju.
"Oke Syilla cuma 1 tahun di pesantren dan abis itu lo bebas yess." Ucap Syilla dalam hati.
*****
Hallo guyss..how are you today
#wehh salamnya mana wehh
Ohh iya lupa sorry khilaf gue
Assalamualaikum semuaa..
Semoga yg jawab dpt pahala yee.
Dan semoga kalian suka cerita dari aku..mohon bantuannya yaa .
Tolong di like and coment nya..
Ohh jangan lupa kritik dan saran kalian..
Terima kasih..
YOU ARE READING
BAD GIRL in PESANTREN
Romance"WHAT! PESANTREN?!" No no no mimpi apa gue semalem. yang bener aja gue di pesantrenin? apalah daya gue yang ga bisa nolak permintaan papa gue yang ga masuk akal itu. ~Arsyilla Romeesa Farzana "Dasar.. anak baru aja udah bikin bencana! gimana kedep...
