Bagian 1: Surat Buat Raja Kecilku

153 4 0
                                        

March 3, 2009 at 11:45pm


Sam anakku sayang,

Usiamu sudah hampir mencapai 12 th. Tapi, rasanya belum banyak yang bunda lakukan untukmu. Maafkan bunda, nak... Karena keterbatasan bunda yang juga harus membagi waktu dan perhatian kepada adik-adikmu.

Alhamdulillah, kini mereka (Biya dan Syar) sudah bunda anggap lumayan mandiri. Jadi, sekarang bunda akan lebih konsén ke kamu. Ayo sayang, mari kita kejar semua ketertinggalanmu. Jangan kalah sama Biya dan Syar. Kita raih dan gapai bintangmu. Bunda yakin, KAMU PASTI BISA. Kamu pinter. Bunda tahu itu dari sorot matamu. Matamu tidak kosong. Matamu bicara banyak. Itu yang bunda rasakan. Jadi tidak ada kata terlambat Sam. Better late than never kalo orang bulé bilang... ^_^

Sam buah hatiku,
Hidup adalah perjuangan. Jadi jangan pernah menyerah. Maju terus dan semangat! Harapan harus selalu ada selama kita masih hidup. Jangan pernah takut, anakku... Ada Allah yang selalu melindungi, menjaga dan menolongmu. Jangan pernah malu atau rendah diri, sayang... Ada bunda ayah yang selalu mengasihi, menyayangi dan menerimamu apa adanya. Ingat nak, Allah itu Maha Adil. Kamu diberi kekurangan, kamu juga PASTI diberi kelebihan olehNya. Begitu juga anak lain. Jadi kamu tidak perlu kecewa dan berkecil hati ya. Tak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Abrisam raja kecilku,
Jangan pernah ragu melangkah rajaku.... ada Biya dan Syar.... adik-adikmu yang selalu siap menemani, membantu, membelamu. Mereka juga amat sayang dan bangga padamu.

Tahukah kamu Sam, kalau kamu sudah tidur tapi mereka belum...... Perlahan-lahan mereka naik ke tempat tidurmu. Lalu bergantian mereka mencium dan memelukmu. Lalu mengusap-usap kepala dan wajahmu sambil saling berbisik menceritakan kemajuanmu pada hari itu. Wah, hati bunda campur aduk tak bisa dilukiskan.......

Makanya, Sam jangan suka pukul, gigit atau jambak adik-adik ya. Kasihan.. Mereka sayang banget lho sama kamu. Kamu juga harus menyayangi mereka. Bunda pingin kalian hidup rukun akur dan damai.

Duluuu... waktu Biya masih 4 tahun, dia pernah lho mengusir temannya pulang. Cuma karena kamu diejek.
"... dia abangku. Kamu jangan begitu sama abangku. Udah pulang aja deh sana..."
Bunda yang sedang masak di dapur, kaget dengar Biya marah-marah. Hahaha..... galak juga ya adikmu?!? Biya memang paling bangga dan kagum padamu Sam. Jadi tidak boleh ada yang mencelamu....^_^
Bunda ingat deh waktu dia batita... Matanya yang besar bulat akan selalu menatap kagum ke kamu yang sedang 'berulah'. Dan akan tertawa geli sorak-sorak melihat kenakalanmu. Ampun deh!!!

Beda dengan Syar. Sebelum usianya 1 tahun.... bunda perhatikan..., bila ia memandangmu, selalu dengan tatapan yang penuh kasih. Subhanallah... hati bunda berdesir saat itu. Apakah bayi Syar sudah 'mengerti' keadaan abangnya, batin bunda bertanya.
Oh Sam, bersyukurlah kamu mempunyai adik-adik manis dan baik seperti mereka.
Seperti bunda juga yang terus menerus bersyukur mendapatkan kamu sebagai titipan dariNya.

Karena kamu ...., bunda banyak diuji olehNya supaya lebih sabar, lebih berlapang dada, lebih ikhlas dan lebih mendekat padaNya. Karena kamu pula, hidup bunda jadi lebih ceria dan berarti.

Abrisam permata hati bunda,
Kalau bunda suka keras, tegas, disiplin...., itu demi kebaikanmu nak. Supaya kamu jadi mandiri, cerdas berilmu dan diterima di masyarakat kelak. Dengan ahlak dan perilaku yang baik.
Bunda tegas bukan berarti bunda tidak sayang. Bunda amat sangat sayang padamu Sam. Rasanya apapun pingin bunda korbankan demi kebaikanmu. Everything I do, I do it for you deh judulnya hehehe... Tapi kamu jangan malas belajar dan terapi ya. Kalau dilarang makan makanan yang tidak boleh, jangan ngamuk-ngamuk ya. Kerjasama yang baik dong Sam. Biar cepat pinter.

Pinginnya bunda sih.... selalu ada disampingmu. Menemanimu terus. Tapi itu kan tidak mungkin sayang. Kita tidak mungkin selalu bersama. Karena ada yang namanya ajal. Kita tidak mungkin bisa mengelak darinya. Setiap makhluk hidup pasti akan mengalaminya. Dan kita tidak pernah tahu kapan saat kita tiba.
Oleh karena itu anakku, sebelum saat bunda tiba, bunda ingin mempersiapkan kamu sebagai manusia yang mandiri.
Sehingga apabila bunda dipanggil olehNya, bunda bisa tersenyum bahagia karena kamu sudah bisa mandiri. Sudah bisa mengurus diri sendiri. Bisa bekerja, mencari uang sendiri.
Bahkan bunda berharap kamu dewasa kelak, menikah. Berkeluarga.

Jadii... Ayooo terus berjuang dan semangat anakku!! Jangan lupa berdoa mohon kemudahan. Doa bunda pun selalu menyertai langkahmu. Semoga kamu BERHASIL anakku.


Peluk cium,
~bunda~

Pelukan TerakhirStories to obsess over. Discover now