AzkaDina

670 144 106
                                        

Seorang gadis dengan rambut yang dibiarkan terurai keluar dari dalam angkot. 

"Nih pak uangnya." Ucap gadis itu dan menyerahkan uangnya.

Bapak supir angkot itu tersenyum "Makasih neng, semangat belajarnya."

"Iya pak."

Gadis itu berjalan menuju gerbang sekolah, dengan gerbang yang sudah ditutup rapat. SMA Nusa Bhakti.

"Hai bapak, ada orangnya ga nih!"

Pak satpam berjalan mendekati sumber suara, terlihat seorang siswa yang sedang berdiri diluar gerbang.

"Aduh neng, neng Dina telat lagi?" Tanya pak satpam dengan nada khawatir.

Ya, Adina Fanti Valendo.

Dina tersenyum lebar "Pak, ini rahasia kita berdua aja ya. Saya masih mau mengerjakan misi pak, tolong kerjasamanya ."

Pak satpam itu membuka gerbangnya "Misi apa atuh neng, nanti ketahuan pak Bambang, saya yang dimarahin."

"Misi menjadi ultramen untuk menyelamatkan bumi."

Dina terkekeh kencang lalu berlari menuju ke kelasnya. Pak satpam yang melihat tingkah laku dina hanya menggelengkan kepalanya.

"Dina!"

Teriakan yang terdengar tidak asing di telinganya. 

Dina meringis pelan "Mampus, gagal ngerjain misi gue."

Dina membalikkan badannya, dia bisa melihat jelas. Seorang guru, berbadan buncit, berkumis tebal, berkepala botak. Siapa lagi kalau bukan guru kesiswaan, yang terkenal killer satu sekolah. Bapak Bambang Budiman.

"Bapak ngikutin saya, ya?" tanya Dina dan tersenyum lebar.

"Kenapa kamu telat lagi?!" bentak pak bambang, dan membuat Dina meringis pelan.

"Santai aja pak, relax, saya ga budeg kok."

"Sudah berapa kali kamu telat!" teriak pak Bambang, mungkin saat ini Dina harus berjaga-jaga. Kalau nanti pak Bambang pingsan.

"Sekarang kamu bersihkan Toilet dan perpustakaan," lanjut pak Bambang.

"Kemarin cuman hormat di tiang bendera, kenapa hukumannya jadi naik level sih pak!"

"Kerjakan sekarang! Saya tidak membuka sesi negosiasi! Jika besok kamu telat lagi, bawa orang tua mu kesekolah." ucap Pak Bambang lalu berjalan meninggalkan Dina.

"Gue pikir cuman hormat didepan bendera bareng sama si ganteng. Eh tapi dia gak datang telat ya?! " Teriak Dina kesal sambil menghentak-hentakan kakinya.

***

Dina mulai mengambil peralatan bersih-bersih di gudang sekolah, lalu berjalan menuju perpustakaan sekolahnya.

Suasana perpus saat ini sepi, karena jam pelajaran masih berlangsung, yang menyisakan diri nya sendirian di perpustakaan.

"Merinding gue anjir," ucapnya sambil menatap sekelilingnya.

AzkaDinaWhere stories live. Discover now