Dia amora
Gadis lugu berparas cantik
❗❗❗
Latihan basket untuk pertandingan antar sekolah kini sudah selesai di laksanakan. Langit sudah mulai menunjukan wujudnya, awan jingga kini terpapang jelas di atas langit yang menjulang tinggi.
"naufal?"panggilan itu memberhentikan sang pemilik nama tersebut.
Naufal yang sedang membuka resleting tasnya karna berniat memasukan barang yang akan di bawa pulang kini terhalang karna seseorang memanggil namanya.
Ia melirik ke sumber suara, di lihatnya itu najir teman naufal, satu tim basket.
"hm"sahut naufal sambil mendongkakkan kepalanya pelan.
"lu mau balik ga? "tanya najir, kini ia menghampiri naufal yang sedang berjongkok di lantai kolidor depan kelas.
"ya kali nginep gue di sinih, ya gue balik lah" naufal kembali pada aktivitas nya yang tadi sempat tertunda.
"ngapa mangnya? "sambung naufal lagi sambil menatap najir.
"bareng lah sampe gang aja fal"pinta najir pada sohibnya.
"lu kan emang suka bareng ma gue jir,kenapa lu ngomong lagi mau bareng baliknya".
"ya gue takut aja lu bareng ma tuh perempuan"ucap najir sambil menunjuk menggunakan dagunya ke arah perempuan yang sedang berdiri di ujung kolidor sanah.
Naufal mengikuti arah ujung dagu najir.
"eh anjir tuh setan atau apa, serem amat"naufal berucap kaget, ekspresi naufal kini seperti orang yang melihat hantu, tegang takut.
"lu ga kenal?, gue kira itu pacar baru lo, lo kan udah putus dari sarah ya siapa tau itu gebetan lo yang baru"celetuk najir pada naufal ,mendengar itu naufal yang asalnya melihat perempuan di ujung kolidor kini menatap najir kembali.
"ih kenal aja kagak sama tuh orang, gue lagi deket ma ilma anak x ipa 2 ,bukan tuh orang yang misterius kek gitu" naufal kembali menatap perempuan di ujung kolidor sanah, kini perempuan itu duduk di lantai, tadi terakhir naufal dan najir liat perempuan itu berdiri membelakangi naufal dan najir.
"pulang yo, ko gue jadi berinding ga jelas yah, mana di sekolah, kita yang terakhir lagi" najir mengajak naufal pulang, bulu punduknya kini berdiri tegang seperti menahan ketakutan.
"dia bukan setan pe'a" ucap naufal sambil mentoyor najir yang ada di samping.
"kalo bukan setan terus apa dong, mana mungkin cewe mau diem di sekolah yang udah sepi, gue aja ogah dah kalo diem sendiri, lah ini masa iya dia berani!"ucap najir menjelaskan situasi yang kini mereka alami.
Naufal yang asalnya melihat najir kini ia fokuskan kembali melihat perempuan di ujung kolidor sanah.
"dia manusia jir, coba deh lu teliti lebih jelas, liat detail bajunya basa" naufal sedikit menyipitkan matanya hal itu supaya terlihat lebih detail ada apa dengan perempuan di ujung kolidor sanah.
"kalo emang dia manusia, kenapa dia belum pulang?, terus kenapa bajunya basah?".
"lu nanya gue?, gue aja ga tau jir"kini naufal mengangkat tasnya, ia meletakan tas di punggung nya.
"yo bal.. "
"kak? " refleks naufal dan najir melirik ke sumber suara.
"eh anjir kaget gue"celetuk najir sambil memegang dadanya.
"kak boleh pinjem jaketnya ga?" tanyanya.
Naufal menatap najir .
"noh, kasih jaket lo tuh"titah naufal pada najir.
Najir menatap naufal langsung "idih jaket lo aja, jaket gue bau soalnya" bantah najir cepat.
"nanti besok amora balikin lagi ko ka, amora pinjem yah ka, buat temen soalnya, dia ga mau pulang karna bajunya basah"ulang katanya lagi sambil menatap kedua laki laki di hadapannya ini.
"lu kelas berapa?"tanya naufal sambil menatap perempuan yang ada di hadapannya ini, dari ujung kaki sampai wajahnya yang terlihat lugu berparas cantik .
"aku kelas x ipa 3 ka, nanti kaka bisa ko ambil jaketnya ke kelas kalo ga nanti aku anterin ke kaka".
"di kasih aja belum dek, udah main bikin janji buat nganterin jaketnya"ucap najir di lanjut berdiri di ikutin naufal yang ikut berdiri juga.
Naufal mengedepankan kembali tasnya yang tadi ada di belakang punggung, kini ia membuka resleting tasnya dan mengambil jaket yang persis sama dengan yang najir punya.
"nih, tapi janji anterin besok, lu ke kelas gue. Noh kelas gue di ujung deket kelas XII ipa 2 "ucap naufal sambil menunjuk kelasnya, memberitahu perempuan yang ada di depannya kini.
"nih jaketnya"sambung naufal sambil memberikan jaketnya
"nama kaka siapa? "tanyanya sambil mengambil jaket yang di berikan naufal
"nama gue naufal"
"kalo gitu amora pinjem jaketnya dulu yah ka, nanti amora balikin lagi, makasih ka nau, amora pergi yah"ucapnya di lanjut pergi.
Naufal dan najir seraya mengikuti kemana arah perempuan yang di ketahui bernama amora itu pergi. Di lihatnya ia menghampiri perempuan misterius yang tadi sempat jadi bahan topik pembicaraan antara najir dan naufal.
"gue bilang juga apa,dia itu manusia, lebih tepatnya temen tuh cewe tadi"ucap naufal sambil menatap najir yang kini terus memandang ke arah ujung kolidor sanah.
"ya gue kan takut aja dia setan fal"
"sebenernya jaket gue juga bau keringet ,tadinya gue ga mau ngasih tapi entah refleks aja gitu gue ngasih jaket ke tuh cewe tadi"
"ketahuan lo ga iklas ngasih minjem tuh cewe jaket lo"najir memandang naufal yang sedang mengembalikan posisi tasnya ke belakang.
"idih, gue ikhlas kali, ya kali kagak, udah ayo balik"ajak naufal pada najir
❗❗❗
Salam semuanya ❗
Cerita pertama dari semua cerita yang ku buat.
Bagi yang udah liat atau baca, sempatkan untuk mengklik gambar bintang yang ada di bawah sinih 👇dan tidak lupa untuk menulis sebuah komentar tentang cerita yang baru di update.
Saling bekerja sama untuk kedepan yang lebih baik.
Like dan komentar semangat untuk melanjutkan cerita ini.
Terimakasih sudah membaca ❗
YOU ARE READING
diaamora
Teen FictionDia amora Gadis lugu berparas cantik Dia amora Gadis berhati lembut Dia amora Gadis manis sederhana
