Bab 1

3K 121 4
                                        

extra partnya different wkwkwk. cerita baru nie. mohon supportnya (kasih cinta) jangan lupa vote, share dan komen kritik sarannya:3 semangat yang lagi UN!!!

HAPPY READING!!!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Itu siapa?"

"Yang mana?"

"Yang duduk sendiri."

"Itu Namanya Damita. Jangan deket sama dia, dia anak nakal, cewe bar bar."

Kini Arga mengetahui siapa wanita yang berdandan berantakan itu. Damita. Ya walaupun ia tidak mengetahui nama lengkap wanita itu tapi nama panggilannya saja sudah cukup.

"Lo kenal dia?"

"Dia dulu sahabat gue."

"Dulu? Emang sekarang enggak?"

"Ceritanya panjang, dah yuk ke kelas."

Arga menganggukan kepalanya. Kayana Arga Jecolyn. Hari pertama bagi murid pindahan dari Jakarta ke Bandung itu. Ia terpaksa pindah ke Bandung karna tantenya menyuruhnya untuk menjaga anaknya.

Mau tidak mau Arga harus pindah ke Bandung. Sehabis pulang sekolah ia harus menjemput sepupunya itu. Bisa di bilang sepupunya ini sudah terkenal, hanya saja ia berubah. Arga tidak begitu tahu tentang perubahan sepupunya tapi yang ia tahu sepupunya ini dahulu kala sangat ceria dan energik.

"William, Damita itu memang bad girl?"

"Nope, dulu dia anak baik baik semenjak dia dapet pacar yang gak bener ya ketularan sama ada faktor lain tapi gue gak bisa bilang ke elo."

Arga menganggukan kepalanya. Arga penasaran dengan wanita itu. Arga menyukai wanita misterius seperti Damita, menurutnya itu sangat menantang.

***

Damita tidak menyuki hari ini. Sepanjang jam istirahat ia tidak terlihat nyaman dengan keberadaan anak baru dari Jakarta itu. Damita tidak menyukai bila dipandang seperti itu. Menurut Damita itu awal dari peperangan.

Damita beranjak pergi dari kantin dan menuju halaman belakang sekolah. Halaman belakang sekolah menjadi tempat dimana Damita berkumpul dengan teman teman satu gengnya.

"Dari mana lo?" Tanya Dara.

"Kantin."

"Irit banget deh lo kalo ngomong."

Lagi lagi teman Damita berbicara seperti itu. Damita hanya diam saja, ia terlalu malas membuang tenaga untuk mengurusi hal seperti itu.

"Reynand pacar lo tawuran lagi sama sekolah tetangga." Kini Kaila angkat bicara setelah sibuk dengan semua make upnya.

"Kalo kena bacok ya bawa ke rumah sakit aja, gampang." Ucap Damita seraya mengambil air dari box yang disediakan di sana.

"Gue balik ke kelas dulu."

"Baru bentar elah."

"Guru killer."

Damita kini melangkah menuju kelasnya sembari meminum air dari botol yang ia ambil tadi. Sesampainya di kelas ia melihat murid baru itu. Dia terdiam di ambang pintu menatap tajam lelaki itu.

"Damita! Ngapain kamu diem di pintu? Habis dari mana kamu?"

"Dari wc."

Damita masih menatap Arga. Sialnya Arga duduk di sebelah bangkunya. Ia benci bila harus duduk berdua dengan orang lain. Damita melangkah mendekati Arga.

Crush.Stories to obsess over. Discover now