"Dek jangan marah napa." Seorang remaja laki-laki yang sedang berjalan di samping seorang gadis berambut sebahu, mencoba memberhentikan langkah gadis itu.
"Apaan sih! Dak dek dak dek. Lo pikir gue ade lo?!" Semprot gadis itu galak.
"Iya lah, muka lo noh kayak bocah SD."
Seketika langkah gadis itu terhenti. Ia berbalik dan menatap sangar lawan bicaranya. "Apa lo bilang?! Anak SD?!"
"Lo PMS, ya Cha?" tanyanya sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Iya kenapa?!"
Cowok itu langsung menjauhkan wajahnya dan menyengir bodoh. "Jangan gitu ah Cha, nggak baik lho, perawan marah-marah."
Gadis itu mengeram sambil mengepal tangannya. "Mau apa sih lo?! Bisa nggak, sehari aja nggak usah gangguin gue."
"Nggak bisa." jawabnya lantang. "Sehari aja gue nggak liat lo ngamuk, rasanya hidup gue hampa."
Pletak!
"Lo mau bikin gue cepet mati?!"
Cowok itu membulatkan matanya terkejut. "Ya kalo lo mau cepet mati ya gue doain, kalo nggak ya gue doain juga supaya panjang umur."
"Mending gue mati muda, daripada panjang umur ketemu lo terus!"
"Eh... kalo ngomong suka salah." Cowok itu menunduk. "Ntar suka sama gue, lho."
"Dih najis. Amit-amit, gue suka sama buaya kayak lo." Dengan langkah cepat gadis itu pergi berlalu dan berbelok ke koridor kelasnya.
Cowok yang tadi bersamanya masih berdiri sambil memikirkan sesuatu. Sampai akhirnya ia mengeluarkan handphone dan menelpon seseorang.
"Halo?"
"Dek."
"Apa?!"
"Selo anjeng."
"Udah selo ini langsat."
"Durian aja dek enak."
"Bacot lo ah, gue mat-"
"Iya, iya gitu aja ngambek."
"Buruan."
"Gue mau tanya. Kan lo cewek tuh."
"Hm.."
"Kenapa cewek selalu nyebut cowok itu buaya? Padahal kan kita nggak punya ekor, kaki cuma dua, gigi bukan taring semua, lebih lagi nih ya kita kan bukan makhluk amfibi."
"Hahahahaha.... bego lo."
"Sorry ya, peringkat gue masih di atas lo."
"Ya ya terserah."
"Jawab woi, lo sebagai kaum hawa, harus memberikan jawaban yang detail."
"Itu karna cowok yang disebut buaya suka ganti-ganti pasangan. Sama kayak buaya."
"Dih. Emang lo tau buaya suka gonta ganti bini?"
"Ya itu ibaratnya aja bego."
"Jangan-jangan lo pawang buaya ya?"
"Setan emang punya abang kayak lo."
"Ngaku deh lo kerja sampingan jadi pawang buaya kan?"
"Iya nih buayanya lagi nelpon. Padahal lagi sebelahan sama pawangnya."
Seketika cowok itu menoleh ke samping kiri. Tak jauh dari tempat berdiri terlihat seorang cewek dengan poni yang dikuncir sedang menatapnya tajam.
"Anjir ada pawang buaya." Dengan langkah seribu cowok itu pergi menjauh.
"ERZILAN BEGO!"
A/N : Ini story pertama gua ya jadi maklumin aja kalo masih kurang kurang gitu.
Salam dari Zilan dan kembarannya yang masih rahasia. Wkk
YOU ARE READING
Erzilan
Teen FictionErzilan Angkasa Radien. Cowok ganteng yang menjadi idola di sekolahnya. Memiliki badan atletis, wajah oriental, serta kecerdasan di atas rata-rata. Tapi, itu semua nggak menjamin cowok itu hidup dalam kesempurnaan. Daftar merah yang Ia miliki sering...
