"YEAY! DUA MINGGU LAGI PIKNIK!" Sorakan gembira itu disertai acara hentakan kaki dari setiap pengucap. Kelas 8A gaduh. Setelah pengumuman dari Shena, sang ketua kelas yang mengumumkan akan ada kunjungan pariwisata selama tiga hari ke Jakarta-Bandung.
"Tau gini ga usah gue kasih tau tadi," gerutu Shena. "DIEM! BERISIK TAU GA!" ucap Shena kemudian setelah mengucapkan sumpah serapah di dalam hati untuk teman-temannya.
Kelas hening, hanya suara dari AC yang terdengar. Sampai ada Bu Inneke --guru Bahasa Indonesia-- datang.
"Kalian ini, baru aja ditinggal sholat sebentar, suaranya udah kedengaran sampai musholla saja. Gimana kalau lama? Sebagai ketua kelas, kamu, Matthew. Kemana saja?" cerocos Bu Inneke yang hanya ditanggapi mimik wajah malas dari siswa kelas itu.
"Mules, Bu. Mules," timpal Julian yang dibalas pelototan tajam dari Matthew. "Ampun, Pak Ketua," mohonnya.
"Ya sudah. Sekarang, buka buku paket bab teks persuasif. Baca, rangkum, kemudian buat contoh teks persuasif. Masing-masing anak satu teks, buat sendiri. Empat paragraf saja, tidak usah banyak-banyak. Wassalamu'alaikum," perintah Bu Inneke.
"Wa'alaikumsalam," ucap murid 8A serempak.
Setelah keluarnya Bu Inneke, anak-anak mulai berkata, "Gila aja tuh guru. Dikira empat paragraf dikit apa, mana kalo ngasih nilai pelit banget," komentar Matthew Artadinata. Dia paling benci Bahasa Indonesia. Sebab, ia sering dibully dalam pelajaran tersebut.
"SETUJU!"
--
Tbc!
KAMU SEDANG MEMBACA
SHINE [END]
Fiksi RemajaShena, gadis berpipi tembam yang gendang telinganya terancam rusak. Karena, sahabatnya digosipkan pernah menelan TOA Masjid dekat komplek rumahnya. Dia gadis cantik, mata berbinar yang selalu ditampakkan olehnya itu seolah senantiasa bahagia. Yang t...
![SHINE [END]](https://img.wattpad.com/cover/141396572-64-k491535.jpg)