Kyra bingung harus menjawab apa. Ketika ditanya oleh seseorang tentang ayahnya. Yang dia ketahui ayahnya saat ini tidak ada bersamanya. Dia tidak mengetahui keberadaan orang itu bahkan kabarnya pun dia tidak tahu. Kyra tidak membencinya ayahnya. Kejadian yang terjadi dimasa lalu tapi rasa sakitnya masih terasa sampai sekarang.
Yang Kyra pikirkan sekarang hanya bagaimana cara membuat ibunya bahagia. Ibunya memang orang yang sangat perhatian dan memang layak dinobatkan sebagai ratu dikehidupan Kyra.
"Kyra, cepetan. Kaka kamu udah nunggu dari tadi." ucap ibu Kyra sambil mengetok pintu kamar anaknya.
"Iya, bun." teriak Kyra dari dalam kamar mandi.
"Bun aku berangkat duluan ya, soalnya teman aku udah nunggu di depan. Kasih tahu sama Kyra kalo aku berangkat duluan." ucap Fyra yang datang menghampiri ibunya lalu mencium tangan Karin.
"Iya, hati-hati ya!" teriak Karin karena setelah Fyra mencium punggung tangannya tadi ia langsung berlari menuruni tangga dengan cepat.
"Kyra cepetan, nanti gak sempat sarapan." ucap Karin mengingatkan kembali karena Kyra yang masih berada dikamarnya belum juga kunjung turun.
"Iya ... Bun, ini lagi otewe." sahut Kyra yang menuruni tangga sambil memperbaiki dasinya agar terlihat rapi.
"Kak Fyra dimana Bun?"
"Kaka kamu udah pergi duluan, tadi temannya udah nunggu di depan." ucap Karin yang sibuk menyiapkan bekal Kyra.
"Hem ... Yaudahlah aku minta anterin pak Joko aja."
"Kamu lupa ya Pak Joko masih pulang kampung."
"Oh iya ya kok aku lupa, trus gimana dong aku berangkat sekolahnya? Ini udah jam berapa bun?"
"Jam tujuh lewat dua puluh menit." jawab Karin dengan santainya.
"Hahhhh...Jam tujuh lewat dua puluh menit?! Yaudah deh bun aku berangkat dulu takut telat." kata Kyra langsung mengambil bekal yang dibuatkan Karin untuknya kedalam tas.
"Gak makan dulu?" Kyra mencium tangan Karin dan menggunakan sepatu hitam miliknya secepat kilat.
"Gak sempat bun, Assalamualaikum." Kyra berlari secepat mungkin melewati kompleks rumahnya yang bisa dibilang cukup jauh menuju sekolah barunya.
"Waalaikumsalam, hati-hati!" teriak Karin yang masih berdiri diambang pintu rumah melihat anaknya berlari sepagi ini tanpa sarapan pagi.
Gimana prolognya? Ada yang suka nggak?
Tunggu dinext partnya ya😘
Jangan lupa vote dan commentnya😇😋
Salam penulis amatir
Nupsyaa
YOU ARE READING
Garis Setia
Teen FictionKatanya setia itu hanya untuk mereka yang bodoh berharap seseorang kembali datang. Katanya juga setia itu melelahkan tidak ada gunanya menunggu seseorang yang memang telah bahagia dengan orang lain. Namun tidak bagi Kyra Aniendira Zakeisha, seorang...
