Dreams Come True

526 21 0
                                        

Rasanya senang sekali bisa mendarat dibandara Internasional Incheon. 09.00 waktu yang ditunjukan. Seperti mimpi bisa mendarat di Seoul. Kesempatan untuk bertemu dangan ke-7 namja itu semakin besar. Diluar bandara terlihat banyak sekali orang berlalu lalang. Bandara ini terlihat sangat sibuk. kak Lisa, dia yang beberapa hari ini akan menemaniku di Seoul. Dia memberhentikan taxi, lalu dia menarikku untuk masuk.

"kak..! pelan-pelan kali, sakit!"

"abis kamu sih ngelamun mulu.. kakak udah gak sabar liat reaksi kamu saat sampai di kosanmu"

"emang kenapa dengan kosanku? sebagus apa sih kosanku? kakak bikin aku peasaran aku aja"

kak Lisa tidak menjawab. dia hanya tersenyum sambil menaikkan alis dan bahunya. memang akan semewah apa kosanku itu. tapi semewah apa pun kosan itu. aku tak akan terkejut sama sekali. sebagus apa pun tempat tinggal, itu teteplah tempat tinggal. dia terlalu berlebian.

aku datang kesini untuk sekolah. yup! aku dapat beasiswa sekolah di Korea. Tepatnya di Universitas Internasional Seoul. sekarang aku dalam perjalanan menuju ke kosanku. bersama kak Lisa. dia juga akan mendampingiku untuk beberapa hari ini. dia akan memberi tahu ku jalan menuju kampus, ke minimarket terdekat, atau tempat-tempat tertentu yang perlu aku ketahui. sekaligus kendaraan apa saja yang bisa aku naiki.

setelah setengah jam diperjalanan, Kak Lisa memintaku untuk turun. mungkin sudah sampai. Beberapa menit kemudian, kami turun. Lalu supir taksi itu menurunkan barang-barang kami. sesaat setelah taxi itu berlalu, terlihat sebuah bangunan yang tidak asing bagiku. dan itu adalah BIG HIT ENTERTAINMENT BUILDING! Entah seperti apa wajahku sekarang. Yang jelas aku sedang benar-benar tekejut sekarang.

"sejak lama aku menantikan wajahmu"sambil cekikikan.

speacless. tak ada kata-kata yang dapat keluar dari mulutku.

"itu kosanmu, tepat di depan gedung big hit entertainment, mungkin bisa saja kau melihat ke-7 namja itu memasuki gedung itu setiap hari"

yang baru saja di katakan oleh Kak Lisa, langsung terbayangkan di kepalaku.

"dari pada bengong mening masuk aja langsung yuk!"

"hah! kemana?"

"ya kekosanmu lah! kamu kira kita mau masuk ke bangunan itu? gila! mau ngapain kita gapunya kepentingan tauk!!"

kak lisa langsung menarikku yang masih diam mematung. tiba-tiba ada dua mobil hitam berhenti di depan gedung itu. mungkin kah itu mereka? aku melepaskan tangan kak Lisa dan kembali mematug dan menunggu siapa yang akan turun dari kedua mobil itu. dan beberepa detik kemudian, benar saja itu mereka. salah satu dari mereka yang aku yakin itu jimin, menoleh dan tersenyum sambil melambaikan tangan padaku seakan dia tau kalau aku itu adalah seorang army. serasa mimipi, ingin pingsan aku rasanya. sungguh beberapa detik yang sangat menakjubkan. aku tidak akan pernah melupakannya.

"wow! kau pasti shock nih, udah ini pasti berisik."

sambil tersenyum "kak mending masuk dulu yuk! panas disini"

kak Lisa mengerutkan dahinya, dia bingung reaksiku. lalu dia mengangguk. dia memimpin jalan ke arah kamarku. setelah sampai di kama.

"aaaaaa.... kakaaaaaaak.... aku senang sekaliiiiii" aku menari-nari seperti orang gila di kamar. lalu merebahkan tubuhku di atas kasur. hari ini aku terlalu senang.

"dugaanku benar" dia hanya tersenyum tipis. lalu menarikku ke arah jendela. dan dari jendela itu terlihat jelas gedug tadi. semakin senang saja aku. aku merasa orang paling beruntung didunia. seharian ini kita tidak kemana-mana. kak Lisa memintaku untuk beristirahat. tapi yang aku lakukan hanyalah memikirkan kejadian pagi tadi.

✔I'm Yours✔Stories to obsess over. Discover now