Strains
.
Disclamer: ©Masashi kishimoto
Story by NenadaZumachi
For new jurney of Sasusaku
Haruno Sakura, gadis berhelai merah muda itu begitu menyukai Piano. Tepat ketika ia berlibur di sebuah Villa milik keluarga sahabatnya, Ino. Ia langsung jatuh cinta terhadap Grand Piano Putih yang berada ditengah ruangan.
Sakura yang selalu sibuk dengan pekerjaannya lantas begitu senang ketika mendengar sahabatnya mengajaknya berlibur di daerah pedesaan yang jauh dari hiruk- piuk perkotaan. Kapan lagi -pikirnya, hintung-hitung berlibur melepas penat.
Pekerjaannya dikota sungguh menyita harinya. Bekerja sebagai seorang komikus membuatnya sibuk mengejar deadline. Apalagi ia juga seorang Mahasiswi desain di Konoha Art University. Membuatnya begitu sangatlah sibuk dan tak aneh pula jika dirinya tak memiliki pasangan, alias pacar. Wow! sungguh rekor baginya sebagai seorang gadis.
Ia berlibur bersama ke empat sahabatnya, Sabaku Temari, Hyuga Hinata, Tenten, sekaligus Ino, Yamanaka Ino sang pemilik dan ide dari liburan ini. Sebenarnya ino mengajaknya kesini hanya ingin bersenang-senang dan menghabisi waktu bersama. Mumpung keluarganya dulu pernah membeli sebuah Villa untuknya sebagai kado ulang tahun. Dan sayangnya Ino tak pernah sekalipun mengunjungi Villa itu, bahkan keluarganya sekalipun.
Kesan pertama kali Sakura menampakan kaki di Villa ini adalah Indah, besar nan mewah. Sakura sendiri bukannya tak pernah melihat Villa yang begitu indah. Namun anehnya Villa ini membuatnya begitu sangatlah berbeda.
Setelah membagi ruangan dengan sebuah permainan yang cukup mengasikan. Sakura adalah orang yang paling beruntung karena mendapatkan tempat tidur seorang diri dilantai dua, sedangkan yang lain Ino sekamar dengan Hinata dan Temari bersama Tenten. Intinya hanya ada tiga kamar utama yang ada diVilla ini, namun ketika Temari menanyakan kenapa hanya tiga yang boleh ditempati padahal Villa ini cukup besar dan megah yang tentunya memiliki banyak kamar. Dan pertanyaan itu hanya dijawab dengan kedikan bahu dan alasan 'biar seru'.
Villa ini juga memiliki seorang maid. Jumlahnya ada lima orang, tiga perempuan dan dua laki-laki. Menurut penjelasan Ino mereka itu ada sepasang keluarga yang bertugas menjaga Villa ini. Mereka sudah ada jauh sebelum Villa ini terjual dan jatuh ditangannya.
Sakura langsung mendekati Grand Piano Putih itu yang terletak di tengah ruangan dan memainkan sebuah lagu kesukaannya pelan. Suara detingan alunan melodi yang ditimbulkan membawa suasana Villa ini menjadi sangatlah nyaman dan berasa hidup.
"Ah! Sakura-chan. Permainanmu begitu sangatlah indah. Aku merasa Nyaman mendengarnya" Ucap Hinata lebut sembari mendekati Sakura dengan diiringi tepuk tangan dari yang lain. Sakura berdiri dari duduknya. Sedikit membungkuk pada yang lain.
"Terima Kasih atas pujiannya." Ucap Sakura dengan senyum manisnya.
"Tidak perlu berterima kasih, Sakura-chan" Ucap Temari tersenyum begitu dewasa.
"Ayo, minum tehnya." Tawarnya.
"Hmm.. baiklah" ucap Sakura lalu ia duduk di sebelah Temari.
"Sakura-chan permainnan mu tadi sungguh sangatlah indah. Mirip seperti musisi-musisi terkenal diluaran sana."
Perkataan Hinata membuat Sakura tersipu. Sempat Sakura berpikir seperti itu, namun semenjak kejadian itu Sakura terlihat seperti menjauhi keahliannya yang satu ini.
Melihat Sakura yang terlihat murung. Membuat Ino merasa tidak nyaman. Ino berbeda dengan yang lain. Ino tahu semua peristiwa itu, peristiwa yang membuat gadis bershop pink terlihat begitu murung. Peristiwa yang tak pernah Sakura lupakan.
YOU ARE READING
SRAINTS
HorrorLiburan indah yang ditawarkan keempat sahabatnya di sebuah villa. Tidak pernah terbayang oleh Sakura sebelumnya, karena dari liburan itu mendatangkannya kepada masa lalunya. "Berjanjilah jangan menangis, teruskanlah hidupmu, dan teruslah Hidup." "Te...
