[II] Chapter 4: Misunderstanding (I)

3.1K 443 58
                                    

Taehyung

“Mi, lihat handphone aku nggak?”

Setelah merasa ada yang hilang, gue minta izin ke Papi untuk mengambil handphone gue. Bodohnya gue baru nyadar dan gue sendiri lupa gue taruh di mana handphone gue.

Bodoh ya, gue?

Tapi yang begitu manusiawi, kan? Because even an important things can be forgotten. Untungnya gue nggak pernah lupa identitas dan status gue. Meskipun buat bagian statusnya sekarang sedang di ambang ketidakjelasan.

Gue berjalan ke dapur, mencoba mencari Mami yang seingat gue bilang mau masak bareng Chaeryong di dapur. Namun begitu gue tiba di dapur, nobody there. Kosong. Bahkan nggak ada tanda-tanda memasak di sini.

“Mami...”

“Tae, udah selesai main bareng Papi?”

Spontan gue segera menoleh ke belakang—ke arah pintu dapur dan mendapati Mami yang tengah melangkah masuk. Sebagai jawaban atas pertanyaan Mami tadi, gue menganggukkan kepala.

“Udah, Mi,” kata gue. Awalnya gue mengira Chaeryong bakal menyusul Mami di belakang, tapi sosok istri gue itu nggak ada. Memang benar-benar cuman Mami yang datang ke dapur.

“Chaeryong di mana, Mi?”

“Di atas. Lagi ngangkat telepon tadi.” Awalnya Mami masih sibuk mencuci sayuran di wastafel, tapi beberapa detik kemudian Mami langsung menolehkan kepalanya ke arah gue.

Beberapa detik, tidak ada satu kata pun yang Mami ucapkan. Mami hanya menatap gue dengan bibirnya yang tertutup rapat, seakan mencari sesuatu dari gue.

“Taehyung, kamu nggak ada niatan buat selingkuh, kan?”

Kalau saja gue sedang minum sekarang, mungkin air yang ada di mulut gue bisa menyembur langsung karena ucapan Mami barusan. What?

“Kamu masih sayang sama Chaeryong kan, Tae?”

Sekonyol-konyolnya pertanyaan yang Mami pernah ajukan ke gue sebelumnya, baru pertanyaan ini yang nyaris membuat gue tersedak air liur sendiri. Kenapa Mami bisa tiba-tiba berpikiran kayak gitu?

Gue menggelengkan kepala tak percaya, mendesah gusar. “Mi, kok ngomongnya gitu sih?”

Mami masih diam, enggan menjawab. Tapi dari tatapannya gue sendiri bisa menebak kalau ada sesuatu yang terjadi di sini.

Ketika gue mau kembali mengeluarkan suara, Mami justru memalingkan kepalanya dan kembali mengurusi sayuran di dekat wastafel.

How should I understand this situation but I don’t even have any clue?

Gue cuman bisa diam—ya, I admit betapa begonya gue yang cuman diam begini—selagi memandangi Mami. Man, I don’t have any idea what to do.

Tapi di detik berikutnya, gue bahkan nggak tahu hal ini harus disyukuri atau tidak, Mami kembali mengeluarkan suaranya.
Tapi yang ada, kalimat yang Mami ucapkan justru membuat gue panik.

“Chaeryong ngangkat telpon handphone kamu dari Joohyun. Sekarang kamu ngapain lagi sama perempuan gila itu sih, Taehyung?”

Mami jelas salah paham dengan Joohyun. Sangat salah paham. Tapi niat gue untuk meluruskan sesuatu tentang omongan Mami tersingkir. Ada hal yang harus gue lakukan sekarang.

“Mi, Chaeryong di atas, kan? Taehyung harus bicara sama dia.”

***

Arata's Noteu:

New part has come. Ada yang nunggu? Wkwk.

Setelah vote di twitter hasilnya ternyata pada banyak minta ChaeTae lanjut. So here is ChaeTae for you.

Dan, another vote has been opened di twitter. Silahkan di cek di twt: @arata_kim :)

Vote and see gimana pilihan kalian ngaruh ke pasangan ini, ciaa~

Black Jeans (✓)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang