PERTEMUAN

111 15 1
                                        

Seorang siswi nampak sedang tertidur di bangku panjang yang berada di rooftop sekolahnya. Dia tidak menghiraukan sinar matahari yang akan membakar kulitnya yang putih bersih. Viora Clarissa Revalia nama siswi tersebut, biasa dipanggil Viora, anak kelas XI MIPA 2, orangnya tinggi, manis, imut, dan cuek, tapi aslinya tidak seperti itu. Hanya kepada orang yang benar benar dekat dengannya dia akan menunjukkan sifat aslinya.

Viora berbaring di bangku panjang sambil menyelonjorkan kaki jenjangnya, dia hari ini sangat lelah. Pagi tadi upacara bendera, terus ulangan kimia, setelah istirahat, kuis matematika, lama-lama rambutnya rontok semua! Untungnya, sekarang kelas mereka sedang free karena gurunya berhalangan hadir.

Mata Viora langsung mengerjap ketika telinganya mendengar suara langkah kaki yang bergesekan dengan lantai semen rooftop.

Di hadapannya sekarang, Viora melihat seorang siswa berperawakan tinggi yang sedang duduk lesehan di lantai rooftop dan menghadap ke arah bangku tempat Viora tidur, sambil mendengarkan lagu lewat earphone, dia tidak menghiraukan Viora yang tengah memandanginya.

"Ngapain lo di sini?" tanya Viora.
Siswa tadi tidak menjawab, entah tidak mendengar atau tidak perduli.

Viora pun merasa terabaikan,
"Lo denger nggak sih?! Gue tanya sama lo!".

Diapun mendekati siswa tadi dan merebut earphonenya dengan kasar. Siswa tadi pun langsung kesal dan menatap tajam Viora. Tapi bukan Viora namanya kalau dia takut ditatap seperti itu.

"Gue tanya sekali lagi, ngapain lo di sini?!"

"Ini tempat umum" jawab siswa tersebut dengan datar.

Viora tersenyum miring mendengar jawaban itu,
"Lo pasti anak baru! Dengerin yah, semua murid di sini juga pada tau, kalau rooftop ini khusus buat gue! Titik!!"

"Emang ini sekolah punya lo? Nggak kan? Jangan bersikap seolah-olah elo paling hebat di sini, punya kuasa! Asal lo tau, semua murid di sini juga udah bayar biaya masuk sekolah dan keperluan yang lain, punya hak apa lo larang-larang gue ke sini?!"

Viora tertegun dengan jawaban orang di depannya ini. Baru kali ini ada orang yang menentangnya.

"Diem kan lo! Jangan sok jadi penguasa, benahin dulu otak lo!" Siswa tadi berlalu dengan santainya dari hadapan Viora.

Whaattt?!!!! Dia tadi berani ngatain gue!! geram Viora.

Mulai saat itu, dia menganggap cowok songong itu enemy!

Ok, fix!! Gue nggak suka sama lo, gue sama lo, MUSUHAN!!!..

🍃🍃🍃

Haii semuanya... 👋
Kali ini aku nggak update cerita zelara yaa, aku lagi publish cerita sama sahabat aku nih. Semoga kalian suka ya!! 😊
Maaf kalau banyak typo bertebaran, maklum kami masih amatiran. Terus maaf juga kalau lama updatenya, soalnya kan kami sama-sama sibuk udah kelas 12 hihihi.. 😂😂
Pantengin terus ya kelanjutannya😆

Bye-bye 🤗🤗

DAVIORWhere stories live. Discover now