(Intro) Who's Alam?

10 2 0
                                        

Matahari mulai menampakan diri disebelah timur, teriakan ayah ayam mulai terdengar seperti siap bekerja banting tulang untuk ibu dan anak ayam, dan suara cempreng sedikit halus yang khas mulai terdengar
" Al... Bangun nak, udah siang " suara seorang wanita paruh baya dari arah dapur.

--

Alam, ya namaku Alam lebih tepatnya Alam Risky Hanjoyo, aku berasal dari kultur Jawa dan Swiss. Ayahku dari Solo dan katanya sih dari marga Han mungkin itu sebabnya aku bernama "Hanjoyo" seperti ayah, Heru Hanjoyo. Dan aku juga keturunan Swiss, yaitu Ibuku Andrea Nadine dari Swiss, namun sudah lama tinggal di Indonesia sehingga bahasa Indonesianya juga sangat lancar.
Aku juga punya adik perempuan namanya Sarah Faneta Hanjoyo biasanya aku panggil dia Ara. Adikku lebih mirip ke Ayah sedangkan aku lebih mirip ibuku, jadi wajahku bule kejawaan gitu.

--

"pagi mah?" aku menyapa ibuku dari tangga kayu tua yang sudah rapuh, terlihat ibuku yang memakai daster dengan lengan berlubang, rambutnya yang diikal ke atas, sedang menyiapkan hidangan untuk aku dan adiku yang sudah ada di kursinya sejak tadi.
"oh hai sayang, duduk dulu ya mamah siapin susu buat kalian berdua" suara ibu yang lembut memang selalu menjadi semangat setiap pagiku.

"ayah mana mah?" tanya adiku.
"pake nanya ayah mana, palingan juga pergi sm wanita lain" jawabku.
"Alam!" sahut ibuku dengan nada agak tinggi dan melihat ke arahku.
"oh tidak sayangku ara, ayah belum pulang katanya dia lembur" sambung ibuku menjawab pertanyaan dari adiku.
Suasana hening seketika, dengan cepat ibu membuka pembicaraan
"Ara gimana pengumuman di SMP favoritmu? Hasilnya sudah keluar blm nak?" tanya ibu sambil mengambilkan nasi untuk aku dan adiku. Ibuku slalu saja menutupi kelakuan ayahku didepan Ara.
"belum sih mah pengumuman terakhir aku ranking 23 tp itu masih sementara"

"kamu al? Gimana sekolahmu, km udah mau naik kelas tiga loh harus rajin belajar jangam suka maen sampe malem kaya gini" tanya ibuku, sontak mengagetkanku yang sedari tadi melamunkan suatu hal entah apa.
"santai aja mah udah ayo makan" jawabku dingin.

--

Aku sekolah di SMA Nusa Bangsa. SMA favorit di daerahku, karna nilaiku di SMP selalu jadi ranking satu, tapi aku suka dengan kebebasan, aku sering clubbing sampai larut malam, ngrokok, nongkrong. Berulang kali aku dipukuli ayahku, tapi lucunya ayahku lebih buruk dr aku. Mungkin itu yang bikin aku benci saat dirumah dan bosen liat ayahku sama cewek lain.

--

This is my life. Alam

mungkin cerinta senja untuk alam ini akan sedikit lama keluarnya. hehe maaf kan karena aku harus sekolah juga

Du hast das Ende der veröffentlichten Teile erreicht.

⏰ Letzte Aktualisierung: Apr 15, 2018 ⏰

Füge diese Geschichte zu deiner Bibliothek hinzu, um über neue Kapitel informiert zu werden!

Senja untuk Alam (Part Cowok)Geschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt