1. Kampus Biru

35 2 0
                                        

Peluh bercucuran membanjiri ribuan mahasiswa ber-almamater biru di tengah lapangan sebuah universitas ternama di Jogja. Matahari semakin terik tepat diatas kepala.

Seorang cewe berponi dengan rambut sebahu terus mengusap keningnya yang telah basah oleh tetes-tetes keringat yang sedari tadi menggangu tampilan poninya.

Sia-sia sudah usahanya pagi tadi bersusah payah untuk mencatok hingga melengkung sempurna, sekarang ia kesal karena rambutnya basah dan lepek oleh keringat.

Tanganya melirik arloji berwarna biru muda bergambar panda lucu ditengahnya telah menunjukan pukul 12.00 WIB.

Salah satu senior berteriak menggunakan toa di depan para maba atau mahasiswa baru yang sudah nampak seperti cacing kepanasan.

“Perhatian semua! Sekarang sudah waktunya untuk istirahat, kumpul lagi disini tepat pukul 13.00 wib, mengerti?” teriak senior tersebut masih dengan semangat 45’ meskipun para mabanya sudah tampak loyo.

“ Mengerti kak!” jawaban yang terdengar dipaksakan akibat energi yang sudah banyak terkuras setengah hari tadi.

Cewek berponi tersebut menarik tangan teman sekelompoknya untuk mengajak mencari tempat berteduh di sekitar lapangan.

“Din, sakit jangan tarik-tarik ah.” Temanya berusaha melepaskan genggaman cewe tersebut.

“Habisnya, lo lelet banget sih. Ntar keburu keduluan yang lain” jawabnya sewot.

Keduanya berjalan menuju sebuah pohon besar di pinggir lapangan kemudian meneduh sembari duduk menselonjorkan kaki yang berdenyut pegal efek terlalu lama berdiri.

“Ris mana botol minum lo buruan, punya gue udah abis nih tadi, cepet Ris!” Risa yang kelelahan tak menanggapi Dinar.

“Risssaaaaaa, botol mana botol!!!!.” Kali ini Dinar sedikit berteriak dengan nada emosi karena permintaanya tak ditanggapi oleh Risa.

“Din, sabar deh.  Udara yang lagi panas-panasnya kaya gini bikin otak lo panas juga ya. Ayok sini biar tak ademin dulu pake air hehe.”

Dengan bergurau Risa buru-buru mengambil botol air mineral dari dalam tasnya kemudian membuka tutup botol dan berpura-pura akan menuangkan botol air mineralnya diatas kepala Dinar.

Dinar malah langsung reflek menangkis botol tersebut sehingga airnya muncrat tepat ke samping dan membasahi jas almamater cowok yang kebetulan sedang berteduh juga.

Dengan muka panik Dinar langsung  buru-buru mencari tisu di tasnya  dan berdiri untuk mengelap jas si cowo.

“Aduh, sorry banget ya malah lo yang kena, jadi salah sasaran.” Dinar langsung mengelap jas cowo tersebut sambil meilirik Risa dengan kesal.

Risa malah bengong dengan muka tanpa rasa bersalahnya.

“Hehe iya sorry ya, tadi niatnya cuma iseng malah jadi gini.”  Risa menimpali sekenanya sambil nyengir kuda cengengesan.

“Apaan sih kalian. Bercandaannya tuh nggak lucu, liat nih jas almamater gue jadi basah kan!” cowo itu meraih tisu di tangan Dinar kemudian mengibaskan tangan cewe yang sedang berusaha mengelap jasnya.

Nomadic HeartStories to obsess over. Discover now