Prolog

441 51 9
                                        

ADIT POV

"Aku bersedia."
Ujarnya, terpapar senyum miring di wajahnya.

"Aditya Maharva Putra, apa kau bersedia menjadi suami dari Arash Alistiawan Wardana, menemaninya dalam keadaan sakit atau sehat, sedih atau senang, kaya atau miskin, cacat atau lengkap?"

Nafasku sesak seketika, tubuhku bergetar dan keringat dingin bercucur di dahiku.

God help me

Gumamku pelan, sangat pelan hingga hanya aku saja yang dapat mendengarnya.

Tiba-tiba Arash menggenggam tanganku dan meremasnya pelan menyadarkanku dari lamunan.

"Babe, make it quick."
Katanya mengedipkan mata, God, he's so freakin' hot!

"Um, okay, uh... Aku bersedia."

"Baiklah, dengan atas nama Tuhan Yang Maha Esa, saya sahkan kalian menjadi suami dan um... suami? Ya, suami dan suami."
Kata penghulu itu bingung.

"Oh, yes, and Mr. Arash? You may kiss the... Eh... Bride? Yes, Bride."
Lanjutnya lagi.

"No, I'm good, I'll keep it for later. Altough I really want to rip the damn suite now hahaha."
Jawab Arash mengecup punggung tanganku, damn, why's he so sweet!

"You're mine now, princess."

"I'm not a princess! I'm a grown boy!"
Ucapku menyipitkan mata, mencoba menakutinya.

.
.
.
.
.
.
.




TO BE CONTINUED

This story is dedicated to my special person, i hope he will read this and make him smile everyday.

Sweet ThingsStories to obsess over. Discover now