Namaku Jingga. Sebuah nama yang memiliki warna orange yang terlihat saat senja atau sore hari. Senja adalah sebuah mahakarya ciptaan Tuhan sedemikian rupa indahnya. Banyak orang menghabiskan waktu untuk menunggu saat saat terbenamnya matahari di kala senja. Mereka ingin mendapatkan moment berfoto yang bagus yaitu melihat detik detik terbenamnya matahari.
Ku lihat dari kejauhan sepasang muda mudi duduk berdua di tepian laut. Duduk di atas batu sambil berpegangan tangan, sementara di sebelah kanan pria bertopi sedang memancing ikan di sudut bebatuan. Dan pemandangan senja kali ini cukup indah namum belum menampakan terbenamnya matahari.
Aku duduk Di batuan besar yang terletak dipinggiran pantai. Suara desau ombak serta Angin barat berhembus sepoi sepoi sampai masuk ke sendi sendi kulit ariku. .Aiii!!... sungguh apik pemandangan pantai sore ini. Ku hirup udara segar dan kurebahkan sedikit tubuhku untuk mengambil napas. Kesempatan kali ini aku mencoba menuangkan buah pikirku untuk menulis puisi. Menulis puisi adalah panggilan jiwa untuk mengungkapkan perasaan emosional yang terpatri dalam pikiran. jika kau menyukai estetika pasti engkau akan jatuh cinta pada puisi, sebab puisi adalah sebuah estetika yang memancarkan metafora kata yang dapat mengandung sebuah pesan moral. Dan kali ini setelah berpikir dan berimajinasi selama setengah jam, puisi yang ku buat sudah jadi.
Senja
Senja yang indah dan terang
Memberikan kedamaian dihati
Orang orang disana berkerumunan menanti senja
Untuk Mendapatkan moment untuk berfoto ria
Oh... hari ini senja yang cukup indah.
****
Senja nan indah di pantai itu tak seindah hidupku yang selalu bersinar sebab kesendirian memberikan malapetaka bagiku. bagaimana tidak hidupku seperti lingkaran nol yang tidak bisa kemana mana.Hidupku seperti labirin yang tak bisa keluar dari kekacauan hidup yang merekonstruksi pikiranku sehingga membungkam jalan pikiranku. Aku menyadari bahwa hakikat hidup haruslah menjadi fleksibel agar tidak menjadi kacau dan bahwasanya kita hidup memang ditakdirkan untuk berkasih sayang sesama orang yang kita cintai, terutama ayah, ibu dan saudara kandung. Tetapi Kasih sayang yang ku miliki ternyata masih mempunyai satu kekosongan yang belum terisi sejak aku dilahirkan, satu jiwa dan cinta yang belum pernah aku temukan yaitu bertemu kekasih hati. Wanita yang aku inginkan menjadi kekasihku belum juga ada dan Tuhan belum mau memberikanku jodoh.Antara jodoh dan nasib adalah dua mata hati yang selalu diiming imingkan orang, bak Romeo dan Juliet. jika jodoh sudah bertemu dan nasiblah yang menentukan..apakah nasib yang kita terima berujung baik atau buruk. ini kata- kataku berdasarkan pengalaman. kawan..tak usah kau pikirkan dan tak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya,
Menurut kitab suci agama Islam Al Qur'an surah AN NUR ayat ( 26 ) yang berbunyi:wanita yang keji untuk lelaki yang keji. lelaki yang keji untuk wanita yang keji. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik. Begitu juga sebaliknya.kitab Alquran adalah benar adanya dan aku bertafakur serta muhasabah diri agar menjadi insan yang berguna dan mendapatkan jodoh sholehah yang aku inginkan
Kawan..aku tak ingin berlarut larut memendam kesendirian yang selalu menghantui ku setiap saat. Kini aku telah mempunyai hobi yang unik yaitu berlama lama di kamar. Aku sangat betah jika berada dikamar. Sebuah kamar berukuran 3x4 meter yang sangat berarti bagiku yaitu tempat untuk mengisi kekosongan hidup dan tempat untuk berkarya. bagiku Isi dikamar mempunyai makna filosofis. Yaitu, buku, gitar serta akuarium.
Pertama, Buku. Bagiku buku adalah gudang ilmu tempat untuk menjelajah isi dunia. buku juga merupakan harta karun dunia yang tak ternilai harganya. Biasanya buku itu kubaca saat lagi badmodnya. Buku-buku yang ku koleksi kebanyakan novel yang bercerita tentang perjuangan hidup, kebudayaan, dan kisah percintaan. novel yang aku sukai adalah pengarang Ahmad Tohari dan Andrea Hirata. Melalui kisah novelnya banyak yang aku pelajari dan sangat memberikanku sebuah inspirasi tentang kehidupan.
YOU ARE READING
DI UJUNG SENJA
Romancecerita ini penuh dengan humor, spiritual, penantian, dan perjuangan Cerita ini adalah hasil ide dan imajinasi ku sendiri. apabila ada kesalahan penulisan mohon berikan saran maupun kritik
