Di Kantin.
"Siapa sih cowo yang Lo suka?" tanya Lora.
"Ck...apasih lo ra,,,kepo banget" jawab Naya santai.
"Ih...kayaknya gue tau deh...emm,,,lo suka sama Hendra kan?ngaku aja deh lo..."goda Lora.
" ih..apaan sih nggak!!"elak Naya.
"Kalo nggak gue teriak nih" ancam Lora.
"Ih emang gue apain Lo" tanya Naya mengernyitkan dahinya.
"Gue akan teriak biar anak anak tau kalo lo suka sama Hendra" ucap Lora dengan santai.
"Yee..emang gue nggak suka!!" ucap Naya.
"Lo masih mau bohong,,oke gue teriak hei..mmm" ucap Lora akan teriak.
Belum sempat dia teriak....mulutnya di bungkam oleh Naya.
"Oke..ya gue ngaku gue suka sama Hendra...puasss lo" ucap Naya lirih sambil membuka mulut Lora yang di bungkamnya.
"Tuh kan bener lo suka sama Hendra" pekik Lora sangat keras membuat anak anak di sekitar kantin mendengarnya..benar saja Hendra itu kaya,cerdas,dan yang pasti gantengnya nggak ketulungan.Dia memang satu kelas dengan Lora mereka berteman sejak kecil tapi sikap nya pada Lora mudah berubah kadang manis kaya gulali kadang juga dingin udah kaya es.
Naya hanya bisa tersenyum malu bahkan sangat malu saat ini.Terdengar anak anak yang membicarakannya atau bisa dibilang ngerumpi.Dan parahnya hal itu diketahui Hendra yang sedari tadi juga berada di kantin.Hendra menghampirinya dan menarik tangannya kasar membawanya ke suatu tempat.
Di kelas
Kelas IX B ya kelas IX B adalah kelas mereka dan kini suasananya sangat sepi karena masih jam istirahat.
"Kamu ngomong apa sih hmm.." ucap Hendra lirih namun terdengar datar.
"Nggak aku cuma jawab pertanyaan Lora kok" jawab Naya gugup jantungnya berdetak tak beraturan pasal nya kini jarak antara Hendra dengannya sangat dekat bahkan sangat dekat.
"Kenapa lo bilang gitu..hmm..lo suka sama gue...tapi sayangnya gue cuma anggep lo temen biasa!!" ujar Hendra tegas.
"Iya..emang salah kalo suka sama lo.." ujar Naya dengan badan gemetar tak berani menatap Hendra.
"Lo denger sampai kapan pun...gue nggak akan suka sama lo..apalagi sampai cinta" ucapnya sinis dan mengepalkan tangannya di dinding belakang Naya.
Naya hanya memejamkan mata dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Oh..iya jangan mimpi ya kalo gue juga bakal kegoda sama lo...lo itu sama sekali bukan tipikal cewe gue..lihat penampilan lo..nggak ada bagus bagusnya." ucap Hendra tersenyum sinis.
"Sayang.." panggil seorang cewe
"Hai sayang"jawab Hendra.
Sementara Naya hanya terbelalak tak percaya cewe yang memanggil Hendra dengan sebutan sayang itu ternyata sahabatnya sendiri,siapa lagi kalo bukan Lora.
"Lo..Lora" ucap Naya tak percaya.
"Eh..Nay sorry ya..gue gak kasih tau lo kalo gue udah jadian ama Hendra" ucap Lora santai.
Naya semakin tak percaya dengan apa yang di bilang sahabatnya itu,bukan apa apa,ia tak percaya bahwa sahabat yang ia kenal selama ini tega menusuknya dari belakang.Satu per satu buliran bening mengaliri pipi chubby milik Naya.
"Eh lo tuh..jangan nangis dong..katanya lo sahabatnya Lora masa lo nggak seneng sahabat lo bahagia...lagian lo ngaca dong lo tuh beda sama Lora,lo tuh manja beda sama Lora mandiri cantik lagi" ucap Hendra yang menggores hati Naya.
Kini Naya tak bisa menahan tangisnya dua orang dihadapannya saat ini benar benar membuatnya kecewa.
"Lora..lo tega ya makan temen lo sendiri...lo tuk munafik dulu lo tuh selalu menghibur gue di saat gue terpuruk tapi sekarang lo yang buat gue terpuruk..selamat ya...selamat buat lo yang berhasil nikung sahabat lo sendiri" ucap Naya
"Ih..lebay deh lo,lagian lo tuh ya belum pernah juga jadian ama Hendra udah nuduh gue nikung aja!!" bentak Lora"
"Udah deh sayang,jangan di dengerin mendingan kita keluar aja cari angin yuk" ajak Hendra pada Lora.
Lalu mereka berlalu pergi meninggalkan Naya.
,,,,
YOU ARE READING
Rangkaian Cinta Qanaya [Proses Revisi]
Teen Fictionseorang gadis cantik bernama Qanaya Erina Maghfira terpaksa mencari sekolah yang beda dari lainnya demi menghindari masalalunya.
![Rangkaian Cinta Qanaya [Proses Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/131772184-64-k205294.jpg)