Hye Jin POV
Udara musim gugur yang masih terasa menusuk tulang pagi ini memaksa masuk seolah bersaing dengan sinar matahari yang ingin masuk menerobos tirai jendela kamarku. Ku geliatkan tubuhku di atas kasur nyaman yang dibalut sprei merah maroon itu. Hawa dingin yang terasa menusuk tulangku membuatku semakin mengeratkan selimut yang ku kenakan hingga aku tenggelam di dalamnya. Tapi sepertinya matahari sangat bersemangat untuk membangunkanku dan membuka selimutku. Ku singkap selimut yang membalut tubuhku, aku berusaha membuka kedua mataku yang masih terasa lengket dan tak mau di ajak berkompromi ini. Di tengah kesibukanku membereskan tempat tidur, mataku tertuju pada sebuah bingkisan berwarna merah yang bermotifkan pohon cemara berwarna putih yang tergeletak begitu saja di atas meja belajarku dan sebuah tart berbentuk bulat yang juga berwarna merah. Rasa penasaran memaksa kakiku untuk melangkah mendekati bingkisan yang lumayan besar itu. Kubuka perlahan pita yang membalur indah kado itu setelah berhasil terbuka ku baca kartu ucapan berwarna merah muda yang terletak diatas isi bingkisan seperti ingin menutupi isi bingkisan itu yang ternyata sia-sia saja karena aku telah melihatnya sekilas .
Tak ku temukan nama siapa pengirim kado itu, apa mungkin Min Ha Ri? Atau??? Ah tidak mungkin... mana mungkin laki-laki itu mengingat ulang tahunku sekarang. Sudah tiga kali ulang tahunku laki-laki itu sama sekali tidak mengingatnya, hanya untuk membawakanku kado saja tidak. Laki-laki menyebalkan yang menganggapku sebagai adik perempuannya walaupun kami tidak sedarah sekandung, tidak se - ibu, se - ayah dan tidak memiliki ikatan saudara. (Kakak perempuan)
Min Ha Ri merupakan teman di rumah atapku ini, ya kami menyewa rumah atap di sekitar distrik Yangcheon sekitar dua tahun lalu sebagai tempat tinggal sementara untuk kami hingga lulus kuliah nanti. Kami berkuliah di prodi yang sama yaitu musik modern di Dongguk University Seoul. Dia lebih tua 1 tahun dariku. Sebenarnya kami sudah dekat sejak SMA karena dia merupakan teman sebangkuku. Kami juga berasal dari daerah yang sama yaitu Daegu, berbeda denganku dalam darah Min Ha Ri mengalir darah Hongkong yang berasal dari ibunya .Dia begitu baik dan bersikap dewasa, selalu menghadapiku dengan sabar meskipun dia terkadang menjadi kesal arena ulahku. Sangat berbeda denganku yang masih bersifat kekanak-kanakan, dan juga sering menjadikan Min Ha Ri sebagai objek kejahilanku.
Ku letakkan kembali bingkisan kado itu kembali diatas meja belajarku. jujur saja aku masih penasaran dengan siapa pengirim kado itu. Apa mungkin kado itu salah orang? Ah.. tidak mungkin,, jelas-jelas namaku yang ditulis dengan huruf hangeul telah tertera di kartu ucapannya, apalagi di sebelah kado itu ada tart yang juga bertuliskan namaku. Di tengah rasa penasaran yang masih hinggap di kepalaku oh bukan, tapi otakku kembali kakiku ku langkahkan menuju kamar mandi, ku nikmati guyuran air yang menerpa wajahku. Seusai mandi ku ambil sebuah kemeja baby blue dan skinny jeans navy di lemariku yang super besar pemberian ayahku. Selesai merapikan bajuku, aku segera turun tanpa mengunci pintu kamarku dan ku sambar sepatu kets berwarna putih yang tergeletak begitu saja di atas rak sepatu.
ɷɷɷ
selepas berada di kampus, dengan gontai kususuri lorong yang membelah kelas satu dengan lainnya dan rasa penasaran itu masih terus keukeuh hinggap dipikiranku yang membuat kepalaku semakin pusing saja pagi ini. Sial!! Pengirim itu benar-benar berhasil membuat otakku hampir pecah. Sebenarnya pagi tadi aku ingin menanyakan hal ini langsung pada Ha Ri, tapi gara-gara tadi malam aku mengerjakan tugas kampus yang cukup menguras tenaga dan membuatku terlambat bangun dan urung menanyakan ini pada Ha Ri. Tapi, sepertinya aku harus cepat menemui Min Ha Ri di kelas sebelum ia pergi ke tempat yang tidak ku ketahui dimana. Ku langkahkan kakiku menjadi secepat kilat tanpa ku hiraukan siapa saja orang yang ku tabrak di lorong yang kususuri ini.
YOU ARE READING
One Fine Day
RomanceDalam sebuah hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan, tidak ada yang namanya murni persahabatan. Cast: - Kim Taehyung - Kang Hye Jin Author tidak pandai membuat deskripsi cerita hahaha langsung baca part 1 aja yaa hope you will enjoy m...
