Saat matahari memberikan cahayanya pada bulan untuk bersinar,
Membuat cahaya bulan terus terpancar walaupun redup,
Matahari tetap setia membantu bulan dengan sinarnya,
Walau ia tau.. Matahari dan bulan selamanya takkan pernah bisa bersatu-
-----------
Aku menyukaimu!- bagai matahari yang menyinari bulan.
Slalu ada disini. Duduk menatapmu. Membiarkanmu bahagia walau itu bukan karna aku.
-LikeASunshine-
"Resha liat deh itu Dafa!"
Perempuan yang dipanggil Resha itu menoleh, menatap seorang anak lelaki yang memakai pakaian merah hitam sedang bermain basket di tengah lapangan. Gadis itu pun tersenyum simpul menatap pria yang sedang sibuk men-dribble bola agar melewati ring basket itu
"Udah sih Van, jangan panggil nama orang pake suara toa lo itu. Nanti kalo dia denger gimana?", Resha tersenyum sambil terus memperhatikan Dafa yang masih sibuk dengan bola basketnya.
"Yaelah Sha, bilang aja lo ngarep dia bakalan denger kan?" canda Vanya sambil menyenggol jail bahu Resha.
"Ih-apaan sih Van. Dafa kan udah ada yang punya."
"Gitu-gitu lo masih ngarep kan?" tanya Vanya
Resha hanya diam.
"Yaudah. Kalau suka kenapa didiemin sih Sha. Lo kan udah suka duluan sama kak Dafa dari SMP, coba deh lo ungkapin! Belom telat kok Sha."
Sesaat setelah mereka berdua selesai mengobrol, seorang gadis cantik berambut panjang sebahu datang ke tengah lapangan basket membawa handuk dan air minum yang diberikan untuk Dafa. Ia langsung mengelap keringat yang bercucuran di dahi Dafa sambil terus tertawa dengan Dafa. Entah apa yang membuat mereka berdua tertawa, tapi itu cukup untuk membuat Resha sakit hati kali ini.
Resha hanya menatap miris pemandangan di hadapannya sekarang.
"Enggak Van. Kayaknya Semua udah telat!"
Resha lalu berjalan pergi meninggalkan Vanya yang masih berdiri di lorong perpustakaan, di samping lapangan basket itu.
Maaf yah kalo prolognya agak gaje!😅
Soalnya cerita ini idenya datang tiba-tiba banget dan aku rasa kayaknya feel-nya bakal dapet kalo aku bikin dalam bentuk novel.
So, cerita ini aku bikin buat para readers yang suka sama seseorang tapi bisanya cuman bisa liat si doi dari jauh doang.
-HappyreadingGuys!- 😘
YOU ARE READING
Like A Sunshine
Teen Fiction"You are like my Sunshine" Kalimat itulah yang menggambarkan perasaan Dafa terhadap Resha. Resha bagaikan matahari untuk Dafa, slalu ada menyinari hidupnya yang kelam walaupun Resha tau tak ada tempat untuknya di hati Dafa. Namun seperti sebuah cah...
