Aku duduk di sebuah cafe, menatap hujan lewat kaca putih yang mengalir air hujan, aku duduk termenung entah apa yang sedangku pikirkan. Duduk sendiri dengan orang-orang menatapku tanpa pasangan, sedangkan mereka tertawa bersama pasangannya.
Aku teringat masa laluku tujuh tahun silam, masa lalu yang menyakitkan.
Sebenarnya aku tidak ingin mengingatnya, tetapi ingatan ini selalu muncul.
Waktu itu aku mempunyai keluarga, keluarga yang begitu bahagia, keluarga yang selama ini aku impikan. Aku menikah bersama laki-laki yang aku cintai semenjak aku sekolah SMA, ku sangka waktu itu dia tidak mempunyai perasaan yang sama sepertiku, jadi aku hanya mencintainya dalam diam.
Suatu hari saat aku sedang bekerja di minimarket, dia datang tatkala hujan mengguyur sangat deras, aku cukup mengenalimu. walau kamu memakai jas berwarna hitam, aku tersenyum kepadanya.
"Ada payung." ucapnya
"Payungnya sudah habis, kamu Ervin kan." tanyaku menatapnya
Kau menatapku, mengingat-ingat wajahku. kau mulai tersenyum kepadaku.
"Astaga lo Keysa kan, udah lama gue gak liat lo,semenjak lulus sekolah. Lo sekarang kerja disini." tanyanya bertubi-tubi
Aku tersenyum malu melihat diriku, tidak ada perubahan yang terjadi dalam diriku.
"Ya beginilah, hebat lo ya sekarang udah sukses." ucapku
Kamu tertawa mendengar ucapanku.
"Gue cuma ngelanjutin bisnis papah gue aja." jawabmu merendah.
Kamu tidak pernah berubah, setiap kali ada yang memujimu kamu selalu merendah kepada orang lain, itu juga yang membuatku suka kepadamu.
"Nih pake dulu payung gue, nanti lo bisa balikin kapan aja. " kataku memberikan payung berwarna biru kepadamu.
Kamu mengambil payungku, dan lagi-lagi kamu tersenyum kepadaku.
"Terimakasih ya, lo selalu bantu gue, lo gak pernah berubah semenjak SMA." ujarmu pergi meninggalkanku, aku hanya bisa menatapmu pergi dari hadapanku.
Dan semenjak itu, kamu selalu menghampiriku di minimarkeret, kamu mengajak ku mengobrol tentang masa SMA, mengajakku jalan-jalan, setiap kali aku bersamamu, aku bahagia. Bahagia karena kamu selalu ada untukku, membuatku tersenyum, tertawa dan menghapus air mataku ketika aku bersedih.
Semakin hari cintaku kepadamu semakin besar, tapi kamu masih tidak mengucapkan kata cinta untukku, aku akan bersabar menunggu, Menunggu kamu mencintaiku.
hingga suatu hari kamu berpakaian begitu rapih mengajakku ke cafe yang bernuansa romantis, wajahmu begitu tegang, tanganmu menyimpan sesuatu di belakangmu.
Aku hanya bersikap biasa, seolah aku tidak tau apa-apa. Kamu berdiri di depanku, yang membuatku grogi menatapmu, entah kenapa malam ini kamu begitu tampan dan menawan.
" kamu kenapa Vin? Kenapa kamu mengajakku kesini." tanyaku tak mengerti.
Kamu masih terdiam menatapku, aku masih curiga terhadap diammu itu. Dan apa yang berada di belakangmu yang sedari tadi kau simpan di sana?
"Kalo ditanya jawab dong." ucapku memaksa
Kamu mulai membuka mulutmu untuk bicara.
"Gue ingin mengatakan sesuatu, tapi gue gak sanggup mengatakan hal ini semenjak gue bertemu lo, gue takut lo gak nerima gue... " ucapmu lemah
Aku semakin penasaran terhadapmu, wajahmu begitu cemas melihatku. Aku begitu deg-degan, kamu mengatakan seperti itu.
"Lo sebenernya mau bilang apa sih Vin? " tanyaku kepadanya
" gue udah suka sama lo semenjak kita masih SMA, lo selalu ada buat gue, lo selalu bantu gue apapun itu. Gue cuma mau bilang... maukah kamu jadi istriku? " ucapmu bersimpuh di hadapanku mengeluarkan bunga mawar putih yang begitu indah, yang sedari tadi kau simpan di belakangmu.
Aku sangat bahagia, sangat sangat bahagia, aku tidak bisa menceritakan perasaanku sekarang, aku meneteskan air mataku, tidak percaya akan semua ini, ini seperti tidak nyata.
YOU ARE READING
Memory Rain✔
Short StoryAmazing cover by: prlstuvwxyz Bantu aku mecari kehidupan yang indah. (Complete)
