"Sayaaaaanggggg!!!!!......Selena cepetan bangun! Ini udah siang,mau sampe kapan kamu tidur!! Nanti kamu terlambat lho!!"
Sudah kutebak suara itu akan terdengar, baru sebentar ku tidur karena semalam insomnia menyerangku secara mendadak.
Sepertinya ketakutan menjadi anak baru menghantuiku akhir akhir ini, aku benar benar takut menghadapi sekolah baru, teman baru!
Aku sangat sangat tidak siap untuk itu.
"Selena!!..,bangun! Huft,bandel amat sih ini anak, punya anak satu aja repotnya nggak ketulungan,Selena!!"
Teriakan itu membuyarkan lamunanku,bukan membuyarkan lamunanku lebih tepatnya membuatku terkejut.
☺
"Pagi ma..,"
mama ku adalah tipe orang pelupa yang dengan mudah dan cepatnya ia lupakan seperti barang, tanggal dan masalah tentang tadi pagi,termasuk lupa menjemputku saat aku pulang sekolah di taman kanak kanak dulu,aku masih ingat kejadian itu karena itu sangat membekas di otakku.
Di TK anak anak seharusnya pulang jam 10 tapi mama lupa menjemputku 'huhhh.. pada anaknya saja mama lupa'
Aku sudah menunggu mama hingga jam 2 siang. Aku sudah seperti gembel baru yang mangkal di depan TK.
Itu sungguh masa lalu yang sangat menyedihkan.
Kembali pada sarapan kecil yang menyenangkan.
"Sel,nanti di SMA kamu harus jadi yang paling pinter oke..?"
Dari dulu sampai sekarang harapan papah selalu ingin aku menjadi seorang gadis yang paling pintar.
"iya pah In shaa Allah Selena usahain."
Hanya kalimat itu yang aku ucapkan setiap kali percakapan seperti itu terlontar untukku
"Yuk berangkat! Nanti keburu telat lho! kamu lama mulu,apa apa lama"Papa menghabiskan potongan terakhir dari rotinya
Cepat cepat kuhabiskan makananku sebelum mama berubah jadi setan merah yang mengamuk.
"Dadahh Mamah.." aku langsung menghampiri papah untuk berangkat.
Aku sudah siap menghadapi semua hal baru. Apapun itu!
☺
"Nanti pulang jam berapa?"Papa bertanya tanpa menoleh sedikitpun dari stir mobilnya itu,sorot matanya lurus memandang macetnya jalanan di hadapanya
"Katanya sih jam 2,tapi Papa jemput jam 1 ya..,soalnya aku kan anak baru pasti kalo nunggu kagak ada temenya."Papa menatapku geli
Sebenarnya aku benar benar takut. Bukan karena nunggu lama tapi sendirian.
Mobil Papa merapat ke depan gerbang sekolah baruku yang bahwa sejak itu kisah ini akan dimulai
"Dadah Papah..."
"Dah sayang.. jadi anak yang baik ya!"suara Papa hilang di kelokan jalan
Aku terpaku di depan gerbang sekolah yang menjadi impian,semua orang ingin masuk kesana. Megah,ya memang itu sekolah mahal yang perbulanya harus membayar tapi untung saja aku anak yang tergolong pandai jadi, aku tak perlu membayar aku masuk kesana dengan beasiswa. So what's the next?.
YOU ARE READING
KARENA
Teen FictionDi kala ia tengah melakukan penyembuhan total pada hatinya yang masih terluka karena dia merelakan sebuah cinta yang telah mengisi separuh bagian hatinya untuk sahabatnya. "aku nggak bisa nerima cinta kamu, karena aku masih menunggu kepekaan seseora...
