Part 1

21.9K 480 14
                                        

Gemerlap lampu panggung dan sorakan menggema dari ribuan penggemar memenuhi stadion—meneriakkan satu nama, Lee YoonA.

"Lee YoonA ... Lee YoonA," ujar serentak para penggemar seraya mengayunkan tangan mereka yang menggenggam sebuah lighstick berwarna pink.

Teriakan tersebut semakin nyaring terdengar tatkala sang pemeran utama menaiki panggung. Alunan musik mulai terdengar, beberapa dancer sudah bersiap meramaikan penampilan sang idola. Sekali lagi setiap tarian dan nada lagu, semakin mengukirkan namanya di industri musik K-Pop.

"Halo semuanya!" Teriak Lee Yoona begitu tiga lagu telah ia tampilkan. "Terima kasih sudah meluangkan waktunya dengan menghabiskan malam ini dengan sangat menakjubkan," lanjut Yoona setelah teriakan dari para penggemar menggema.

Mata lentiknya mengedarkan ke segala arah, membaca satu per satu banner yang di pegang oleh penggemar. Rasa haru mulai memenuhi dadanya saat Yoona mengingat bagaimana dirinya debut. Jalanan yang awalnya penuh kerikil, kini telah ditumbuhi oleh bunga-bunga berkat kehadiran penggemarnya.

"Saya harap ini bukanlah akhir dari perjalanan kita dan ... kita akan bertemu di world tour, secepatnya," ujar YoonA sambil melambaikan tangannya kepada para penggemar.

Teriakan demi teriakan kembali memenuhi stadion setelah Yoona memberitahukan rencana world tour. Tak lama Yoona menghilang di balik layar besar dan digantikan oleh penyanyi yang lain.

Suara sepatu Yoona menapak dengan sangat indah begitu dirinya menuju ruang tunggu miliknya. Namun, sesuatu yang terjadi begitu cepat. Sebuah dengingan tajam terdengar dari telinga kirinya—begitu nyaring dan menusuk seperti sebuah sirene dari dunia lain. Mata Yoona perlahan menyipit, tangan kirinya secara refleks menutup telinga kirinya. Rintihan perlahan keluar dari bibirnya, tetapi tidak ada satupun seseorang yang membantunya.

Beberapa detik Yoona merasakan kesakitan tersebut, hingga sepasang tangan menyentuh kepalanya. Anehnya, suara dengingan tersebut menghilang dan ketika Yoona membuka matanya, hanya ada seorang pria yang separuh wajahnya tertutupi oleh kain dari jubah hitam miliknya.

Kening Yoona berkerut. "Kau ..." lirih Yoona sebelum cahaya putih menyambut netra miliknya.

Suara gemuruh angin yang ditemani oleh langit kelabu kini menjadi latar di tempat yang sangat asing bagi Yoona

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Suara gemuruh angin yang ditemani oleh langit kelabu kini menjadi latar di tempat yang sangat asing bagi Yoona. Beberapa orang yang memakai jubah hitam membentuk lingkaran yang mengelilingi simbol kuno klasik. Di tengah mereka juga terdapat sebuah pohon besar menjulang dengan sangat tinggi.

Kebingungan mulai melanda Yoona saat orang-orang tersebut merapalkan sebuah bahasa yang tidak dipahami oleh dirinya.

Apa saat ini aku berada di lokasi syuting? Tapi ... aku tidak melihat kamera apapun disini, batin Yoona sembari melihat sekelilingnya.

A K-pop Idol's Second Life As a VillainessStories to obsess over. Discover now