12) Her Lost Memories

50.3K 1K 132
                                    

Adam

"Kamu tahu kan aku pacar Fabian?" Tanya Alya sambil sibuk makan french fries-nya dengan lahap. Gue yang tadinya juga sibuk makan langsung berhenti dengan cepat. Kenapa Alya dengan tiba-tibanya bawa topik Fabian dalam pembicaraan kita?

Ini udah 3 minggu sejak gue deket sebagai teman Alya dan sayangnya belum ada kemajuan. Alya masih belum mengingat apapun. Dan gue masih belum bisa cerita yang sebenarnya pada Alya. Tapi hey coba lihat, seenggaknya gue masih bisa bersama Alya kan? Gue harus bersyukur untuk hal itu.

"Jadi kamu jadian lagi sama Fabian?" Tanya gue dengan malas sambil menahan emosi yang sebenarnya udah bikin ubun-ubun gue panas sekarang.

Alya menganga kaget, "kamu tahu aku sama Fabian pernah putus? Tunggu, aku pernah cerita sama kamu Adam?" Gue mengangguk, please gue hanya ingin topik Fabian ini cepat-cepat selesai. Gue ngga mau membahas tentang si brengsek itu lagi.

"Aku cerita apa sama kamu?"

"Perlu aku bahas itu honey?" Tanya gue malas, di otak Alya sekarang cuma ada Fabian, Fabian dan Fabian. Gue cemburu. Oh, tolong garis bawahi gue-sangat-cemburu.

"Honey? Cih Adam, aku serius! Aku cerita apa aja sama kamu? Kalau aku inget juga aku ngga akan tanya kok. Remember? The amnesia?!" Kata Alya terdengar sangat sarkastik di akhir perkataannya. Dan damn gue keceplosan lagi bilang honey, susah man susaaah untuk nahan panggilan sayang gue untuk Alya agar ngga keluar!

"Aku pikir kamu ngga akan kembali lagi sama Fabian." Alya mendengarkan gue dengan serius, gue mendesah malas, menyangga pelipis gue dengan kepalan tangan, "kamu cerita kalau waktu itu Fabian mutusin kamu tanpa alasan yang jelas padahal kamu kira Fabian adalah orangnya." Alya kembali menganga kaget.

"Serius aku cerita itu? Itu sih pasti kamu tahu semuanya! Serius aku cerita itu?! Aku cerita semuanya?"

Gue mengangguk, "everything."

"Serius?" Tanya Alya masih belum percaya, gue terkekeh geli melihat ekspresi ngga percaya Alya dan kembali mengangguk

"Makanya aku kira kamu ngga akan kembali lagi sama Fabian. Dan kamu cerita udah ngga cinta lagi sama dia."

Dan handphone Alya berbunyi menandakan ada telpon yang masuk. Alya memandangi handphonenya, lalu berganti memandangi gue. Setelah itu barulah Alya mengangkat telponnya.

"Halo Fabian."

Crap.

"Iya, aku lagi makan siang. Kamu udah makan?"

Honey, turn off the phone!

"Makan dulu nanti kamu sakit. Atau kamu mau aku anterin makanan ke kantor?"

Fabian sialan akan gue lempar lo ke laut biar jadi pakan hiu! Sial sial sial!!

"Yaudah, ok. Tunggu ya, aku kesana sebentar lagi."

Damn!

Alya memanggil seorang waitress dan memesan sebuah makanan untuk dibawa pulang. Dan sepertinya Alya akan benar-benar meninggalkan gue untuk ketemu Fabian. Apa yang harus gue lakukan agar Alya ngga pergi?

Gue menatap Alya, dan Alya mengangkat bahunya penuh penyesalan, seolah mengerti arti dari tatapan gue, "sorry Fabian belum makan siang, aku akan anterin makan siang untuk dia." Gue membuang muka, kalau aja Alya tahu kebenarannya.

"Ada sesuatu yang mau aku tanyain sama kamu Adam, kamu kenal Ellisa kan?" Alya menatap gue penuh harap, gue mengangguk

"Ya kenal."

Alya's Marriage Life (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang