5) Masa Lalu Alya (1)

80.5K 1.1K 22
                                    

Alya

"Honey, lo bisa nyetir sendiri kan?" Aku terdiam. Kenapa pagi-pagi gini Adam harus bawa-bawa topik ini sih?

"Honey, lo bisa nyetir?" Tanya Adam lagi, mendesakku untuk segera menjawab pertanyaannya. Aku mengangguk.

"Gimana kalau lo bawa mobil sendiri aja hon? Gue ngga tenang kalau harus biarin lo pulang sendiri naik bis atau trans. Gue rasa akan lebih aman kalau lo bawa mobil sendiri. Eh, ngga aman juga sih kalo sendiri. Tapi kan setidaknya lo ngga akan jadi korban kejahatan di angkutan umum sugar. Gue ngeri liat berita di koran akhir-akhir ini, banyak banget cewek yang jadi korban pelecehan dan kejahatan di angkutan umum. Dan gue gak mau hal itu terjadi sama lo honey. Lagian gue ngga bisa tiap hari jemput lo, sorry honey. Inget kan kejadian tempo hari? Waktu gue janji jemput lo di Mall malam itu dan sialnya tiba-tiba client gue dateng dan gue harus meeting mendadak, dan akhirnya malem-malem lo pulang sendiri naik taxi. Gue ngga tenang saat itu honey, gue takut dan gue merasa sangat bersalah saat itu. Seenggaknya dengan lo yang bawa kendaraan sendiri kita bisa meminimalisir kejadian seperti itu terjadi lagi hon. Gimana?" Jelas Adam panjang lebar, sangat panjang! Dan aku masih diam. Aku tahu niat Adam itu baik, tapi aku ngga bisa kalau harus bawa mobil sendiri. Aku takut.

"Gue, gue naik trans atau bis aja ya Adam? Boleh kan?" Adam mengernyit, lalu menaruh sendoknya.

"Kenapa?" Tanyanya penuh selidik. Aku bingung gimana cara menjelaskan masalah ini pada Adam.

"Gueーgue ngga bisa." Jawabku seadanya. Adam kembali mengerutkan dahinya dalam, terlihat sangat bingung.

"Tapi tadi lo bilang lo bisa nyetir honey, tunggu.. gue jadi bingung." Aku mengacak-acak rambutku yang tadi sudah aku ikat model ekor kuda. Gimana cara menjelaskan semua ini pada Adam?

"Pokoknya gue ngga bisa, dan gue gak mau. Maafin gue baby." Aku terdiam. Oke, daripada terjebak lebih lama dalam suasana ngga meng-enakan ini sepertinya akan lebih baik kalau aku pergi ke sekolah sekarang. Aku mengambil tas di sampingku dan berjalan ke arah Adam. Lalu mencium bibirnya dengan cepat.

"Loh, mau kemana honey? Bukannya ini masih kepagian? Tunggu dulu Yaya biar gue anter." Adam mengekori ku dari belakang.

"Gue harus cepet-cepet ke sekolah, gue lupa belum siapin alat-alat buat ngajar anak-anak hari ini babe. Gue pergi duluan ya, piring kotornya taro di wastafel aja baby. Dadah, Assalamualaikum." Aku mencium tangan Adam dan langsung lari meninggalkan rumah. Aku tahu, gak baik kan menghindari suami kaya yang aku lakuin sekarang. Tapi aku ngga mau terjebak sama Adam dan membicarakan hal-hal yang sama sekali ngga mau aku bicarakan. Hal-hal yang ngga ingin aku ingat sama sekali. Hal buruk yang selalu memenuhi pikiranku tanpa aku perintah.

***

Adam melajukan mobilnya dengan tenang. Sore ini dia berniat memberi Alya kejutan dengan tiba-tiba menjemputnyaーseperti yang selalu dia lakukan, tapi tidak sejak seminggu belakangan ini. Perusahaannya yang sedang mempersiapkan cabang di luar negri benar-benar menyita waktunya. Dan mau tidak mau hal itu membuat waktu kebersamaannya dengan Alya berkurang. Malam ini rencananya Adam akan mengajak Alya untuk makan malam bersama di rumah Oma.
Tapi ini aneh kan, istri mungilnya itu baru saja menemuinya 4 jam yang laluーsaat Alya membawakan makan siang ke kantornyaーtapi Adam sudah sangat merindukan Alya dan ingin cepat-cepat bertemu dengannya. Alya benar-benar sudah membuatnya gila!

Itu dia, satu belokan lagi dan Adam akan segera bertemu dengan Alya, gadis yang selalu memporak porandakan hati dan pikirannya. Pupil Adam membesar kaget saat melihat kejadian di depan matanya saat ini. Alya, istrinya ditampar oleh seorang pria dan sekarang sedang ditarik paksa oleh pria itu. Dan pria itu terus berusaha memaksa untuk mencium bibir tipis Alya. Adam langsung menghentikan mobilnya di depan sekolah dan membuka pintu mobil dengan sekali hentakan, penuh amarah.

Alya's Marriage Life (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang