4) Birthday

84.8K 1.3K 42
                                    

Adam

"Lo jangan berisik-berisik dong!" Alya memukul lengan gue pelan. Gue terkekeh geli disamping Alya, lalu mencubit pipinya yang kemerahan.

"Gue ngga berisik honey, tenang aja sih. Papa sama Mama juga masih lama nyampenya kan? Lagian kenapa harus sembunyi sekarang sih? Gue haus, pengen minum dulu ya?" Alya menahan tangan gue, ngga mengizinkan gue untuk pergi.

"Jangaaan. Nanti kalo pas lo ambil minum Papa dan Mama dateng kan rencana kita gagal!" Alya mengerutkan bibirnya. Idiiih, istri mungil gue ini minta dicium kayaknya.

"Jangan sekarang lah honey, liat jam sayang. Ini udah jam 12! Lo ngga kasian sama Papa dan Mama jam segini kita kagetin? Papa sama Mama juga pasti capek, mungkin juga jet lag kan?" Alya terdiam, meskipun sekarang ruangan gelap, dari jarak sedekat ini gue bisa melihat mata Alya yang udah mulai berkaca-kaca. Duh, kok gue malah merasa bersalah gini ya liat Alya yang kelihatan sedih gini? Gue ngga mau liat Alya kaya gini.

Jadi ceritanya malam ini, jam 12 tengah malam ini kita diem-diem menyelinapーgak bener-bener menyelinap sih, ada Pak Satpam dan Mba juga di rumahーke rumah Papa dan Mama untuk merayakan ulang tahun pernikahan ke-26 Papa dan Mama. 26 tahun ya? Gue juga berharap pernikahan gue dan Alya bisa selanggeng dan selama pernikahan Papa dan Mama, bahkan lebih. Dan karena Papa dan Mama lagi honeymoonplease, sorry gue sendiri sebenernya geli bilang liburan Papa dan Mama kali ini sebagai honeymoon. Tapi Papa dan Mama bersikeras menyebut liburan mereka kali ini adalah honeymoon-yang-entah-keberapa-kalinya-mereka-lakukanーjadilah kita udah menunggu selama 1 jam setengah malam ini.

"Gue pengen jadi orang pertama yang ngucapin." Alya menyeka pipinya yang basah. Great!! Hebat Adam!! Lo udah bikin istri lo nangis! Kurang brengsek apa coba lo?!
Gue memeluk Alya, mengusap-usap kepalanya. Berharap tindakan gue ini bisa membuatnya lebih tenang.

"Maaf honey, maaf. Ngga apa-apa, ngga apa-apa. Kita bakal jadi orang pertama yang ucapin selamat untuk Papa dan Mama. Jangan nangis lagi ya? Maafin gue." Gue mencium dahi Alya. Kulit istri gue ini memang kulit paling lembut sedunia hahahaa. Sorry gue malah curi-curi kesempatan ya.

Dan terdengar klakson mobil dari luar, dan sudah pasti itu Papa dan Mama. Dan seketika itu juga wajah Alya kembali sumringah. Dia mengambil kue yang udah dia siapkan di atas meja dan mengacungkan kue itu ke depan wajah gue dengan semangat.

"Nyalain lilinnya Adam! Nyalain lilinnya!" Teriak Alya semangat. Bocah banget kan istri mungil gue ini? Gemes gue jadinya. Tadi dia kan ya yang bilang untuk gak berisik-berisik sama gue, beneran minta dicium nih Alya.
Gue menyalakan lilin dengan angka 26 itu sambil ketawa, ngetawain Alya pastinya.

"Excited banget sih Nyonya Alfonso. Can you please be quiet now? Karena sepertinya Papa dan Mama lagi buka pintu sekarang." Alya memukul dahinya sambil tertawa, sumpah Alya nge-gemesin banget!

"Oh iya gue lupa, sorry yaa." Bisik Alya. Alya mendekatkan bibirnya ke telinga gue, kembali berbisik, "Inget rencananya ya baby." Lalu mencium pipi gue. Nah loh, ini kenapa ini muka gue tiba-tiba panas gini?
Mendengar suara pintu yang dibuka gue dan Alya bersiap untuk keluar dari persembunyian. Dan saat lampu menyala gue dan Alya dengan cepat berdiri dan meniup terompet yang udah ada di masing-masing tangan kita.

"Selamat ulang tahun pernikahan ke-26 Papa dan Mamaa." Gue dan Alya berteriak sama-sama. Papa dan Mama yang ada di hadapan kita saling pandang dan tertawa bersama.

Gue dan Alya berjalan mendekati Papa dan Mama, menunjukkan kue yang ada di tangan Alya ke hadapan mereka.

"Make a wish Papa Mama." Kata Alya dengan semangat. Setelah sesi make a wish itu Papa dan Mama meniup lilin. Bahagia banget, serius. Biasanya gue merayakan ulang tahun pernikahan Papa dan Mama sendirian, karena gue anak tunggal. Tapi tahun ini berbeda, karena ada Alya yang nemenin gue, nemenin kita. Kebahagiaan gue makin berlipat ganda.

Alya's Marriage Life (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang