Bab 1

22 2 0
                                        

Nula terduduk di meja belajarnya sembari teringat peristiwa yang dialaminya tadi siang. Alih-alih belajar ia malah bernostalgia sendiri di kamar tentu saja dengan ekspresi muka yang berubah-ubah.

"Eh teman-teman ada anak baru tuh."
Ucap Sandi si ketua kelas 8 a.

Anak-anak yang tadinya sibuk mengerjakan tugas bu Alis, seketika menjadi heboh.

"Mana gue mau liat. "
Salsa salah seorang siswi di kelas itu langsung ke depan pintu.

"Belum ada Sa, dia masuknya pas jam olahraga."
Sambung Sandi di bangkunya dengan muka kesal.

Salsa memutar bola matanya lemah.
"Bilang dong San. Gimana sih."

Salsa duduk kembali ke tempat duduknya. Bukannya mengerjakan tugas, Salsa dan teman-temannya malah santai.

"Din, ni tugas dikumpulin sekarang atau minggu depan? "
Chika menyenggol Dina yang berada di sebelahnya.

"Sa, tugas dikumpulnya kapan? "
Dina malah bertanya kepada Salsa.

Mendengar namanya disebut Salsa menoleh ke belakang.

"Ngga tau. Tanyain Sandi deh."

"San, minggu depan aja ya ngumpul tugasnya. Banyak banget."
Teriak Lauri dari sudut belakang.

"Serah lu dah. Bosen gue di kelas."

Sandi keluar kelas dengan membawa pakaian olahraga.

"Si Sandi kenapa Bim? "
Tanya Mayra kepada Bima.

Bima mengangkat bahunya cuek.

"Lah, lo kan csnya dia."

"Pms kali." jawab Bima seadanya.

Mayra menyentil jidat Bima.
"Mana ada cowok pms."

Bima meringis.
"Aish, sakit Ra. Ada kok, tuh si Sandi bisa pms. Ajaib kan."
Bima mengedipkan sebelah matanya. Sedangkan Mayra malah menggeleng jijik.

"Woi buruan ya, ditunggu pak Bambang tu di lapangan." teriak Sandi di depan pintu lengkap dengan pakaian olahraga yang sudah berada di badannya .

"Dira buruan, ngerjainnya nanti aja."

"Iya La, bentar."
Dira membereskan buku-bukunya di atas meja kemudian Nula mengajak Dira ke kamar mandi.

Setibanya di lapangan anak-anak mendapatkan pengarahan dan materi dari pak Bambang.

"Chik, si anak baru mana ya. Kok ngga kelihatan sih dari tadi."

"Ngga tau."

"Lo berdua napa jadi bisik-bisik."
Tegur Sandi yang berada di sebelah mereka.

"Si anak baru mana San? "
Dengan penuh kasih sayang Chika menyenggol lengan Sandi.

"Wisssss, geli gue. Jangan sentuh gue Chik, jijay."

Sandi mengusap lengannya yang baru disentuh oleh Chika.

"Jahat amat sih lo. Biasa aja kali."

"Bodo lah, serah lu."

Sandi mengalihkan pandangannya ke depan menghadap pak Bambang.

***

"Eh buset, ni anak baru ganteng amat ya." teriak Chika di depan pintu.

"Tetap aja kalah sama gue." sambung Gion dari belakang dengan pedenya.

"Chik, minggir dong. Gue mau masuk nih." teriak Hulmi.

Sejuta Cerita Dibalik Rasa Donde viven las historias. Descúbrelo ahora