HAPPY READING AND SORRY FOR TYPHO
Author POV
"Ser, buruan ke lapangan basket Kak Devon berantem lagi sama Veris. Lo buruan keluar dan lerai mereka" suara Sevira mengintrupsi Serena yang sedang memakan bekal makan siangnya dengan lahap.
"Hah serius lo Vir?" Tanya Serena mengulangi perintah dari sahabatnya itu. "Ah elah lo kenapa sih Ser, nggak percayaan banget." Tanpa menunggu sevira menyelesaikan jawabannya. Serena langsung berlari keluar kelas tanpa ba bi bu kepada Sevira. "Woii Serena tungguin gue". Suara Sevira yang terkenal cempreng langsung memekakan telinga seluruh isi kelas yang sedang istirahat.
Serena memiliki seorang Kakak laki-laki yang bernama Devon Assegaf Lurikso. Hem.. Devon itu beda jauh dengan Serena, meskipun mereka Kakak beradik. Devon itu kapten team basket SMA Bakti Bangsa yang terkenal most wanted dan sekaligus bad boy. Dan Devon selalu saja memiliki masalah dengan Veris bahkan hampir setiap hari.
"Kak Devon udah deh Kak".
Teriak Serena dari pinggir lapangan basket.
"Kak udah Kak. Kenapa sih kakak selalu ngladenin Veris. Udah tau senengnya bikin onar. Masih aja di ladenin" ucap Serena menghampiri Devon sambil mendorong jauh badan Devon saat masih berantem dengan Veris.
Bukk..
"Aawhh.." rintih Serena sambil memegangi pelipisnya. Dan badanya terjatuh dan dengan sigap Devon menangkapnya.
"Dek.. dek.. Serena.. Serena bangun." Ucap Sevira dan Devon sambil mengguncang-guncangkan badan Serena yang terkulai di tengah lapangan basket. Dengan sigap Devon membawa Serena ke UKS.
Pelipis Serena lebam dan sedikit robek. Sehingga harus di perban dan saat ini Serena masih belum sadar dari pingsannya.
"Kak, kalok Kak Devon masih ada kelas mending Kak Devon ke kelas aja. Lagian ini udah mau UN juga" ucap Sevira.
"Iya deh Vir. Gue balik ke kelas dulu. Gue titip adek gue ya, nanti kalok Veris nanyain Serena ataupun dateng ke sini. Jangan di kasih ya." Kata Devon kepada sahabat adeknya itu.
"Oke Kak siap" jawab Sevira mantap.
"Ser, maafin gue ya gara-gara gue lo jadi kayak begini. Coba kalok gue tadi nggak nyuruh lo ke lapangan basket. Pasti lo nggak jadi kayak gini" ucap Sevira meminta maaf kepada Serena yang masih belom sadar.
Desahan kecil terdengar dari Serena.
"Vir, ini Serena dimana sih?" Tanya Serena dengan nada yang lemas bahkan hampir tidak terdengar.
"Lo tadi kena tonjok pas nglerai Kak Devon. Jadi lo dibawa ke UKS" jawab Sevira menjelaskan.
"Kok pusing gini ya rasanya. Kok sampek diperban segala sih Vir?" Tanya serena sambil menyentuh kepalanya yang terdapat perban di bagian pelipisnya.
"Kan tadi gue udah bilang Ser. Robek dikit tadi pelipis lo" jelas Sevira.
"Ser?"
"Lo mau minum?"
"Atau perlu gue panggilin dokter jaga UKS?"
"Atau PMR yang jaga?"
Ucap Sevira beruntun menawarkan apa saja yang bisa di lakukannya untuk Serena.
"Hei! Dia tu baru sadar tunggu bentar kenapa sih? Kayak emak-emak lo" ucap seorang laki-laki yang menginterupsi Sevira secara tiba-tiba.
Seorang laiki-laki yang sangat dibenci oleh Serena. Bahkan hanya untuk meliriknya saja Serena tidak sudi. Seorang yang tadi siang bertengkar dengan Devon.
"Heh, ver lo nggak boleh masuk ke sini! Mending lo pergi jauh-jauh dan jangan pernah temuin Serena lagi deh" ucap Sevira kepada Veris dengan nada setengah berteriak.
"Heh, curut lo kenapa sih ribet amat. Serena aja nggak protes gue ada disini. Minggir lo" ucap Veris ketus kepada Sevira.
hello rider's
Ini cerita keduaku. Baca dan komen ya.
Byeee..
Yogyakarta, 4 Juni 2017
ESTÁS LEYENDO
PIJANIST
Novela JuvenilSendiri bersama alunan melodi, itu cukup menyenangkan. ~Serena Yovanda Lurikso~ Gue benci orang yang otoriter tapi gue tempramen ~ Tiago Veris Pratama ~ Ketika Serena yang periang bertemu dengan seorang bad boy yang mengganggu hidupnya. Let's chek...
