Alsya Mahendra Widoyo. Anak tunggal dari pasangan Bapak Mahendra dan Ibu Ningsih. Ia baru saja menjadi murid SMA. Banyak yang belum ia tahu tentang kehidupan di SMA. Cita-citanya yang begitu kuat, mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan hingga setinggi mungkin. Walaupun Ayah dan Ibunya merupakan orang berada, namun tidak membuat Alsya sombong. Ia berusaha untuk hidup sesederhana mungkin. Di sisi inilah yang membuat Alsya banyak disukai oleh semua orang. Entah itu teman perempuannya, maupun teman lelakinya.
"Sudah bangun, nak?" kata Ibu sambil membuka pintu kamar Alsya. Hari ini, hari pertama Alsya masuk sekolah. Mungkin akan sangat asing sekali untuk hari pertama ini. Apalagi ia baru saja pindah dari Malang dan akan menetap di Semarang. Ia bersekolah di SMA Nusa 2 Semarang. "Sudah, Bu." jawab Alsya dan mengajak Ibunya turun untuk sarapan. Ternyata sudah ada Ayah di meja makan. Setelah sarapan pun Ayah, Ibu, dan Alsya segera menaiki mobil dan berangkat.
Baru saja turun dari mobil, bel sudah berbunyi. Alsya pun segera berlari masuk dan mencari kelas. Ternyata namanya ada di kelas X - 4. Pemilihan jurusan IPA atau pun IPS baru ada nanti di semester 2. Alsya masuk ke kelas dan mencari tempat duduk yang kosong. Ia duduk dengan salah seorang perempuan yang mengenakan kerudung putih. Saat Alsya bertanya siapa namanya, dia menjawab Shinta. Baru saja kenal, tapi mereka sudah sangat dekat. Ketika jam istirahat, Alsya dan Shinta ke kantin dan Shinta melihat ada orang yang mirip dengan teman SMP nya. "Moren ...." kata Shinta,
VOCÊ ESTÁ LENDO
Dream
Ficção AdolescenteAlsya, begitu nama singkatnya. Murid SMA yang bercita-cita menjadi penulis. Namun, cita-cita ia tidak terwujud. Padahal ia sudah sekuat tenaga berusaha dan menjadi murid yang berprestasi di kelasnya. Lalu, bagaimana bisa cita-citanya tak terwujud? ...
