ku harap, bertemu denganmu adalah sebuah keberuntungan bagi diriku.
***
Senin pagi, diawal semester II
Kringg....
Bel sekolah berbunyi, semua anak murid berbondong-bondong memasuki ruang kelasnya masing-masing, terkecuali anak kelas 12 yang sudah mulai ogah-ogahan untuk memasuki kelas.
Zaneta, sang ketua kelas yang sangat amat sabar mengatur teman-temannya yang sedari pagi sudah ribut.
Setiap hari senin, jam pertama diisi oleh jam kewalian. Bu Agustine masuk dengan seorang cowo yang berada dibelakangnya, ia adalah murid pindahan dari SMA Nusa Bangsa, yang kehadirannya telah ditunggu-tunggu oleh cewek-cewek di SMA Tunas Harapan.
"ya anak-anak, ibu hadir bersama teman baru kalian. silahkan memperkenalkan dirimu gio" kata bu Agustine
"Perkenalkan, nama gue Giovanno Christian, teman-teman gue biasa memanggil gio atau tian. gue pindahan dari SMA Nusa Bangsa." jelas Gio
tiba-tiba ada salah satu murid berteriak dari baris belakang dan berkata "udah punya pacar belom lo?"
tiba-tiba semua mata tertuju oleh satu perempuan yang duduk dibagian belakang, ya itu adalah Nadine. yang bisa kalian anggap pentolan perempuan diangkatan kelas 12. gaya ngomongnya yang asal ceplos, suka ribut, dan tidak sopan oleh guru itu adalah karakter dirinya. tapi di satu sisi, dia adalah wanita yang dapat dianggap cantik, dan memiliki postur tubuh yang ideal, yang dapat menarik perhatian kaum adam.
Gio pun menatap wanita itu dan hanya tersenyum tipis kepada Nadine. Akhirnya, Bu Agustine menyuruh Gio segera duduk di belakang tempat dimana barisan anak-anak cowok.
Pelajaran Bu Agustine pun kelar, anak-anak cowok dan Gio sudah sangat dekat layaknya teman yang sudah berteman bertahun-tahun.
Anak-anak cowok kelas XII IPA 3 yang terkenal dengan kejailannya memulai aksinya saat istirahat, ia menjaili sang ketua kelas yaitu Zaneta. Sebagai anak baru, Gio disuruh oleh anak-anak cowok kelasnya itu untuk menjaili sang ketua kelas.
" Gi, jailin si Zaneta noh.. liat dia lagi sibuk ngerjain Tugas. lo jailin sana" ucap Aldo sang penguasa kelas sambil mendorong badan gio untuk segera menjaili Zaneta
Akhirnya Gio memulai aksinya iya menaruh lilin dibawah kursi Zaneta, tak lama kemudian Zaneta merasakan panas di pantatnya. Zaneta sadar siapa pelakunya, ia adalah Gio si murid baru itu. Gio membuat first impression-nya buruk di mata Zaneta.
Laurencia sahabat Zaneta pun kesal melihat kejadian itu. Sungguh beraninya anak murid baru itu sudah menjaili Zaneta.
Tapi mereka berdua masih sabar dengan kejadian itu, sebab anak-anak cowok dikelasnya memang memiliki sifat yang teramat sangat jail.
Kringg...Kringg..Kring.
Bel pulang sekolah berbunyi, Zaneta dan Lauren segera pulang untuk menyelesaikan tugas sekolah yang cukup banyak.
Kejailan anak-anak cowok itu tidak berhenti, lagi-lagi mereka membuat kejailan kepada orang yang sama yaitu Zaneta. Gio lewat bersama Aldo menggunakan motor ninja hijaunya itu sengaja menyipratkan genangan air yang berada di dekat Zaneta. Rok dan kaos kaki Zaneta terkena oleh cipratan genangan air itu.
Tak kuat oleh kelakuan mereka berdua Zaneta pun teriak dan akan membuat perhitungan pada besok hari.
"liat aja noh, dua orang itu bakalan gua laporin ke Bu Agustine!!" ucap Zanet ke Lauren.
"udah sabar net, lu kan tau kelakuan mereka gimana.. sabarin aja" balas Lauren
"ya elu enak ngomong gitu. nih liat rok gue sama kaos kaki gue basah semua mana kotor lagi" timpal Zanet
YOU ARE READING
amorè
Teen FictionGiovanno, kuharap diriku bisa bertemu dengan dirimu kembali. Giovanno, kuharap kita bisa mengulang dan menjalani kisah cinta kita yang dulu pernah padam. Giovanno, kuharap dirimu merindukan diriku, layaknya diriku merindukan dirimu.
