HTBL~ Chapter 1

52 8 1
                                        

Haii jika kalian menemukan mrs.Typo abaikan yah.. hehe maklumilah...

Selamat membaca......
.
.
.
.

"Woiii kampret!! Punya mata nggak sih tuh orang" teriak Nada ketika Pria yang membawa montor besar itu melaju di atas jalan yang berlubang dan sialnya lagi lubang itu ada airnya, sehingga baju seragam yang Nada kenakan kini terkena cipratan air akibat perlakuan pria tadi.

Nada mendengus kesal sembari mengibas-mengibaskan tanganya ke seragam putihnya itu, berharap noda coklat yang menempel di seragamnya bisa hilang, tapi sayangnya tidak.

Sial, padahal sekolahnya hanya kurang beberapa langkah saja! Kenapa harus ada cobaan ini? Ohh tidak baju putihnya kini ternodai.

Sementara itu, pria tadi hanya melirik Nada sekilas dari kaca spionya, lalu melesat pergi begitu saja.

"Dasar brengsek!!" gumam Nada kesal.

Dengan cepat, Nada berjalan cepat masuk kedalam area sekolahan, dan ia menyusul pria tak bertanggung jawab itu di tempat parkiran, enak aja setelah apa yang pria itu lakukan kepada Nada malah pergi gitu aja, hah Pria itu harus bertanggung jawab!!

"Elo itu punya mata nggak sih?" kata Nada meninggi, kini amarahnya tidak bisa di tahan lagi.. ia tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang berada di parkiran yang kini sedang menatapnya dengan tatapan heran. ahh Nada mah bodo amat.

Pria itu membuka helmnya lalu turun dari motor besarnya "Apa?" ucapnya dengan wajah polos, seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

Cih! Masih bisa watados ternyata! (Wajah tanpa dosa) batin Nada berbicara.

"lo nggak lihat baju gue kotor?" kata Nada marah seraya menunjukkan bajunya yang kotor.

"Terus?"

"Lo itu bego atau apa sih? Jangan pura-pura ngga tau deh" balas Nada sinis.

"Tinggal beli lagi di koperasi ribet amat sih, atau di bersihin bisa kan?" kata Pria itu yang berhasil membuat amarah Nada sudah sampai di ubun-ubun.

"Eh lo kira nyari uang tuh kayak nyari upil apa, belagu banget... gue nggak mau tau lo sekarang harus minta maaf!!"

"Bilang aja lo nggak punya uang" pria itu menjeda sebentar kalimatnya, kemudian ia merogoh sakunya untuk mengambil dompetnya lalu mengeluarkan dua lembar uang "Nih" katanya seraya melemparkan uang beberapa lembar itu ke muka Nada.

"Atau mau gue bersihin baju lo? Tapi nodanya di bawah dada lo, gak papa nih?" kata Pria itu lagi dengan tersenyum jahil.

Mata Nada melotot tidak percaya dengan perkataan pria itu. Dia kira, Nada tidak bisa membeli baju? Semiskin itukah Nada di mata pria itu? Sialan! Apa muka Nada ini terlihat miskin ya?

Nada mengepalkan tanganya , dadanya naik turun karena mencoba menahan amarahnya. lalu berjalan mendekat ke arah pria itu "PLAK!!" Nada menampar pipi pria itu dengan amarahnya.

"Lo kira gue nggak mampu beli baju? Emang lo doang yang bisa beli baju?" Bentak Nada.

"Duwit orang tua aja BLAGU, kalo duwit lo sendiri boleh blagu" kata Nada dengan menekan kata Blagu.

"Makan tuh Duwit" kata Nada lagi, kini dengan melemparkan Uang ke wajah pria itu, lantas Nada membalikkan badanya hendak meninggalkan pria itu.

Seperti ada yang ia lupakan, Nada membalikkan badanya lagi kemudian mendekati pria itu. "Dan jaga omongan lo orang mesum, atau gue robek mulut lo!!" kata Nada lagi sembari menunjuk-nunjuk wajah pria itu dengan geram.

Sementara pria itu hanya berdiri mematung. Ia memang marah sangat-sangat marah karena merasa harga dirinya telah di injak-injak. Tetapi, ia tidak bisa melakukan apa-apa karena perkataan gadis itu terus saja berputar-putar di otaknya.

Hate To Be LoveHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora