1. hari pertama

154 5 2
                                        

Masih lengkap dengan baju tidurnya, gadis itu masih saja betah dengan posisinya saat ini yang dimana sekarang dia seperti bayi tengah tertidur dengan nyenyak tanpa harus memperdulikan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

Waktu terus saja berputar. Detik detik telah berubah mejadi menit seiring berjalannya waktu yang berubah menjadi jam.

Dan saat ini mentari telah menampakkan wujud nya tanpa ada yang niat untuk menghalangi, memamerkan sinar teriknya menerangi apa yang seharusnya di sinarkan.

Masih dengan posisi yang sama, gadis itu masih betah dengan tidur cantiknya yang sama sekali enggan untuk membuka mata indahnya. Hingga beberapa detik berikutnya gadis itu terusik dari tidurnya saat ponsel yang berada di sisi kanan tepatnya di samping bantal, ponsel itu terus berbunyi yang menandakan ada sebuah panggilan masuk entah dari siapa.

Gadis itu masih saja menutup rapat kedua kelopak matanya tanpa ada niat untuk membuka mata walau hanya sekedar melihat siapa yang tengah menelfon nya.

Dan lagi lagi ponsel itu terus saja berdering seiring berjalannya waktu yang terus berputar. Karena merasa risih bahkan kesal atas ponselnya terus saja berdering. gadis itu merentangkan tangan kanannya mencoba meraih ponsel yang berada disisi kanan, masih dengan menutup mata, gadis itu meraba raba setiap sisi kasur berharap segera mendapatkan ponsel yang sedari tadi terus berbunyi.

"duh!!! Mana sih ni Hp? Siapa coba yang nelfon, ganggu gue lagi tidur aja." gumam gadis itu seraya meraba raba sisi kasur, "gak tau orang masih ngantuk apa." Tambahnya.

Dan Saat ponsel yang sedari tadi terus saja berbunyi tanpa ada jeda itu telah berada digenggamnya, gadis itu mulai membuka matanya perlahan menyesuaikan cahaya yang mendesak masuk ke retina matanya.

Gadis itu menekan tombol hijau dan menempelkan ponsel itu di telinga sambil mengucek ngucek kedua matanya secara bergantian.

"Heh! Kenapa?" ucap gadis itu to the point

Alih alih untuk menjawab pertanyaannya, Gadis itu malah menjauh kan ponsel itu dari telinga nya, mengerutkan alis nya heran dengan reaksi sahabatnya yang berteriak tidak jelas di seberang sana.

Kenapa sih ni anak? Batinnya bertanya dan kembali menempelkan ponselnya di telinga.

"Kenapa sih lo? Panas ni kuping gue."

"goblok lo, pake nanya kenapa lagi---"

"udah to the point aja, ngaret banget sih lo ..." ucap gadis itu memotong perkataan sahabatnya.

"Apa? Apa lo bilang gue ngaret! Gak salah dengarkan gue?" Ia tertawa remeh sebelum melanjutkan kalimatnya, "Difana Laura... lo gak amnesia kan? "

"Lo kenapa sih gaje banget!! Kenapa? Langsung ke intinya aja, gak perlu bertele tele." geram fana pada sahabatnya.

"Oh good teman gue," umpat nya, "lo sebenarnya sekarang lagi dimana?"

"Dirumah, kenapa?" Lagi lagi fana heran dengan kalimat yang dibuat berbelit belit oleh sahabat nya.

"Damn!!" Maki nya, "lo ingat gak sih hari ini hari apa?"

Fana terdiam, mengingat dan berfikir apa yang dimaksud oleh sahabatnya. Hari? Sekarang hari senin! Batin fana membenarkan.

"Senin, kenapa sih?" Fana mulai geram dan bertanya tanya sebenarnya apa tujuan sahabat nya untuk menelfon.

ChoiceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang