Prolog

777 102 111
                                        


Ingin ku nyatakan cinta. Tapi entah mengapa, bibirku terlalu kelu untuk mengutarakannya.

Mungkin karena aku rasa, aku belum bisa menjadi yang terbaik bagimu, lalu sikap dinginku terhadapmu seolah mengungkapkan bahwa aku tak mempunyai rasa padamu.

Sesungguhnya juga aku tak bisa jika melihat gadisku menangis seperti ini. Menangis karena menunggu sesuatu yang belum jelas pasti. Tapi memangnya aku bisa menganggap bahwa kamu adalah gadisku sekarang?

Ingin ku ungkapkan bahwa kamu sudah berhasil memenangkan hatiku yang sudah sekian lama tak menentu ...

Tapi bukankah sayang tak harus memiliki?

-Your fabulous rival.
HAHA


• • •


"Gue nggak bisa, gue ada lomba pacu kuda minggu depan."

Ucapan dari seorang laki-laki itu membuat temannya yang bernama Bayu mendengus pasrah. Padahal Bayu ingin sekali jika saat event downhill sepeda nanti, Rangga bisa ikut menyemangatinya.

Ya, dia yang bernama Rangga.

"Ya udah, gue balik duluan deh," ujar Rangga dan berniat untuk naik ke sepeda gunungnya. Padahal dia bukan anak downhill sama sekali. Ia hanya iseng membawa sepeda gunung.

"Gue masih ada urusan. Lo balik sendiri nggak pa-pa, kan?" tanya Bayu memastikan.

Rangga tertawa simpul, lalu menepuk pelan bahu temannya itu. "Santai. Btw besok masuk sekolah, jangan lupa lo. Jangan telat."

DownfallWhere stories live. Discover now