06 - Jimin? ⚠

5.3K 448 14
                                    

Ara's pov

Aku mulai membuka mataku perlahan lahan. Tetapi cahaya putih melawan ke arahku. Aku mencoba membukanya. Rasanya sangat berat sekali saat aku ingin membuka mata ku. Tetapi perasaan ingin tahu ku lebih besar, mengapa aku bisa tertidur sepulas ini. Aku melihat aneh sekelilingku yang terasa asing bagiku. Satu pertanyaanku.

Dimana aku sekarang?"

-06-

Aku mendengar derapan langkah kaki. seseorang membawa nampan berisi makanan dan datang menghampiriku.

"apa kau sudah sadar?" tanya nya padaku. Aku sepertinya mengenal jelas suara itu. Jeon jungkook, saat aku mengingatnya aku bangun dan terduduk di atas sebuah benda yang nyaman untuk ku tiduri.

"Mengapa kau kemari dan aku dimana?" Tanyaku padanya.

"Tenanglah aku tidak akan melakukan hal yang buruk kepadamu. Kau sekarang berada di rumah ku. kau tadi pingsan saat bersamaku dan aku membawamu kerumahku karna aku tidak tau dimana kunci rumahmu."

"Aish jinjjja. sangat menyebalkan." Gerutuku sambil menunduk memegang kepalaku yang pusing dan mengingat kejadian tadi.

"Apa kau sudah mengingatnya sekarang? jadi, jangan salah paham dengan ku."

"Sudah diamlah!" sentak ku pada jungkook

"Sekarang makanlah ini kubuatkan khusus untuk mu."

Aku hanya mendengarkannya berbicara dan mengambil nampan yang ia berikan padaku. Namja itu pun meninggalkan ku di sebuah kamar yang cukup besar. Sendirian.

Satu hal terlintas dipikiranku. Begitu aneh sekali namja ini saat dirumah dan berbeda sekali jika ia di sekolah. Ada apa dengannya. Mengapa sekarang ia begitu baik dengan ku.

Aku yang masih bingung dengannya mulai melahap sesuap demi sesuap hingga makanan yang di mangkuk ini habis.

Aku menaruh nampan kosong itu di meja dekat tempat tidur ini. Aku berdiri dan berjalan memutari kamar ini dan melihat sekelilingnya. Barang- barangnya begitu mewah berkilau perak dan merah royal seperti warna favoritnya.

Aku melihat keluar jendela terlihat hari sudah mulai gelap dan aku masih disini. Apa yang aku pikirkan, aku harus pulang sekarang. Aku membalikkan badanku mengambil tas ingin keluar. Saat aku ingin membuka pintu. Pintu itu terbuka dahulu oleh jungkook tiba tiba masuk. Sontak saja aku kaget, aku memundurkan langkahku.

Jungkook terus melangkah maju. Langkah demi langkah ia mendekatiku.

"Apa yang kau lakukan byuntae namja" lirihku takut

"kau sudah masuk di kamar seekor singa dan aku sudahb menolongmu apa kau tidak ingin membayarnya?"

Aku takut dengan sikapnya sekarang. Berubah derastis saat ia tadi menolongku dengan saat ini. Seperti hulk yang tiba tiba berubah dari sikap manisnya lalu menjadi sikap kejihnya.

Oh, jinjjjaa. apa yang harus aku lakukan sekarang. Dia sekarang sudah terlalu dekat dengan ku dengan tatapan tajam dan senyum liciknya bagaikan seorang penjahat.

Aku yang memang dibilang sangat pendek darinya. Aku melihatnya harus mengangkat kepalaku keatas untuk melihatnya. Tinggiku hanya selehernya.

"Jungkook menjaulah dari ku atau akan berteriak sekarang..." kataku padanya. Tiba tiba ucapanku terputus oleh ciuman jungkook yang menempel pada bibirku.

Aku membulatkan mataku dan kaget. dia telah menciumku lagi. ini yang kedua kalinya. Apa yang harus aku lakukan. Tiba tiba saja ciuman menjadi lumatan yang kasar. Secara tidak sadar aku juga terbuai olehnya, Aku pun membalas ciuman itu, menjatuhkan tasku dan melingkarkan kedua tanganku pada leher jungkook. Aku merasa ciuman kali ini memabukkan. Aku mabuk kali ini dengan ciumannya. Jungkook yang menyadari aku menikmatinya menarik pinggangku dan menariknya agar lebih dekat. Aku merasakan dadaku bersentuhan dengan dada jungkook kami sangat dekat hingga aku tidak bisa bergerak dan menolaknya untuk menjauh. Sungguh ini sangat memabukkan. aku pun tersadar dan aku melepaskan ciuman nikmat itu.

I Gotta be a Bad Boy ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang