Author's POV
Sinar matahari pagi menyelisik masuk melewati celah-celah ventilasi kamar dan membuat gadis cantik yang masih berjelajah di alam mimpinya terusik.
"Hoaaam, selamat pagi dunia." Ucapnya bersemangat sambil meregangkan otot tubuhnya.
Kemudian ia segera merapikan kasur lalu bergegas menuju kamar mandi. Setelah itu ia segera mengenakan seragam yang telah ia siapkan semalam sebelum tidur.
Gadis itu tidak merias wajahnya sama sekali, ia hanya menguncir kuda rambut panjangnya itu. Setelah semua dirasa siap dan rapi, gadis itu menuju ruang makan dimana keluarganya sedang bercanda ria sambil memakan sarapannya.
Gadis itu tersenyum pedih karena keluarganya hanya tertawa dan bercanda ria apabila ia tidak ada disisi mereka. Hingga salah satu dari mereka melihat kehadiran gadis itu, membuat tawa dan canda mereka seketika berhenti.
Gadis itu menghela nafas perlahan kemudian berjalan santai menuju meja makan dan duduk diantara mereka. Bahkan tidak ada sarapan untuknya, setidaknya mereka menyisakkan sedikit sarapan untuknya dan makan bersama-sama layaknya keluarga normal.
"Ma sarapan buat Diana mana?" Tanya gadis yang bernama Diana itu
"Sarapan buat kamu? Memang sejak kapan kamu diijinkan ikut sarapan disini!" Jawab mamanya ketus
"Ya tapi kan ma, Diana juga harus sarapan." Ucapnya lirih
"Kalo lo pengen sarapan nih makan sisa gue mau?" Ucap gadis disebrangnya ketus, dia adalah Kiara Anderson adik dari Diana Ashlyn.
Diana hanya bisa tersenyum pedih dan menahan semua ucapan pedas dari keluarganya.
"Yaudah deh ma, pa, Diana berangkat dulu." Ucapnya dan disaat dia ingin menyalami kedua orang tuanya ibunya sudah lebih dahulu menahan gerakannya itu.
"Kalo mau berangkat sana buruan berangkat." Ucap mamanya yang lebih terdengar mengusirnya.
Diana hanya mengangguk lemah dan segera pergi meninggalkan pekarangan rumahnya. Yah, meskipun dia juga disekolahkan yang terbaik dan satu sekolah dengan adiknya namun itu tidak membuatnya merasa nyaman karena sikap pilih kasih dari orang tuanya itu.
Diana berharap sekali ingin menemui ayah kandungnya. Dan berharap ingin memiliki keluarga yang utuh, serta menyayanginya tulus sepenuh hati.
Seringkali ia mendengar adiknya itu berceloteh apabila ia malu memiliki kakak dari hasil hubungan haram yang dilakukan mama dengan lelaki diluar nikah. Mamanya pun demikian, dia sama sekali tidak menyukai kehadiran Diana. Seolah-olah Diana adalah penyebab ibunya menjadi seperti ini.
Di sekolah, Diana termasuk anak yang pintar,dan sering menjadi sorotan guru karena kepandaiannya. Mirisnya, meskipun ia satu sekolah dengan adiknya di setiap akhir semester orang tuanya enggan sekali mengambil raport miliknya. Orang tuanya hanya mengambil milik Kiara saja.
"Hei Di, lo masih nungguin bus ya?" Tanya seseorang berawakan tinggi dan memiliki wajah yang tampan itu dan membuat Diana sadar dari lamunannya.
"Eh Varo, iya nih aku masih nungguin bus. Tumben banget biasanya jam segini udah lewat tapi kok sekarang belum lewat ya." Jawab Diana sambil sesekali melihat jam di pergelangan tangan kirinya lalu kembali melihat sekitar mencari bus yang ia tunggu.
"Yaudah gih naik, keburu telat." Ucapnya lagi
"Eh nggak usah Var, aku nungguin bus aja. Kamu kalo mau berangkat duluan aja." Tolak Diana halus
"Di denger ya, gue nggak nerima penolakan. Udah ih apa susahnya sih tinggal naik terus bruum kita berangkat. Nggak bakal telat deh." Paksanya lagi
Diana nampak berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk mengiyakan ajakan Varo itu.Di sisi lain Kiara menggeram kesal karena melihat kejadian itu.
YOU ARE READING
Unwanted [COMPLETE]
Short Story[BELUM DIREVISI] Short Story - Book 1 Bagaimana perasaan kalian jika kalian tidak diinginkan kehadirannya dalam sebuah keluarga. kalian. Meskipun kalian dibesarkan layaknya saudara yang lainnya akan tetapi tidak dengan kasih sayang orang tua yang se...
![Unwanted [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/105357550-64-k494241.jpg)