"Lorong sekolah paling panjang di SMA N 1 Garuda yang di juluki lorong longlong sempat ramai akhir-akhir ini. rumor beredar disana ada alumni yang mati gantung diri dan katanya arwahnya kagak tenang"
BRAK.. seseorang menggebrak meja paling depan. Meja paling favorit buat gosip.
"Gosip aja tuh pada, inget dosa mak!!" Teriak Alva sembari menjitak kepala satu-persatu anak-anak doyan gosip anak MIA 2. Sebagian dari mereka mendengus kesal sebagian mereka malah tersenyum senang karena kepalanya baru saja tersentuh oleh anak dari kepala sekolah SMA N 1 Garuda, dia juga termasuk most wanted loh.
"Diem lu kutu anjing! berisik, ganggu aja. Ancur deh mood gue PAGI ini"
"Duh duh duh duh, cacian. Apa peduli gue?"
Gadis ketua geng go-gosipMIA2 -Lily- berdiri dengan tangan yang telah melipat di dada. Dia menatap Alva tajam dan Alva menatapnya tak kalah tajam. Lily mengepalkan tangannya siap menonjok wajah tampan Alva tetapi bel menghentikan perang mata mereka. "Kalo lo bukan anak kepala sekolah, gue bunuh lo" Ucap lily tajam.
"Ouch, aku tersentuh"
***
"Cih, lo pikir gue iba sama wajah lo?"
"Maaf, gue nggak sengaja"
"Sekali lagi lo bilang gue Nerd, gue bisa kok buat lo mati detik itu JU.GA . Sekarang lo pergi dari hadapan gue dan nggak usah bilang siapa-siapa tentang masalah ini? oke?"
Lelaki itu mengagguk -Deo- . "Good dog" Ucap lelaki yang tengah memasang kembali kaca matanya -Rio-
***
Deo berjalan dengan sangat gugup menuju kelasnya. Walaupun ia termasuk dalam LELAKI KUAT tetapi nyalinya untuk kali ini menciut. Ia ingin menangis. Sesuatu yang dianggapnya sepele ternyata lebih besar dari yang ia anggap paling besar di sekolah.
Sesampai di kelas ia menghampiri sahabatnya yang bernama Alva tengah mendengarkan musik di pojokan. "Va!"
"Ngapain lo? abis balap karung?"
"Enggak" Ucapnya lalu duduk di bangku sebelah Alva, Deo tak dapat mengalihkan pandangannya dari pintu kelas. Ia terus memandangi pintu kelas hingga ada seorang lelaki yang menutupi pintu itu dengan wajahnya. "Lo suka sama Lily? mandangin tanpa kedip lu"
"Enggak, gue lagi nungg--u" Yang dia tunggu-tunggu lewat. Ia berjalan dengan wajah datar dan tatapan super tajam. Tanpa menoleh ke dalam kelas Deo membuat ia sedikit lega.
"Lo takut ya sama Nerd itu? aaaaaa... hahahaha... Cowok suka gym takut sama Nerd"
Diam, Deo tetap diam. Ia lebih memilih diam seribu bahasa daripada berbicara malah ia mati sebelum nembak gebetannya.
"Woi, masak Deo tak-- Waaaaaaaaaaaaaaaaaaanjay, sakit bang" Deo mencubit pantat Rio.
"Lo mending duduk Ri, berisik tau nggak?" Ucap ketus dengan nada sedikit ditinggikan.
BERSAMBUNG
Jelek ya? maaf masih Author amatiran
masih banyak typo
ada orang mengatakan
"Karya pertama emang jelek meuju karya terbaik"
Vote Comment yaaa
YOU ARE READING
You (Look) Different
Teen FictionGimana perasaan lo kalo ada cowok yang most wanted di sekolah, tiba-tiba dia ngomong dengan santainya, "Lucu ya? Abis di gores langsung ngucur" Seketika gue yang mendengarnya mematung. Menurut lo gue harus lari? Atau keep calm?
