Annisa and Aurelliya
~~~~~~~
Author pov
Kata orang masa masa SMA adalah paling indah. Tapi tidak untuk Aurelliya gadis berambut panjang yang biasa dipanggil Aurel. Baginya masa SMA adalah masa tersulit baginya, bukan hanya masalah cinta tapi kehidupannya menjadi semrawut ketika ia duduk dibangku SMA.
Kini Aurel menginjak kelas 12. Selama dua tahun ini dia menjalani hidupnya penuh tekanan.
*********
"Rell bangun, udah siang nih! Nanti kamu telat" Teriakan Mamanya sudah sering Aurel dengar, bahkan kupingnya kebal dengan teriakan yang super dasyat itu.
"Mmmm bentar ma masih ngantuk nih." Dengan gulatan tubuhnya, Aurell menarik selimut dan memperkuat pelukannya.
"Susah banget sih dikasih tau. Kalo kayak gini caranya, gimana bisa kamu jadi kayak mamah papah."
"Bangun aja maless!"
Satu lagi. Keluarga Aurel adalah keluarga Pengacara. Mulai dari papah Mamahnya sampai Kakaknya. Semua adalah pengacara ternama .Dan ini hal yg membuat Aurel merasa tertekan. Aurel ingin menjadi dokter, ayah dan mamahnya memaksa Aurel untuk menjadi pengacara.
"Trus aja mahh bahas mah bahas. Kapan sih mamah ngertiin aku."
Dengan penuh kesal,Aurel beranjak dari tempat tidurnya. Menyiapkan seragamnya dan merapikan diri.
Duduk untuk makan bersama diantara mamah dan papahnya, membuat Aurel sesak.
"Kamu itu udah kelas 3 sampe kapan kamu mau males2an kayak gini." Papah Aurel yang memulai percakapan ini
"Males apaan sih pah"
"Papah liat kamu ga pernah belajar. Pulang sekolah pasti kerjaannya main hp."
"Baca Wp lah. Buat Wp lah!" Jelas Anisa. Kakak aurell
"Masih bisa aku dibilang ga belajar? Aku sekolah sampe jam 3 trus aku lanjut bimbel sampe jam 5. Dan sekarang papah bilang aku ga pernah belajar. Trus aku sekolah itu apa?main?"
Jelas Aurel panjang lebar sambil merasakan hawa panas mulai menjalar tubuhnya.
************
Dikelasnya Aurel memperhatikan pelajaran yang harus diembannya. Dengan perasaan yang masih kesal karena pagi tadi. Aurel terus berusaha menangkap setiap perkataan guru. NIHIL. Pikiran Aurel pecah. Satupun tidak ada yang masuk dipikirannya.
"Rel kenapa sih lu tadi ?"
Nanda salah satu sahabat Aurel sejak SD. Di sekolahnya Aurel sering sekali bersama Nanda dan Salsa. Mereka sahabat karibnya Aurel.
"Gapapa."
"Yaudah kantin yuu, laper nih."
Ajak Salsa sambil menarik lengan Aurel dan diikuti oleh Nanda.
Di kantin
"Aurel liat tuh ada Bagas"
Sambil menunjuk pria berbadan tegap, tangan sedikit berotot dan wajah yang tidak diragukan lagi.
"Bodoamat dah ya. Peduli amat gua ma dia."
"Yehh napa sih lo jutek bener kalo soal Bagas?"
"Udahlah... gausah dibahas Sal." Jelas Aurel sambil melangkah ke salah satu meja kosong.
Namanya Bagas Farhan, salah satu anak basket. Dia juga sahabat Aurel dari...........SMP.
Rumah mereka tetanggan dan tak jarang Aurel merasa bosan karena terlalu sering dengannya.
YOU ARE READING
Sure
Teen FictionAku bukanlah bunga yang jika kau sukai akan kau miliki. Aku menunggumu, berharap kamu akan sadar akan hadirku. Tapi sayang, Tuhan tidak memberikan kepekaan yang lebih untukmu. Kini aku membusuk karena menunggumu
