LIMA BELAS

5.1K 348 21
                                    

    Sehun pov

Untuk kesekian kalinya aku mengusap wajahku dengan kasar.
Sungguh kepalaku sakit rasanya tatkala kejadian semalam kembali terlintas diotakkku.

Bagaimana mungkin hanya karena terbawa emosi aku melakukannya dengan So hyun. Aku tahu dan semua orang pun tahu kalau aku tidak akan di hukum karena telah melakukannya dengan seorang yeoja yang notabenya adalah istriku sendiri.

Tapi rasa benci yang sejak awal tumbuh ketika aku dipertemukan dengan So hyun pertama kali membuat rasa kesal dan tidak terima dari dalam hatiku untuk semua yang telah kulakukan.

Aku tahu aku seorang namja. Setiap yang kulakukan sudah menjadi sebuah keharusan untuk kupertanggung jawabkan baik ketidak sengajaan atau memang sebuah kewajiban.

Tapi kurasa untuk So hyun tidak. Aku tidak mau untuk bertanggung jawab sebagai seorang namja sekaligus sebagai seorang suami.

Dan entah kenapa rasa benci itu sepertinya telah meningkat beberapa kali lipat dari yang sebelumnya.

Aku menekan beberapa tombol di telepon yang akan menghubungkanku dengan asisten pribadiku.

"Siapkan aku tiket ke singapura siang ini jangan lupa untuk mengemasi pakaianku selama seminggu dan jika istriku menanyakan kemana aku akan pergi jangan beritahu kepadanya.

Klik.

Aku langsung memutuskan panggilan itu secara sepihak tanpa harus menunggu jawaban dari asistenku.

     So hyun pov

Rasanya wajahku akan langsung memerah dan jantungku akan berdetak lebih kencang daripada seharusnya tatkala kejadian semalam terlintas kembali diotakku.

Memberikan sesuatu yang berharga yang selama ini telah kujaga dengan baik kepada suamiku sendiri.

Entah kenapa aku berharap banyak dengan apa yang kami lakukan semalam. Apa itu salah? Kurasa tidak.

Aku berharap hubunganku dengan Sehun akan membaik dan kami akan menjalani rumah tangga dengan cinta tanpa harus terbenani. Aku akan mengandung anak kami  dan membesarkannya dengan cinta serta damai.

Aku tahu hal itu mungkin bisa membawa dampak yang cukup besar padaku kalau saja aku hamil bisa saja aku didepak dari sekolah.

Tapi kalau kupikirkan kembali tidak mungkin mustahil pihak sekolah akan mengeluarkanku dari sekolah dengan cara yang tidak terhormat jika mereka mengetahui kalau aku adalah menantu dari pemilik sekolah.

Aku menghela nafasku tidak akan tahu apa yang terjadi kedepannya jadi kuputuskan untuk menjalaninya dengan segala konsekuensi yang mungkin saja terjadi.

Suara bel mengema di ruangan ini menandakan kalau ada tamu.
Aku langsung bangkit dari tempat dudukku berjalan menuju pintu.

"Anyyeong hasseo" ucap seorang pria berjas hitam yang berdiri dihadapanku  kenudian menunduk hormat yang kukenali sebagai asisten pribadi Sehun.

Aku tersenyum dan menunduk sekilas sebagai balasan dari sapaannya.

Ya aku mengetahuinya karena waktu pernikahan kami pria yang bernama Jungkook ini telah mengenalkan dirinya senbagai asisten pribadi Sehun , nampyon~ku.

"Mianhae Oh So Hyun ssi karena telah menganggu waktu anda"

"Jangan memanggilku seperti itu aku merasa aneh saat mendengarnya. Cukup panggil aku dengan So hyun apa lagi umurku bahkan lebih muda darimu rasanya tidak pantas memanggilku dengan menggunakan embel-embel ssi serpertinya yang baru saja kau lakukan". Jawabku sambil tersenyum geli melihat tingkah Jungkook yang merasa takut-takut.

OH MY HUSBANDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang