Suasana di sore hari terasa begitu menenangkan dengan angin yang berhembus meniup pohon-pohon yang menjulang tinggi yang mengelilingi nya
"Zel... Kemari.."Itzel yang mendengar itupun hanya bisa mendengus pasalnya,sudah beberapa kali ibunya memanggilnya hanya untuk masalah yg kecil. Seperti untuk mengambilkan Kotak yang berisikan peralatan, menanyakan letak yang bagus untuk meletakan barang2,dll.
"IYA MOM" Itzel memasuki rumah barunya tersebut. Ya ia dan keluarganya baru saja pindah rumah, dikarenakan daddy nya yang dipindah tugaskan
Itzel melihat ibunya yang terlihat sedang duduk disofa dengan wajah yang gelisah
Itzel menepuk pundak ibunya"ada apa mom?"Mallory terkejut ketika menemukan anaknya sudah berada disamping nya.
"Ehm.."Mallory berdehem untuk menutupi kegugupannya"Itzel, mom ingin menemui dad mu di ruang kerjanya".
Itzel mengernyit bingung, kenapa hanya mengatakan itu saja ibunya sampai segugup ini. Tidak mau mengambil pusing, Itzel langsung mengangguk"lalu?"
"Mom memanggilmu kesini untuk minta tolong untuk meneruskan pekerjaan ini, selagi mom di ruang kerja dad"
"Hmm"Mallory bergegas naik ke lantai atas dimana terdapat ruang kerja suaminya disana
Itzel menghela nafas, mengedarkan pandangan ke sekeliling ruang tamu rumah barunya. Sebenarnya sudah rapih tetapi masih banyak pernak pernik yang harus ditata. Mengingat ibunya adalah orang yang sangat menjungjung tinggi kerapihan. Bahkan pernah ia di marahi hanya karena hanya ada 1 gelang yang terjatuh dilantai kamarnya
Itzel terkekeh saat mengingat hal tersebut. Tapi disamping itu semua ia sangat menyayangi ibunya. Itzel mulai menyusun satu persatu barang barang yang masih berada di dalam kotak.
Disela sela ia membereskan barang barang, tubuhnya dibuat menegang karena merasakan aura yang mencekam di belakang punggung nya seolah olah siap membakar nya hidup hidup
Itzel menoleh kebelakang dan tidak menemukan siapapun disana "siapa disana?!" ia melangkah ke halaman belakang tetapi tak menemukan hal hal yang mencurigakan
"AAAAAAAA" itzel memekik histeris saat ada yang menyentuh pundaknya"Itzel ada apa? Mengapa kau berteriak seperti itu" Mallory heran apa yang terjadinya dengan anaknya pasalnya dia tidak melakukan apapun tetapi kenapa itzel berteriak seperti itu
"Hufft" Itzel menghembuskan nafas lega, ia sudah ketakutan setengah mati saat ada yang menyentuh pundaknya
"Ada apa mom? Mom membuatku terkejut "
"Seharusnya mom yang bertanya kepada mu, kenapa kau seperti orang yang ketakutan?" Itzel tidak tau ia harus menjawab apa, tidak mungkin dia bilang apa yang ia alami tadi. Bisa bisa ibunya mengataianya seseorang yang penakut
TENTU SAJA TIDAK
"Ehmm tidak ada apa-apa mom" Itzel mengerti ibunya tidak akan sebodoh itu untuk mempercayai nya dilihat dari wajah Mallory yang masih menyisakan tanda penasaran "Lebih baik kita meneruskan pekerjaan yang sempat tertunda mom" Sambil mendorong Mallory masuk kembali ke dalam rumah
⏪⏩
"Apakah kau sudah menemukan apa yang kau cari selama ini?" Pria itu menggoyang kan segelas sampanye di tangan nya tanpa mengalihkan pandangan nya
Seseorang yang merasa ditanya pun hanya tersenyum sinis "Tn. Wood, apakah kau sebagai seorang bangsawan tidak mempunyai tata krama? "
Vernon menggeram mencengkram gelas yang ditangannya lebih erat, bisa bisanya dirinya dikatai orang yang tidak mempunyai tata krama. Semua orang pun tahu siapa ia sebenarnya disini
"Tidak ada seorang bangsawan yang tidak bertatap muka bila sedang berbicara kepada orang lain" Lagi lagi pria itu tersenyum sinis rasanya senang sekali mempermainkan emosi orang yang ada dihadapannya ini
Vernon mendongak kan kepalanya dilihatnya pria yang jauh lebih muda darinya, menatap remeh dirinya"Kau tidak berhak mengatur ku anak muda"
"Ya...ya terserah apa yang mau kau lakukan aku pun tidak peduli, dan yang perlu kau ketahui. Kau juga tidak berhak untuk mengetahui apapun tentang ku tuan" Pria itu bangkit dari tempat duduknya, berbincang dengan lelaki tua itu hanya bisa memancing emosinya saja
⏪⏩
Entah sudah berapa banyak Batu yang sudah masuk ke dalam danau. Dan entah sudah berapa kali Itzel mendengus ia merasa sangat bosan sekali, dan baru merasa ada yang janggal kenapa ayahnya pindah dari pemukiman ke tempat yang lebih dekat ke arah hutan seperti ini.
Ah ketika memikirkan itu semua kepalanya serasa ingin meledak. Tinggal disini sungguh membosankan.
"Tidak akan membosankan jika kau menikmatinya" Itzel menoleh ke sampingnya yang sekarang sudah di tempati oleh seorang pria. Tunggu tapi kenapa dia bisa tahu?
"Tidak usah terkejut seperti itu, kau memandangku seolah olah aku adalah orang yang paling aneh di dunia ini" Pria itu terkekeh saat melihat ekspresi wanita yang ada di samping nya
Itzel menghiraukan apa yang pria itu katakan "Apa maumu? Kau berbicara kepadaku seolah-olah kau mengenalku saja" Itzel masih menatap pria itu dengan pandangan menyelidik, siapa yang tidak terkejut kalau disampingnya tiba tiba ada seseorang dan tidak terdengar sama sekali tanda tanda orang akan kemari
"Itu karena kau sedang melamun" Mata Itzel lagi lagi terbelalak seperti nya laki laki ini orang yang aneh
"Siapa kau?"Pria itu menyodorkan tangan nya "kenalkan nama ku Luther Cedric Foster ak-"
"Baik Tn. Foster apa tujuanmu kesini" Itzel langsung menyela perkataan pria itu, ia tidak suka berbasa-basi
Pria itu mendengus "Kau tau aku belum selesai berbicara kenapa kau memotongnya, pertama panggil aku Luther saja,yang kedua apa aku tidak boleh berkunjung kesini. Lagipula ini tempat favoritku, dan yang terakhir aku bukan orang aneh seperti apa yang ada di dalam kepala cantikmu itu"
"Aku tidak suka dengan yang namanya berbasa-basi dan aku juga patut merasa was was karena aku tidak mengenalmu sama sekali sebelumnya. Dan ini kali pertama kita bertemu" Ia kesal kenapa pria ini yang marah marah kepadanya,Bukannya ia yang harus nya marah marah.
Hah ia kira disini ia bisa mendapatkan ketenangan tidak taunya sama saja. Itzel bangkit dari tempat nya berniat ingin pergi namun pria itu berbicara kembali "Mau ke mana kau?"
"Apa aku harus memberitahu mu?! Memang nya kau ini siapa" Itzel berdiri dan berbalik menuju rumahnya. Mood nya sudah hancur karena pria yang bernama Luther itu
Luther hanya memandangi punggung gadis itu sampai menghilang dari pandangannya. Menurutnya gadis itu cukup menggemaskan
Tbc
09/02/2017
ANDA SEDANG MEMBACA
EPIKINDYNOS
Misteri / ThrillerAction-Romance-Mysteri Itzel seorang gadis biasa yang hanya mengharapkan ketenangan baginya harus merubah jalan dan tujuannya Dengan memecahkan teka-teki dan pertanda yang terkadang muncul sebagai jalan untuk mengembalikan ayahnya yang berprofesi s...
