“Kevin, dia tidak seburuk yang kamu pikir kan?” aku mengatakannya, membuka pembicaraan dengan Gwen yang masih sibuk menata peralatannya kembali ke dalam tasnya.
Gwen sudah memeriksa keadaanku, dan katanya keadaan bayiku baik-baik saja. Hanya bagian pinggulku yang sedikit memar akibat terjatuh tadi.
“Aku tidak ingin membahasnya,” setelahnya, Gwen berdiri dari duduknya, beranjak pergi dari tempatnya, tetapi tanganku lebih dulu menahannya.
“Tolong dengarkan aku sebentar, Gwen,” aku menatap Gwen dengan pandangan memohon, berharap dia mau mendengarku.
Dan beruntung Gwen mau melakukannya.
“Apapun yang akan kamu katakan tidak akan membuatku menyukainya, Mila” ujarnya, memberikan peringatan padaku sebelum aku berhasil mengatakan sesuatu.
Membuatku menghela napas pelan.
Sepertinya membuat Gwen luluh akan lebih sulit dari yang kupikirkan. Tetapi aku tetap ingin berusaha melakukannya.
“Tidak masalah, Gwen. Aku tidak akan memaksamu untuk menyukainya, tetapi tolong, jangan membencinya,” ujarku,
Setelahnya aku bisa melihat Gwen menggerakkan tubuhnya, beralih menghadapku, dengan tatapan dalamnya.
“Bicaralah. Aku akan mendengarnya,” ujarnya, membuatku tersenyum pada akhirnya.
“Kamu mengenalku kan? Kamu tahu berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk bisa mencintai Adrian setelah kak Rey pergi meninggalkanku. Sama seperti saat itu, ini juga tidak mudah bagiku, Gwen,” aku mengatakannya, mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya.
Hanya Gwen dan Rafa, orang terdekatku yang tersisa selain bibi.
Jadi aku tidak ingin kehilangan mereka juga, hanya karena mereka tidak menyetujui keputusanku.
Gwen mengangguk, kemudian bertanya, “Lalu?”
“Aku tahu kamu marah, Gwen. Aku juga. Aku sempat membencinya, menghardiknya, bahkan memperlakukannya dengan buruk. Tapi setelah melihat sikapnya selama sebulan ini, aku sadar bahwa Kevin bukanlah orang yang buruk,”
Aku sengaja memberikan jeda sejenak, berusaha untuk tenang dalam menghadapi Gwen, berhati-hati juga agar tidak salah bicara dengannya.
“Kevin, dia mencintaiku sejak dua tahun yang lalu. Dia menjagaku, mengawasiku, dan menyayangiku tanpa sepengetahuanku. Bahkan mungkin kasih sayang yang dia berikan melebihi apa yang sudah Adrian berikan padaku,”
“Dan karena itu kamu mau menikah dengannya? Karena dia menyayangimu melebihi Adrian?” sindir Gwen sarkas, membuatku menggeleng, aku tahu persis inti dari pertanyaan Gwen padaku.
“Aku mau menikah dengannya karena aku pikir ini jalan terbaik untuk kami bertiga,”
Gwen mengerutkan dahinya, lalu bertanya, “Apa maksudmu?”
“Seperti yang kamu tahu, aku sedang hamil, Gwen. Dan bayi ini adalah anak Kevin. Jadi bagaimana aku bisa kembali pada Adrian saat aku justru mengandung anak dari pria lain?” aku mengatakannya, mengungkapkan alasan yang sebenarnya.
“Apalagi saat aku tahu bahwa Kevin sangat menyayangiku dan menyayangi bayi kami, melebihi apapun di dunia ini. Jadi jika kamu menjadi aku, apa kamu akan memilih untuk tetap kembali pada Adrian? Dan berakhir dengan membuatnya menderita setelah mengetahui semuanya?”
Gwen terdiam, mungkin sedang merenungi perkataanku sebelumnya. “Aku hanya ingin melihatmu bahagia, Mila,”
Dan aku mendekatinya, memegang kedua tangannya yang dia letakkan di atas pahanya, “Aku tahu. Mungkin ini terdengar tidak masuk akal, tetapi aku yakin Kevin akan berusaha untuk membahagiakanku, seperti yang sudah dia lakukan sebelumnya,”
KAMU SEDANG MEMBACA
PREGNANT SERIES || Because I'm Pregnant (Move To Hotbuku)
Fanfiction"Baik, saya akan menikah dengan Kevin." Mila tidak pernah tahu, jika karena kalimat itu, hidupnya harus terjebak dalam pembalasan dendam seseorang. Judul sebelumnya : Milena Start : 1 Juni 2020. End : - © penapika 2020. ft. Kevin Julio & Jessica Mila
