Hujan

989 32 2
                                        

Bagiku hujan selalu bisa membawa kesan tersendiri . Ia bagaikan sahabat terbaik yang selalu mengerti bagaimana perasaan yang tak pernah bisa aku sampaikan pada siapapun. Bersama hujan, aku seolah bebas mengeluarkan air mata tanpa ada yang menyadarinya.

Aku selalu jatuh hati ketika ia mulai turun dan membasahi tubuhku. Seperti biasa, aku berjalan sambil membiarkan air mata ikut turun bersamanya. Dan hujan selalu saja berhasil membawa kamu dan kenangan.

Aku suka hujan, ia seolah dapat mengerti tentang perasaan yang tak kamu mengerti. Ia seolah paham bagaimana perasaan yang tak kamu pahami. Bagiku hujan selalu bisa membawa kesedihan dan kebahagiaan. Dengan hujan aku tertawa dan dengan hujan juga aku menangis.

Tapi terkadang,hujan juga seperti kamu. Yang datang menenangkan, kemudian pergi saat aku mulai nyaman. Namun bersamanya, aku dapat sejenak meluapkan luka tentang kamu. Ingatan kuat mengenai segala hal yang terkadang melintas dengan jelas seperti kilasan sebuah film yang muncul begitu saja.

Aku masih ingat genggaman tanganmu yang begitu hangat dan erat. Pundakmu yang begitu nyaman untuk tempatku bersandar dan terlelap disana. Aku masih ingat tawa yang selalu muncul setiap kali kita bertemu. Sorot mata tajam yang selalu membuatku nyaman untuk berlama-lama menatapnya. Setiap kali aku menutup mata,akan selalu ada kamu disana. Aku selalu bisa menemukan kamu dialam bawah sadar meskipun  tidak dalam kehidupan nyata.

"Hujan,terimakasih telah bersamaku. Terimakasih telah memahami rasa sakit yang tak bisa dipahaminya. Terimakasih telah menghapus luka yang telah ia diciptakan. Terlalu bodoh memang karena masih tetap mencintainya meskipun hanya luka yang aku dapatkan.

Hujan,meskipun sangat banyak luka namun ntah mengapa aku masih tetap saja merindukannya. Aku terlalu takut untuk meninggalkannya meskipun kutau bukan aku yang ada dihatinya. Hujan,jika saja dia tau bahwa aku sebenarnya terlalu lelah menunggunya yang tak peduli. Bodoh? ya tentu saja aku bodoh karena tetap menginginkannya.

Hujan,jika ingin membantuku. Bisakah hapus saja dia dari ingatanku,agar tak akan pernah ada lagi luka. Aku siap jika harus melupakannya,aku siap jika harus menghapuskan segala sesuatu tentangnya. Bisakah?"

LettersWhere stories live. Discover now