PROLOG

157 4 0
                                        


14 Januari

Bukit pinggir pantai Meru Betiri, Blambangan Jawa Timur...

Aku takut air. Aku benci air. Musuhku adalah air, tetapi aku membutuhkannya untuk hidup. Ia menatap dalam di kedalaman samudera. Dia menatap pantai itu dari ketinggian di sebuah bukit. Sore. Saat itu tiba-tiba dari dalam lautan ia melihat suatu cahaya aneh yang berpendar-pendar. Ia mencoba menggosok matanya. Tetapi cahaya itu masih ada. Ia menyala redup di kedalaman samudera, sesaat kemudian tiba-tiba laut kembali ke kegelapan kembali. Hamparan laut itu ada diantara dirinya dan matahari yang akan tenggelam.

"siluet matahari yang terpantul di awan-kah?" ia berpikir. Kemudian ia ingat kehebohan tentang awan yang mirip dengan ledakan api saat gempa Jogja terjadi. Yang menimbulkan beragam rumor. Sampai dianggap ujicoba nuklir di pantai selatan. Tapi siapa yang tahu diantara kepanikan, hal detail pasti terlewatkan. Ia tersenyum simpul, kemudian akan duduk kembali saat tiba-tiba permukaan tengah laut nun jauh bergolak seperti ada gelembung-gelembung raksasa yang tiba-tiba muncul dan pecah di permukaan laut. Kamera digitalnya masih tertengger di tripodnya dengan kokoh.


Ia bangkit dan peristiwa itu hanya sekejap. Setelah gelembung itu hilang ia masih menatap beberapa lama menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya dan bersiap-siap dengan kameranya. Tetapi laut sudah tenang kembali. Tidak terdengar suara apapun karena kalah dengan deburan ombak yang menghantam karang 20 meteran dibawah kakinya. Ia masih mematung bahkan sampai matahari telah terbenam seluruhnya di garis cakrawala. Ia menatap kaki kirinya, kaki itu gemetaran.

Hal itu mengingatkannya saat ia terpleset dan nyaris tenggelam di sungai belakang rumahnya. Sebuah tangan menariknya saat dia ada dalam kepasrahan. Saat itu pula diantara sadar dan pingsan kaki kirinya juga gemetaran ketika tangan temannya menampar dan menyadarkannya. Temannya berkata "untung kamu tidak tenggelam. Arusnya deras. Kau bisa mati kalo tenggelam di sungai ini. Jauhilah!"

Ia menunduk, ia tersenyum. Temannya saat itu tidak menyinggung kelainan yang dideritanya. Karena suatu kecelakaan saat masih balita, kaki kirinya mengalami sebuah benturan yang menyobek dan menggeser salah satu urat kakinya. Kaki itu lemah. Dia tidak tahan berjalan beberapa ratus meter, atau berdiri lebih dari 15 menit. Saat dia ketakutan atau kelelahan kaki itu akan secara reflek gemetaran dan mengganggu keseimbangannya. Itu membuatnya tidak dapat berenang. Ia tahu bila dirinya membenci air, karena air dengan mudah dapat mengalahkannya.

2 orang datang kearahnya. Mereka bersenjata. Salah seorang menyandang KRISS Mk-5. seorang lagi dengan sebuah tas mendekat untuk membantu membereskan perangkat fotografi. Ia menyapa, "tuan Romi. Mobil telah siap. Sesuai jadwal, kita harus rapat di Surabaya malam ini." Ia yang dipanggil Romi menganguk. Sebenarnya bila dilihat, sosok Romi tampak kurus. Tidak terlihat bahwa dirinya memiliki pengawal atau orang yang khusus. Pakaiannya hanyalah kaos dengan celana panjang pendaki gunung yang memiliki banyak saku. Tubuh Romi kecil dan memiliki kulit sawo matang. Wajahnya menyiratkan pemikir dengan garis-garis di dahinya. Tidak ada yang khusus dari perawakannya dan wajahnya yang sangat pribumi.

Akhirnya dirinya membereskan perangkat fotografinya. Mereka bertiga menuju ke sebuah mobil cross-country dengan desain baru yang belum diproduksi. Ia menyetir mobil itu menuju ke permukiman Bande-Alit, kedua pengawalnya dengan sigap duduk di belakang mobil. Sesampainya di Bande-Alit, sebuah heli Sikorsky akan membawa dirinya kembali ke Surabaya.

15 Januari

Lereng Gunung Sorik Merapi, Sumatera Barat...

Malam itu langit cerah, angin di dataran tinggi Batupalana cukup kencang. Dengan letak diantara 2 gunung, yaitu Sorik Marapi dan Singgalang, membuat daerah itu memiliki udara dingin. Di siang hari, pemandangannya indah. Wilayah ini dapat dicapai dari Padangpanjang ke arah utara sekitar 20 kilometer, dan di sebelah utaranya adalah kota Bukittinggi.

JALADEVENAHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora