Part 4 : Tugas Negara

15.9K 665 8
                                    

"Akkkkhh pegel banget, kita kena piket malam ya Lin?" erangku sambil merenggangkan tubuhku

"Iyaaaa, pengen banget mandi pakai air hangat, aduhhh enak euy" jawab Lilian sambil menepuk-nepuk pundaknya

"Ni mandi pakai alkohol ajaa, di seka aja, dingin-dingin seger, hahaha" candaku

"Iyaaa terserah kamu dah, eh ayuk kita shalat magrib dulu, uda azan" Lilian langsung menarik ku bangkit dari kursi dan menuju masjid RS.

Setelah shalat magrib aku keluar bersama Lilian dan Pak Alex untuk mencari rumah makan.

"Akhirnya kenyang, Alhamdulillah, disini lumayan rame yah kalo malam, baru tau disini rame" ucap Lilian sambil mengelus perutnya yang buncit karena kekenyangan

"Iya memang ramai sekali disini, klean baru hari ini makan, saya pernah antri hanya untuk makan disini ,tau klean" cerita Pak Alex

"Hatur nuhun bapak, uda di recommended restoran enak gini yah" Lilian mengucapkan terima kasih ala korea yang sedikit membungkuk

"Ya ya ya, makanlah kapan klean mau disini, alahmak ku bilang macam punya aku aja, hahahaha" canda Pak Alex

Dan malam itu bener-bener sejuk dan penuh tawa.

****

Aidil Pov

Alhamdulillah akhirnya sampai dirumah orang tuaku. Setelah masuk dan bersalaman, mulailah berbincang dengan orang tuaku dan ditemani oleh 4 orang adikku, yang semuanya kembar. Bukan berarti kembar 4, namun masing-masing memiliki kembarannya. Adik kembar pertama bernama Analia Riska Putri dan Anilia Riska Putri. Usia mereka terpaut 10 tahun denganku, yap sangat beda jauh. Dan adik kembar kedua bernama Aisyah Foura Putri dan Annisa Fivna Putri. Yang selisih 2 tahun dari kembar pertama. Dan aku laki-laki satunya dikeluarga. Jadi wajar saja, aku tidak terlalu suka memainkan hati wanita, karena punya banyak saudara perempuan. Dan jujur saja, aku hanya 2 kali pacaran. Dan bersama Yana itu yang paling lama.

Ah~ Sudahlah.

Diumur yang sudah 27 tahun ini, seharusnya sudah matang uda menikah, tapi orang tuaku tidak terlalu mengungkitnya walaupun sudah beberapa kali aku dikenal dengan anak perempuan kawan bapak maupun ibuk.

"Dil, besok berangkat jam berapa?, nginap disini aja, lagian kapan lagi bisa ngumpul kayak gini dil" tanya ibuku

"Besok berangkatnya jam 11 buk. Iyaa boleh lah, lagian di mess suntuk, haha"

"Ibuk kenalin sama anak perempuan kawan ibuk, mau? Di baru tamat kuliah kemarin, gimana?? Biar kamu gak suntuk lagi" kata ibuku sembari duduk di sampingku

"Ya ampun buk, uda gak apa-apa ,kalo masalah itu biar Aidil yang nanganin, Insya Allah dapat yang terbaik buk" jawabku menenangkan ibuk

"Hmm iyaaa, kamu uda berusaha yang terbaik, ibuk doakan semoga yang terbaik buat kamu" balas ibuku sambil memelukku dari samping.

"Hahaha, masa tentara ganteng, pangkatnya kapten lagi, mapan, gak ada yang suka sih buk?" celoteh Analia

"Makanya jangan sibuk sama kerjaan aja bang, jomblo terus jadinya. Hahaha" balas Anilia

"Iya, hahaha" tiba-tiba Bapak tertawa yang sambil tiduran menonton televisi dan membuat seisi rumah tertawa hangat.

Ibuk dan bapak memang nikah muda, usia mereka juga beda 10 tahun. Makanya gak salah kalo ibuk masih awet muda dan jiwanya masih kayak anak muda. Bapak juga seorang TNI AD berpangkat Mayor (Inf).

Selesai berbincang dan bercanda tawa. Akhirnya aku masuk ke kamarku yang sudah hampir 2 bulan sudah tidak ditempati.
Hahaha, cukup lucu melihat barang-barang unik dari sejak smp sma di kamar ini.

Ahh, aku merebahkan diri ke tempat tidur. "Enaknya sudah lama sekali tidak tidur di kamar sendiri" batinku

"Yana..." aku melihat nama di kontakku, rasanya aku ingin menghapus nomor ini. Mengingat kejadian tadi di lampu merah. Ya, kali ini sudah jelas.

Tiba-tiba Yana mengirimiku pesan. Dia ingin berjumpa denganku, menjelaskan semuanya. Okey, baik akan ku turuti, itung-itung ketemu untuk terakhir dengannya, sebab aku memang ingin putus darinya namun caranya tidak tahu.

****

Jum'at Pagi

Paginya, aku bertemu dengan Yana di Bandara dan berbincang di cafe terdekat.

"Baby kamu salah paham, aku keluar dengan teman-teman aku, dan kebetulan dia yang jemput aku, by" Yana memohon padaku seakan tak mau pisah. Iyalah, sama tentara, secara gitu masa depan Insya Allah terjamin. Haha.

"No, Yan. Aku rasa sampai disini aja hubungan kita, aku mengerti dan tidak perlu dijelaskan lagi. Kita sudahi saja. Okey?" kataku dengan senyum di ujung bibir

"Aku sayang kamu, by. Don't leave me" mohonnya lagi.

"Jadwal keberangkatanku sebentar lagi, aku masuk dulu. Selamat tinggal" jawabku sambil meninggalkannya di cafe tersebut.

"Baby..."
"Hmph, aku tidak akan melepaskanmu, Aidil. Tidak akan. Lihat sajaa" Yana smirk walaupun wajahnya sedikit kesal

"Siapa dil? Pacarmu ?" tanya ibuku. Keluargaku semuanya berkumpul untuk mengantar kepergianku ke Bandung.

"Hmm, tepatnya mantan pacar buk. Yasudah Aidil masuk dulu buk. Udah mau berangkat. Ibuk bapak jaga diri baik-baik. Jaga kesehatan buk" aku menyalami Ibuk dan Bapak. Kulihat ibuk sudah meneteskan air mata.

"Ibuk, tenang aja. Nanti pulangnya aidil bawa jodoh kok. Jadi ibuk jangan nangis, atau sekalian aja bawa cucu, gimana buk?" aku memeluk ibuku. Dan sontak semuanya kaget dengan perkataanku.

"Becanda kok, jodohnya dulu nanti dibawa" aku kembali menenangkan ibuk dan semuanya tampak terkikih.

Ah, ibuk gak rela anak agamnya (Agam = Laki-laki dalam bahasa Aceh) pergi jauh. Ku peluk Analia dan Anilia, kucium kepalanya. Begitu juga dengan Aisyah dan Annisa.

Aku menaiki eskalator menuju lobby keberangkatan, dan kulihat wajah mereka satu per satu yang mengantarku dari kejauhan. Tanpa disadari, air mataku keluar. Sungguh rasanya sedih harus meninggalkan mereka. Ibuk sudah menangis dipelukan bapak, sedangkan adik-adikku melambaikan tangan kearahku dan aku pun membalasnya.
Perlahan wajah mereka mengecil, makin mengecil dan hilang.

Aku berjalan dengan perasaan berat namun disatu sisi lainnya, aku merasa bersyukur dan beruntung karena memiliki keluarga yang sangat mengerti dan mendukungku selama ini. Kuseka air mataku dan berjalan kembali menuju pesawat yang sudah menunggu.

"Ibuk, Bapak doakan anakmu ini, ijinkan anakmu melanjutkan tugasnya. Aidil sayang kalian semuanya" batinku

Dan pesawat pun take off menuju Bandung.

------

Hallo para readers, semoga suka sama part ini, siap-siap dengan part selanjutnya. Karena akhirnya kisah cinta mereka pun di mulai, wkwkwkw (apaan sih --'). Saya harap kalian suka dan nantikan terus ceritanya.

Thank you, guys !!! 👏🙏

Selamat berakhir pekan ya, karena hari ini Jum'at. Weekend sudah didepan mata, hahahaha (gak nyambung nih 😂😂).

Flawless Love (SEMI HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang