Pertemuan pertama

37 0 1
                                        

"Oke, lo tenang aja Ris.. Gue udah di jalan, bentar lagi nyampe.. Udah ya gue lagi nyetir nih, byee"

Bip!

Gara-gara cowok aja bisa mewek super, sampe kek gitu..

Aku melajukan mobilku tanpa takut dan hampir membuat ku jatuh miskin jika menabrak sebuah mobil sport merah yg sempat ku lewati,

Aku melihat sekilas, pengemudi mobil itu sedang meneriaki ku dengan 'kata mutiara' nya.

Dan sekarang aku berdiri tepat di depan pintu jati raksaksa, berwarna cokelat tua, dengan ukiran khas Jawa yg sangat cantik. Bahkan bel rumahnya pun unik.

Ting..tong..

"Eh, non Raina.. Wadap non? Swag!" Sahut bik Sri, asisten rumah tangga yang sudah di anggap seperti keluarga di rumah ini

"Apaan tuh bik?"

"Itu loh non.. Cara nyapa anak jaman now, Masa non nggak tau, non gaga bgt deh"

Aku selalu tertawa mendengar lelucon garing buatan bik Sri, entah kenapa rasanya seperti ingin tertawa, padahal tidak lucu

"Hahaha, bibi bisa aja. Apaan lagi tuh Gaga Bgt?"

"Gak Gaul banget, hahaha"

Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku, sejenak aku lupa tujuanku ke rumah megah ini,

"Eh ngomong-ngomong Larrisa mana bik?"

"Dikamarnya, non masuk aja.. Biasa non Larrisa lagi mewek"

"Oke bik, Thanks ya. Saya ke atas dulu"

Kamar Larrisa berada di lantai dua, membuatku mau tak mau harus menaiki satu demi satu anak tangga di rumah itu. Tapi, dinding yang di hiasi figura-figura cantik ini membuatku mengingat kembali kenangan dulu, ketika kami masih kecil, keluargaku dan keluarga Larrisa sudah seperti keluarga sedarah, kedua orang tua kami sudah bersahabat sejak dulu

Tok..tok..tok..

Aku mengetuk pintu berwarna pink soft, kesukaan semua gadis, kecuali aku

Terdengar dari dalam isakan tangis dan suara pelan menyahut

"Masuk, Hiks.. Nggak dikunci, hiks.."

Krieett....

Pintu itu berderit, aku sengaja berjalan perlahan, menggerai rambutku dan menundukkan kepalaku saat masuk kedalam kamar, dan aku mengeluarkan suara menirukan suara kuntilanak yang menyeramkan dan melengking pelan.

"Hihihihi.. Laaarriiisssaaa... Hihihi.. To..long.. Larrisa"

Sekilas aku melihat gadis di depanku mengambil sebuah buku dan berteriak

"AAAAAAAHHHHH.. Kuntilanak TOLONG!!!"

Brukk!!!!

Yah.. Bisa di tebak, buku itu melayang tepat di ubun-ubunku

"Au!! Woyy!! Sakit nih!" kataku sambil mengelus-elus pucuk kepala ku,

"biasanya tuh kalo orang liat setan langsung pingsan, bukan nimpuk pake buku kek gini, benjol nih pala gue!"

Cinta?Where stories live. Discover now