Gadis itu terdiam duduk menyendiri di taman tengah kota.
Hana, dul, set. Ia menghitung dalam hati. Matahari sudah tertutup awan setengah. Langit sudah mulai mendung. (Satu, dua, tiga)
Gadis itu meninggikan dagunya, lalu mengeratkan tali tasnya dan menghembuskan napas. Kenangan yang dulunya manis kembali terputar di kepalanya.
Ia masih mengenakan seragam sekolah. Dari gerak-geriknya, terlihat jelas bahwa ia sedang menunggu seseorang.
"Shin Eun Ri!" Seorang lelaki muda bersurai hitam telah duduk di sampingnya dan menepuk pundaknya pelan. Gadis tersentak dan menatapnya.
Lalu ia melanjutkan, "Selamat hari jadi yang ke-100!" Ucapnya manis sembari memeluk gadis itu hangat.
Gadis itu tersenyum tipis, "Selamat hari jadi, Jungkook-ah." Balasnya tanpa memeluk lelaki itu kembali.
Kemudian lelaki yang bernama Jungkook itu melepaskannya dan air mukanya berubah, "Ada apa denganmu hari ini? Kau tidak senang dengan hari jadi kita?"
Segera, Eun Ri itu menghembuskan nafas dan memejamkan matanya sebentar. Ia menatap lelaki di hadapannya dalam-dalam, "Kumohon, jangan berpura-pura lagi." Ucapnya lirih.
Senyuman lelaki bermata indah itu pudar seketika. Dia paham maksud gadis itu.
"Kau berubah akhir-akhir ini." Lanjutnya.
Lelaki itu menghembuskan napasnya kasar, "Iya, kuakui akhir-akhir ini aku menjauhimu."
Jungkook menundukkan kepalanya untuk beberapa detik. Keheningan di antara mereka semakin menjadi menusuk.
Mereka berdua sadar bahwa mereka telah menghancurkan dinding itu. Dinding yang membuat mereka terus bertahan. Mereka sadar inilah saatnya untuk jujur. Bahwa semua ini sulit untuk dilalui.
"Tapi, kenapa? Apa karena keluargamu yang picik itu lagi?" Gadis itu melemparkan bola pertama.
Jungkook menarik rambutnya kasar. "Bukan begitu, Eun-ah. Kau tidak mengerti. Jangan berbicara sembarangan tentang keluargaku. Ini juga sulit untukku."
Mata Eun Ri mulai memanas karena percampuran antara amarah dan emosi-emosi lainnya.
Dan rasa sesak di dada gadis itu sangat terasa saat lelaki itu berkata, "Tapi mari kita akhiri semua ini, Eun-ah."
"Jeon jungk-"
"Maaf.."
Jungkook berdiri dan melangkah pergi menjauhi Eun Ri. Gadis itu diam. Tak berniat mengejarnya. Atau mungkin tidak kuat.
Kemudian air mata gadis turun. Matanya beralih dari sosok punggung lelaki itu ke aliran air Sungai Han.
Beberapa detik kemudian, hujan membasahi permukaan tanah seakan menggambarkan perasaan Eun Ri yang hancur saat itu.
--tbc--
INTRODUCING TEAM A
freakook Cosmicarin bbywnd sabrn_ karaivi frvrxxodairable
19.07.16
Selamat debut & happy mensive bapersq❤️
Voment~
YOU ARE READING
One of These Nights [BTS VKOOK FF]
FanfictionEun Ri memejamkan matanya dan menyadari bahwa satu-satunya masalah tentang cinta adalah kita bisa mencintai siapapun yang kita mau, tetapi begitu juga dengan orang lain. bapersquad [Team A], 2016.
![One of These Nights [BTS VKOOK FF]](https://img.wattpad.com/cover/78863430-64-k921546.jpg)