Prologue

925 87 4
                                        

Malam itu tidak jauh berbeda dari malam biasanya. Bulan masih bersinar, jalanan masih ramai, dan mereka masih bersama. Seorang pemuda memarkir pick up nya di tepi pantai, tepat disamping hamparan pasir yang berwarna gelap. Seketika, lima orang laki-laki meloncat turun dari gerobak belakang dan mengguncang mobil itu dengan suara gaduh. Menyusul setelah mereka, sang pengemudi dan penumpang di sampingnya ikut turun.

Tiga pemuda di antara mereka terlihat asyik melempari pasir satu sama lain, sementara yang lain menghempaskan diri ke atas pasir untuk sekedar duduk dan menikmati angin malam. Hanya ada satu yang tetap berdiri di belakang, mengawasi sahabat-sahabatnya.

"Gak duduk?" tanya yang berjaket hitam pada pemuda yang masih berdiri.

"Aku harus ngomong sesuatu," pemuda itu diam-diam menahan isak tangis.

"Apa?" kali ini seorang yang lain menyahut. Segera setelah itu, semua penumpang pick up tadi sudah berkerumun kembali.

"Aku-"

"Ini masalah Double X lagi?" potong yang lain, "Soalnya kalo masalah mereka lagi, mending gak usah dipikirin deh. Gampang itu."

Tidak ada yang menyadari bahwa dibalik penampilan tegar si pemuda, tangannya mulai gemetar. Fakta yang berusaha ia tutupi selama ini akhirnya akan terungkap.

"Aku punya Alzheimer."

Mémoire (BTS Fanfiction)Stories to obsess over. Discover now