-Kita hanya perlu waktu sedetik untuk mencintai, tapi perlu waktu lebih dari itu untuk melupakannya-
Moon Devil 1
Exel menyandarkan dirinya pada tembok di belakang sekolah, menyendiri. Ya, ada kalanya ia hanya ingin menyendiri. Menyingkir dari segala hiruk pikuk sekolah, wanita yang selalu memuja-mujanya, ocehan sahabat-sahabatnya, segalanya. Termasuk mangkir dari tugasnya untuk mengawasi siswa terlambat atau melanggar aturan setiap ada kegiatan upacara seperti hari ini, jabatannya sebagai anggota OSIS membuatnya harus melakukan itu, Ah! Dia malas! Dia butuh hiburan.
Ia merogoh saku celananya, berusaha mengeluarkan benda pipih yang selalu menemani hari-harinya.
BRUK
Sebuah suara mengusik indra pendengarannya dan membuatnya terpaksa mengalihkan perhatian. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar tempatnya berdiri.
Ada seorang gadis sepantaran dengannya mengibaskan poni yang menutupi penglihatan matanya itu, ia sedang berjongkok di balik tembok tinggi yang sekarang Exel sandari.
Eh tunggu, dia datang dari mana? Tadi tidak ada satu orang pun disana, dan tidak ada pintu masuk disekitar situ. Dia...
Exel menghentakkan kakinya dan menghampiri gadis yang sedang membersihkan rok abu-abu yang ia kenakan.
"Eh, ini bidadari turun dari surga?" Exel menatap takjub namun kemudian wajahnya berubah, seringai mengerikan keluar dari bibirnya "ah ... Bukan, ini iblis yang jatuh dari neraka."
Sebelah alis gadis itu menukik tajam. "Serah deh serah, lo pikir gue peduli." Tangannya mengibas perlahan lalu kakinya melangkah menjauh.
"Hei kunci! Lo telat, lo harus terima hukuman. Woy!"
"Sejak kapan gue pernah ngelaksanain hukuman dari lo." Perkataan gadis ini lebih seperti pernyataan bukan pertanyaan. Ia mengatakan itu tanpa menoleh sedikitpun ke lawan bicaranya. "Dan nama gue Key bukan kunci!"
"Key artinya apa? Kunci kan?"
Key memutar bola matanya.
"Woi Key, ngapain lo sama playboy tengil itu? Buruan! Kita harus pergi sekarang." Segerombolan anak lelaki dengan penampilan yang jauh dari kata rapi meneriaki gadis itu dari jarak yang tidak jauh sambil memicingkan mata ke arah Exel.
"Bentar..., "teriak Key kencang yang kemudian lari merangkul teman-temannya itu.
"Banyak iblis di sekitarku, lindungi hamba ya Tuhan," gumam Exel sok dramatis sambil melihat gerombolan siswa yang jelas bukan siswa baik-baik sepertinya. Mereka Moon devil, ingat? Sekumpulan anak berandalan yang suka cari gara-gara. Tipe siswa yang suka bikin guru mengeluarkan asap dari kepala saking emosinya.
Berbeda dengannya, yang bisa dibilang salah satu murid kesayangan, anggota OSIS, ketua eksul musik yang banyak memberikan prestasi, dan nilai akademik yang tidak terlalu buruk. Meskipun ada salah satu sikapnya yang tidak bisa dibilang baik, yaitu suka mempermainkan hati banyak wanita, alias playboy.
"Ex, lo kemana aja sih? Dicariin dari tadi juga." Marcel, sahabatnya datang menghampirinya dengan berkacak pinggang.
"Lagi males, butuh istirahat, butuh hiburan, butuh ... "
"Belaian?" Marcel mengedipkan matanya ke arah Marcel.
"Najis lu." Exel bergidik ngeri. "Gue masih laku buat dibelai sama cewek beneran."
"Ah, elu mah sukanya bikin orang patah hati." Marcel memberikan tatapan puppy eyes-nya.
"Sekali lagi lo bertingkah homo kayak gini. Zee gue gebet."
"Eh kok malah bawa-bawa Zee. Ogah-ogah, gak sudi. Awas aja lo berani deketin dia, gak tau gue udah cinta mampus apa sama dia?"
Exel ngakak, lelaki tidak waras disampingnya ini kelemahannya memang cuma satu, Zee. Cewek patung es yang datar, dan irit banget ngomong. Exel tidak habis pikir apa yang Marcel suka dari gadis dingin minim ekspresi seperti itu.
"Eh gue tadi lihat lo sama Key," ujar Marcel tiba-tiba. "Lo suka banget godain dia, gak mau sekalian pacarin aja, Ex."
"Dih, ogah! Cewek bar-bar kayak gitu apa enaknya di pacarin."
Lagipula kalau gue deket sama dia, semua prinsip gue pasti akan hancur, barusan saja, gue udah ngelanggar salah satunya lanjut Exel dalam hati.
***
"Lo ngapain tadi ngobrol sama si playboy rese itu?" Tanya Wildan, salah satu sahabat yang paling dekat dengannya semenjak SMP, sambil berjalan bersisihan dengan tangan yang saling merangkul satu sama lain.
"Tadi dia nangkep basah gue manjat tembok, hahaha ...," kata Key dengan diiringi kekehan kecilnya.
"Lo gak ada niat balikan sama dia kan?" bisik lelaki itu
"Lo ngomong apalagi sih, Dan? Gak bakal! Lo gak liat tuh cowok tingkahnya sekarang kayak gimana? Bikin orang ilfeel. Sok keren, sok cakep, sok terkenal. Dih!"
Wildan tersenyum kecil. "Lo kalau ngomong suka bener."
~tbc
YOU ARE READING
Moon Devil
Teen FictionKeyfunita Anaya, seorang gadis yang masuk dalam kategori bad girl, tomboy, tukang bikin rusuh. Exel Fabrianto, hanya satu kata yang dapat mendeskripsikannya playboy. Mereka terjebak dalam sebuah masa lalu yang membuat dinding tebal yang membuat mere...
