8

2.8K 345 32
                                    

A/N: kalo lagi puasa nungguin buka dulu ya ;)

AWAS! Typos, eventual smut, surprises, dll.

<>-<>-<>-<>-<>

"Namjoon-ah kenapa kau meninggalkanku?" suara itu terdengar lirih, bersumber dari pria yang berdiri tepat di hadapannya.

Namjoon melangkah mundur, "Tidak, kau yang meninggalkanku! Kau pergi lalu kembali bersama pria itu!"

Suara gelegar tawa yang terdengar sesaat kemudian membuat Namjoon merinding.

"Seharusnya kau melihat ekspresimu waktu itu, ahaha, saat kau menemukanku ditiduri oleh orang lain di atas ranjang kita."

Tawanya sungguh bukan merupakan hal baik bagi Namjoon.

"Dan lihat apa yang akan terjadi, setelah aku, kakakmu, lalu," sebuah jeda, "Yoongi."

Namjoon membolakan matanya.

"Tidak!" Namjoon mengeratkan rengukahnnya, membawa naik tangan kanannya untuk meremas surai gelap Yoongi.

Aktifitas itu membuat Yoongi terbangun, ia perlahan membuka sepasang sayu maniknya.

"Mmh Namjoon?" tanyanya setengah sadar dengan suara husky khas bangun tidur, "Sejak kapan kau memangkuku?"

Terengah, Namjoon melepas rengkuhnya, "Tidak ingat?"

Yoongi menggeleng.

Namjoon berusaha menormalkan nafasnya yang kacau sebelum menjawab, "Kemarin dalam perjalan pulang dari taman ada badai, jadi aku meminggirkan mobilnya. Karena kau sedang demam dan penghangat mobil tak berfungsi, aku pikir dengan posisi ini kau akan lebih hangat."

Mengangguk terima dengan alasan Namjoon, si helai gelap turun dari pangkuan Namjoon, mendudukan dirinya di samping si blonde.

"Ini jam berapa?"

"Sudah siang, hari rabu."

Sontak Yoongi membolakan sepasang maniknya, ia terburu merogoh ponselnya di dalam saku.

12 missed calls from 'Eomma'

"Matilah aku."

Yoongi menelpon kembali ibunya, begitu diangkat ia langsung membuka mulut, "Eomma maaf kemarin--"

["Tidak apa-apa Yoongi, kemarin ada badai sampai pagi, eomma hanya khawatir kau tidak segera menjawab."]

Yoongi menghembus nafas lega.

"Maaf membuatmu khawatir, kemarin aku terjebak badai di mobil Namjoon, dan sinyal di sini susah di dapat," bohong Yoongi melirik Namjoon dari sudut matanya.

["Ah begitu, syukurlah."]

Jeda.

["Eomma sudah mengabari kepala sekolah tentang keterlambatanmu, kuharap besok pagi kau sudah sampai di sana."]

"Ne eomma."

Hubungan telepon di putus, Yoongi kembali memasukan ponselnya ke dalam saku.

"Jadi," Yoongi mengalihkan perhatiannya pada Namjoon, si pembuka obrolan, "kau masih akan pindah?"

"Ya, tentu saja," jawab Yoongi singkat.

Namjoon memutus kontak mata dengan yang lebih muda.

<>-<>-<>-<>-<>

Grey Scarf: The Needle & The Yarn {NamGi}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang