Pada akhirnya tak ada yang tersisa.
Tak juga sejarah yang terngiang karenanya,
Sebab daun-daun kering telah melunakkan duka,
Dan mengantarkan rindu yang tersimpan lama.
*
"Ina, aku mau pergi loh" ucap seorang lelaki berusia 10 tahun.
"Mau kemana? Aku ikut boleh? " Tanya Aina.
"Ga boleh, aku mau pergi lamaaaaa banget" jawabnya
"Emangnya mau kemana? Kok aku ga di ajak?" Aina kecil menundukkan kepalanya melihatkan ekspresi sedihnya.
"Nanti juga Ina tau, ini kejutan" lelaki tersebut tersenyum menghadap Aina.
Aina mendongak mendengar kata kejutan. Ia akan sangat bahagia bila seseorang disekitarnya memberinya kejutan sekecil apapun itu.
"Waaaaaa... Nanti ina nyusul boleh?"
"Iya, Ina pasti nyusul kok. nanti aku nungguin Ina disana ya.." jawab lelaki tersebut dengan senyum lebarnya.
Aina ikut tersenyum menatap wajah lelaki yang duduk di sampingnya.
"Tungguin Ina ya.." ucapnya sambil memeluk tubuh lelaki yang sangat berarti dihidupnya
*
"Huuuh"
Perempuan itu menenggelamkan wajahnya dalam bantal, membiarkan tubuhnya terkulai lemas. Sesaat ia menggerakkan tubuhnya, membuat wajahnya mengadah menghadap langit kamarnya untuk menghela nafas kesedihannya.
Ketika kau pergi, aku kehilangan bagian berhargaku. Izinkan aku mencarimu, membawamu pulang kembali bersamaku...
Mustahil
Aina terbangun dari tempatnya berbaring, mumbuka laci yang terdapat pada samping tempat tidurnya. Tangannya gemetar saat mengambil sehelai foto yang selama ini ia sembunyikan dalam laci tersebut. Memberanikan diri untuk membuka kenangan yang selama ini dia simpan. Hingga mengingatkannya pada sosok lelaki yang tak asing lagi dihidupnya.
"Apa kabar?"
"Makasih kejutannya"
"Aku kira kamu ga akan pergi sejauh ini"
"Aku kira kamu becanda pas kamu bilang mau pergi lama banget"
"Saking lamanya kamu ga akan balik lagi" Aina menurunkan pundaknya, mengadahkan matanya kelangit-langit kamarnya, mengingatkan memori-memori yang pernah ia lakukan bersama seseorang dalam foto yang ia genggam. Tak terasa air matanya mulai membanjiri pipinya.
"Aku kangen banget sama kamu Iki"
Rizki Nugraha. Kini nama tersebut menghantui pikiran Aina. Lelaki yang sejak lahir menjadi sahabatnya, telah pergi meninggalkannya. Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Aina. Keinginannya untuk bisa tumbuh dewasa bersama sahabatnya. Kandas. Seperti layaknya kompetisi, sahabatnya telah di eliminasi terlebih dahulu oleh Tuhan.
"Kamu bilang kamu ga akan ninggalin aku Ki,"
"Kamu bilang Ina dan Iki bakal tetap bersama,"
"Kamu bilang ga ada rahasia diantara kita,"
"Kamu bohong sama aku Ki!"
"Kamu bilang kamu bakal bikin aku senyum terus."
"Kamu bakal hibur aku kalau aku lagi sedih."
"Kamu bakal hapus air mata aku kalau aku nangis."
"Sekarang malah kamu yang bikin aku sedih, kamu yang bikin aku nangis."
"Cocok ya kamu jadi penipu!" Tangisan Aina semakin menjadi-jadi, membuatnya sedikit sesak. Ia memejamkan matanya, mencoba untuk mengatur nafasnya.
"Rasanya hidupku selalu ga lengkap tanpa kamu disini" Aina terisak melihat foto dirinya dengan sahabatnya itu. Foto yang mereka ambil saat mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Bayangannya terhanyut pada sosok lelaki yang dari dulu tak pernah lepas dari hidupnya.
"Ga kerasa, udah empat tahun aku kehilangan kamu...,"
"Dan akhirnya selalu kayak gini tiap keinget kamu."
"Meler-meler"
"Mata jadi bengkak, susah melek"
"Kamu ga ngerasa bersalah sama aku Ki?"
"Kamu jahat ya!"
"Aku marah ah sama kamu."
Aina berjalan menuju meja belajarnya, duduk di kursi yang berada tepat di depan meja belajarnya. Ia terus memandangi foto yang tak lepas dari genggamannya.
"Sekarang aku udah gede, udah masuk SMA... Kamu kok masih SD aja? Ga bosen?" Aina tertawa kecil dalam tangisnya, seakan-akan ia memang sedang berbicara pada sahabatnya itu, berharap ada jawaban.
"Kamu harus inget, aku disini selalu do'ain Iki, Iki pasti denger kan?"
"Entah kamu ngetawain aku, atau kamu terharu dengerin do'a aku , pokonya yang penting aku selalu berharap Tuhan mempertemukan kita lagi.. yang nantinya aku ga akan kehilangan kamu lagi"
"Maaf ya Ki, Aku belum bisa nyusul kamu.., Tapi kamu masih mau nungguin kan ki?"
"Kamu gak usah khawatir, aku sekarang mau cari banyak temen, biar gak kesepian."
"Meski gitu, gatau kenapa aku selalu ngerasa kurang karna ga ada kamu."
"Mungkin kamu emang sahabat dunia akhirat aku ki"
"Kamu berharga buat aku Ki"
"Pokonya aku selalu do'ain kamu, sampai kapanpun kamu bakal tetap hidup di hati aku."
"Aku sayang sama kamu, Rizki Nugraha"
Dan setiap kehilangan menjadikan seseorang yang telah pergi menjadi lebih berarti....
***
Hallo, "Hilang" ini cerita pertama aku di wattpad. Semoga suka ya. Termiakasih sudah mau mampir untuk membaca😊
Withlove, Dey❤️
YOU ARE READING
Hilang
Teen FictionIa telah menjadi bagian dari hidup Aina. Membuatnya berlalu lalang dalam pikirian Aina, Menenggelamkan, lalu menyelamatkannya tanpa alasan. Ia hadir lalu pergi meninggalkan luka, dan kembali untuk mengobatinya. Pada masanya dia benar-benar memutuska...
