Chapter 4

12.4K 1K 51
                                    



Krystal POV

"Sehun-ssi, ayo kita berkencan" aku menutup mataku dan mengeluarkan kalimat dalam satu tarikan nafas.

Setelah hampir 1 menit Sehun tak merespon, aku memberanikan diri membuka mataku menatap Sehun. Kulihat dia menatap datar diriku dan menaikan satu alisnya.

"Sehun-ssi" aku memanggilnya pelan.

"Apa kau gila Krystal-ssi?" Sehun berjalan mendekatiku. Ia memandangku dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Ne?" Aku menatapnya bingung. Bukanlah dia menyukaiku?

"Tapi maaf ya Krystal Jung, kau ini bukan typeku. Emm mungkin aku akan mempertimbangkan kau jika kau sedikit menambah volume disini dan kau taulah dimana lagi" ucapnya santai tanpa beban sambil menunjuk dadaku.

"Yaaaak! Jadi selama ini untuk apa kau perhatian padaku hah?!" Aku sedikit berteriak merasa benar-benar dipermalukan. Dia bahkan dengan tidak langsung mengatakan bahwa dadaku terlalu kecil baginya.

"Ish" Sehun meringis pelan. "Kau ini terlalu percaya diri Krystal Jung, memangnya jika seorang namja perhatian dengan yeoja itu berarti dia menyukainya? Lagian kau memang bukan typeku" Sehun memutar bola matanya malas.

Oh my god! Bodoh kau Krystal, kau sangat bodoh. Bisa-bisanya aku berfikir Sehun menyukaimu dan kenapa bisa aku mengajaknya kencan seperti wanita murahan? Aish ini semua gara-gara sugesti eomma yang menyuruhku cepat-cepat mencari seorang pendamping.

Aku membalikkan tubuh meninggalkan ruangan Sehun dalam diam.

***

Aku meletakan kepalaku diatas meja semenjak kembali dari ruangan Sehun merutuki kebodohanku tadi.

"Jung, gwenchanayo?" Ucap seseorang. Aku segera mengangkat kepalaku melihat orang yang baru saja menyapa, aku sedikit terkejut melihat Sehun berdiri di depan mejaku. Aku menelan salivaku membasahi tenggorokanku yang tiba-tiba terasa kering saat melihat wajahnya.

"Ini berkasmu, aku mengerjakan tepat waktu bukan?" Sehun tersenyum kearahku kemudian berbalik menuju lift.

Dia benar-benar gila! Sikapnya seperti tak terjadi apapun, dia dapat mengontrol ekspresinya dengan sangat baik. Tapi apa benar-benar dia tak menyukaiku, semua perhatiannya menunjukkan ada sesuatu dan pasti karna dia menyukaiku. Arggg aku benar-benar tak mengerti denganmu Oh Sehun.

Tuk tuk

Aku kembali sadar dari lamunanku ketika seseorang mengetuk meja kerjaku.

"Supirku sudah dibawah menunggumu" ucap Kai datar kemudian berbalik kembali ke ruangannya.

Yatuhan kenapa aku harus dikelilingi namja-namja kurang ngajar seperti Kai dan Sehun. Mereka selalu seenaknya pergi ketika berbicara padaku.

Author POV

"Eomma" Taeoh melambaikan tangannya saat melihat Krystal turun dari mobil.

Krystal menghampiri Taeoh yang berada di dalam gerbang sekolahnya bersama beberapa anak lainnya.

"Ini eommaku, cantik kan?" Ucap Taeoh pada teman-temannya saat Krystal sudah berada didekat Taeoh.

"Anyeonghaseyo" sapa Krystal kepada teman-teman Taeoh. Krystal tersenyum melihat Taeoh mengenalkannya kepada teman-temannya.

"Anyeonghaseyo ahjumma" sapa mereka kepada Krystal. Sesungguhnya Krystal tak nyaman ketika teman-teman Taeoh memanggilnya ahjumma tapi demi Taeoh ia mengikhlaskan itu.

"Ahjumma sangat cantik, aku ingin secantik ahjumma jika besar nanti" ucap yeoja kecil berponi.

"Kau bahkan lebih cantik" aku mencubit pipinya gemas.

Eomma? [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang