Saat ini di Seoul menunjukkan pukul 8 malam, seorang gadis cantik berjalan dengan tangan membawa setumpuk buku dan kertas-kertas, masih menggunakan seragam. Gadis itu bernama Kim Hyunmi. Ia berjalan dengan wajah yang lelah. Ia harus pulang sedikit malam karena ia harus mengerjakan tugas yang di berikan oleh saemnya dan ia harus mengerjakan tugas tersebut di perpustakaan sekolah dengan beberapa murid lainnya, namun hanya Hyunmi yang menyelesaikan tugasnya dengan tuntas.
Jarak sekolah dan rumah Hyunmi sedikit jauh, Hyunmi berencana akan naik bus umum, namun bus tersebut tidak kunjung berhenti di halte sekolah, Hyunmi takut semakin larut malam jika harus menunggu bus. Hyunmi memutuskan untuk berjalan kaki saja. Setidaknya memang ada jalan pintas yang lebih dekat untuk sampai di rumahnya. Ia menyusuri jalan tersebut. Jalanan tersebut memang sepi, tak banyak orang yang lewat di jalan tersebut. Jalanannya memang sedikit gelap.
"Oh ayolah, apakah Lee songsaengnim gila? Menyuruh muridnya untuk mengerjakan tugas sebanyak ini ... walaupun tugas ini mudah tapi ini banyak sekali. Yap setidaknya aku akan mendapatkan nilai tambah karena berhasil mengerjakan tugas ini dengan tuntas dan lengkap".
Saat Hyunmi hampir keluar dari jalan tersebut, tiba-tiba saja datang beberapa preman yang berpakaian menyeramkan. Hyunmi kaget dan panik, ia melirik kearah tangan para preman tersebut, mereka membawa botol alkohol. 'Apa yang harus kulakukan'. Hyunmi sedikit berjalan mundur.
"Hey kau tak perlu takut, cantik" ucap preman tersebut sambil berjalan mendekati Hyunmi.
"A...apa yang kau inginkan?"
"Ntah lah, mungkin meminta sedikit uangmu"
"Tapi ... kau juga cantik" ucap salah satu preman sambil menyeringai.
"Yak, menjauhlah dariku" Hyunmi berusaha melindungi dirinya dengan menggunakan tumpukan buku-bukunya.
Preman tersebut sudah mengelilingi Hyunmi dengan senyumannya yang mengerikan. Dan mereka dengan beraninya memainkan rambut Hyunmi.
"Ikutlah bersama kami"
"TIDAK!!! Tolong!!!"
Hyunmi dengan sekuat tenaga berteriak minta tolong dan sambil melindungi tubuhnya dengan buku-buku yang Hyunmi bawa. Di sisi lain, terdapat seorang murid laki-laki yang masih menggunakan seragam sekolah berjalan kearah dimana Hyunmi berjalan. Dilihat dari name tag di seragamnya, pria tersebut bernama Im Jaebum atau kerap di panggil JB. Ia awalnya berjalan melewati jalan dimana terdapat Hyunmi berada. Menyadari hal tersebut, JB berjalan mundur sambil menoleh kearah Hyunmi. Seketika ia kaget melihat hal tersebut. Ia merasa kasihan karena Hyunmi di kelilingi oleh preman tersebut dan tangan kotor itu telah menyentuh rambut Hyunmi.
"Tidak bisakah aku pulang dengan santai?" ujar Jaebum sambil menaikan lengan baju seragamnya.
"Hei Kalian!!!" JB berteriak kearah preman tersebut.
Preman tersebut melihat kearah JB. Hyunmi sedikit terkejut melihat orang tersebut memanggil preman, walaupun Hyunmi tidak mengenal pria di depan tersebut, namun mata Hyunmi menampakkan sebuah harapan kepada pria tersebut untuk menolongnya.
"Menyingkirlah kalian dari dia!"
"Hey bocah ini ikut-ikut saja"
Preman tersebut berjalan kearah JB, JBpun sudah siap untuk menghadapi preman yang ada di depannya. Menyadari bahwa preman tersebut membawa botol alkohol, ia sedikit bernafas lega karena mungkin saja preman di depannya ini sedikit mabuk. Untuk berjaga-jaga, JB terlebih dahulu menyingkirkan botol tersebut agar jatuh dari tangan preman tersebut, dan usahanya berhasil. Preman tersebut terdiri dari 3 orang. JB berusaha menghajar preman-preman tersebut. Hyunmi yang melihat kejadian di depannya merasa panik, ia tidak mungkin meninggalkan pria tersebut yang sedang berusaha menolong dirinya. Ia langsung merogoh sakunya untuk mengambil HPnya. Ia menelpon kantor polisi dan memberi tau jalan dimana ia berada. JB memang sedikit kewalahan menghadapinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Infinitely Yours
Fiksi Penggemar-Berhentilah berpura-pura kuat padahal kau sedang rapuh- -Got7 fanfiction-
